Nur Rohmah Sempat Betah, Kini Kabur karena Dipersulit Bertemu Keluarga
Sempat Ngaku Betah – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, masih menjadi sorotan publik. Ibu tiga anak ini dituduh melakukan penelponan terhadap asisten rumah tangganya, Nur Rohmah, dengan tindakan memukul kepala Nur menggunakan sapu, menendangnya saat posisi jongkok, dan menghancurkan ponsel milik Nur. Karena perlakuan tersebut, Nur melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026. Sejak saat itu, kehidupan Nur berubah drastis, karena ia memilih melarikan diri dari lingkungan yang dianggap membatasi kebebasannya.
Perubahan Sikap Nur Rohmah dari Betah ke Kabur
Nur Rohmah, yang sebelumnya menyatakan nyaman tinggal di rumah Erin, kini mengaku memilih kabur. Alasan utamanya adalah keterbatasan akses untuk bertemu keluarga, termasuk anak kecilnya yang tinggal di Cianjur, Jawa Barat. “Awalnya saya juga tidak menyangka bisa kabur, tapi situasi membuat saya terpaksa,” kata Nur, seperti yang diunggah ke YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (31/5/2026). Ia menjelaskan bahwa meski sudah meminta izin untuk pulang, Erin menolak hingga menemukan pengganti sebagai pengasuh.
“Saya sudah minta izin dengan baik-baik. Ibu bilang kalau mau keluar, harus seijinnya. Tapi ternyata sulit. Orangtua semakin sakit, jadi saya terpaksa kabur,” tambah Nur, menjelaskan alasan perbuatannya. Nur menyatakan bahwa orangtuanya terus-menerus terganggu oleh situasi yang memburuk, sehingga keputusannya untuk melarikan diri semakin bulat.
Kasus ini mengungkapkan ketegangan dalam hubungan Erin dan Nur. Sebagai ART baru, Nur sebelumnya terlihat beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja. Namun, setelah mengalami perlakuan kasar, ia merasa dipaksa untuk mengambil langkah ekstrim. Pernyataannya tentang keputusannya kabur menjadi sorotan, karena selain mencerminkan kondisi emosionalnya, juga menggambarkan pergeseran dari kebetah ke kebingungan.
Detail Penganiayaan oleh Erin terhadap Nur Rohmah
Penganiayaan yang dilakukan Erin kepada Nur Rohmah diperinci lebih lanjut. Kecelakaan terjadi saat Nur dituduh mengganggu kehidupan keluarga Erin. Dalam sebuah video, Nur mengungkap bahwa ia sering dipaksa menghabiskan waktu di rumah sambil tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. “Saya tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga, karena handphone-nya diambil oleh ibu,” katanya. Hal ini memperumit hubungannya dengan Erin, yang dianggap membatasi kebebasan Nur.
Tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sedang memeriksa saksi-saksi dan bukti-bukti terkait laporan Nur. Dugaan bahwa Erin melakukan penelponan telah menarik perhatian masyarakat, terutama karena terkait dengan keluarga besar Nur. Kasus ini juga memicu pembahasan tentang tanggung jawab pengusaha fesyen dalam mengatur hubungan dengan ART, serta apakah tindakan Erin dapat dikategorikan sebagai kekerasan fisik.
Di sisi lain, keluarga Nur Rohmah menunjukkan dukungan penuh atas keputusannya kabur. Anak-anaknya, yang belum berusia baligh, terlihat merindukan kembali ke rumah mereka. Nur menyebut bahwa orangtuanya sudah berusaha menemukan solusi, termasuk mencari pengganti, tapi situasi terus memburuk. “Sempat Ngaku Betah, tapi kenyataannya saya menderita,” ujarnya, menambahkan bahwa keluarganya selama ini berusaha menyeimbangkan kebutuhan Nur dan kepentingan Erin.
Respons dari Publik dan Dunia Hiburan
Kasus Nur Rohmah memicu reaksi beragam dari masyarakat dan para artis. Banyak warganet mengkritik tindakan Erin, sementara yang lain memahami situasi bisnisnya sebagai pengusaha. Sejumlah artis, termasuk Andre Taulany sendiri, turut menyampaikan pendapat. “Saya sedih melihat ART saya dihukum karena kebetulan di rumah,” kata Andre, mengakui bahwa hubungannya dengan Erin saat ini sedang dipertanyakan.
Dalam sebuah wawancara, mantan mertua Nur Rohmah menambahkan bahwa tindakan Erin sudah memengaruhi kehidupan keluarga mereka selama beberapa bulan. “Keluarga Nur selalu ingin pulang, tapi Erin menolak sampai kondisi memburuk,” jelas mantan mertua. Pernyataan ini memperkuat kesan bahwa Erin memang membatasi akses Nur ke keluarga, yang berdampak pada keputusannya melarikan diri. Publik pun mulai menyebut kasus ini sebagai contoh konflik antara artis dan tenaga kerja rumah tangga.
