Historic Moment: Mama Yasinta Belum Dapat Dihubungi Usai Laporan ke Polisi
Historic Moment – Sebuah Historic Moment terjadi saat tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi mengklaim belum berhasil menghubungi atau menemui Mama Yasinta Moiwend sejak video pernyataannya viral di media sosial dan memicu laporan ke Polda Metro Jaya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Watchdoc, pada 30 Mei 2026.
Keterangannya tentang Perubahan Sikap Mama Yasinta
Tim kolaborasi menjelaskan bahwa mereka masih berusaha memahami perubahan sikap Mama Yasinta, seorang tokoh perempuan adat Malind yang terkenal berjuang untuk kepentingan komunitasnya sebelum proses pembuatan film berlangsung. "Mama Yasinta Moiwend adalah seorang perempuan adat Malind yang telah lama aktif dalam pemberdayaan masyarakat," tulis mereka. Pernyataan ini menegaskan bahwa tim tetap menghormati sikap yang diambil oleh Mama Yasinta.
Tim kolaborasi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyudutkan Mama Yasinta. "Kami menghormati apa pun sikap beliau saat ini, sambil berusaha memahami perubahan yang terjadi," mereka menegaskan.
Mereka menambahkan bahwa komunikasi langsung dengan Mama Yasinta belum tercapai sejak video pernyataannya beredar pada 23 Mei 2026 hingga ia mendatangi Polda Metro Jaya pada 29 Mei 2026. "Hingga hari ini, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui," demikian penjelasan tim. Upaya kontak terus dilakukan, termasuk melalui keluarga.
Sorotan pada Polemik Masyarakat Adat
Dalam Historic Moment ini, tim kolaborasi berharap perhatian publik tidak hanya terfokus pada perbedaan sikap Mama Yasinta, tetapi juga pada isu-isu yang mengemukaan dari masyarakat adat di Papua. Mereka menyoroti pentingnya dukungan terus-menerus terhadap perjuangan ini.
"Kami mengharapkan perhatian publik terhadap berbagai masalah yang terus menghadang masyarakat adat," lanjut tim. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyudutkan Mama Yasinta, sementara proses investigasi masih berlangsung.
Tanggapan tim ini juga menyebutkan keterlibatan beberapa organisasi seperti Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, dan Jubi Media. Dengan Historic Moment ini, tim berharap masyarakat tetap terbuka dan memahami konteks perjuangan Mama Yasinta sebelum mengambil kesimpulan.
