Seleb

Key Issue: Geram Disindir Adik Sarwendah soal Nafkah, Ruben Onsu: Jangan Enteng Kalau Ngomong

Key Issue: Ruben Onsu Geram Disindir Adik Sarwendah soal Nafkah, Tegaskan Kejujuran dalam Pengelolaan Dana Key Issue dalam perseteruan Ruben Onsu dengan

Desk Seleb
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Ruben Onsu Geram Disindir Adik Sarwendah soal Nafkah, Tegaskan Kejujuran dalam Pengelolaan Dana

Key Issue dalam perseteruan Ruben Onsu dengan mantan istrinya, Sarwendah, semakin memanas setelah adik Sarwendah, Wendy Lo, mengkritik sistem pembayaran nafkah yang dijalankan Ruben. Konflik ini tidak hanya memengaruhi hubungan antara dua pihak, tetapi juga mengundang perhatian publik terhadap keadilan dalam peran ayah dan ibu dalam menyediakan kebutuhan anak. Ruben Onsu, yang dalam beberapa bulan terakhir berhenti membayar nafkah sebesar Rp225 juta per bulan, merasa geram dengan cara penilaian adik Sarwendah terhadap keputusannya. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mengalami kesulitan mengakses anak-anak yang menjadi fokus utama perdebatan.

Konflik Nafkah: Konteks Perceraian dan Keterlibatan Keluarga

Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah berawal dari perbedaan pandangan terkait pengelolaan dana nafkah setelah perceraian mereka pada 2024. Sarwendah, yang mengklaim telah menyalurkan dana nafkah selama beberapa bulan, mengkritik kebijakan Ruben dalam mengakses anak-anak. Wendy Lo, adik Sarwendah, turut bersuara dalam menyindir Ruben, menyebutkan bahwa sistem reimburse atau pengembalian dana menjadi bagian dari Key Issue yang memicu ketegangan. Ruben Onsu menilai bahwa konsep reimburse yang disampaikan Wendy Lo kurang jelas, sehingga memicu kebingungan dalam memenuhi kewajibannya sebagai ayah.

“Itu ada ungkapan dari adiknya itu, dia bilang ya itu reimburse. Ya justru karena reimburse itu, gue jadinya gak ngitung,” ujar Ruben, seperti yang dikutip dari YouTube Trans TV Official pada Rabu (10/6/2026).

Ruben menambahkan bahwa dirinya selama ini tetap mengembalikan dana yang telah diterima dari Sarwendah. “Jadi katanya ditalangin dulu, baru saya ganti. Intinya gue ganti kan,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa besaran nafkah yang dianggapnya cukup besar, mencapai lebih dari dua ratus juta per bulan, sehingga kesulitan dalam menyalurkannya terasa nyata. Key Issue ini menjadi pintu untuk menceritakan lebih dalam tentang peran setiap pihak dalam memenuhi tanggung jawab finansial anak.

Penjelasan Ruben Onsu: Perjuangan Membesarkan Anak dan Keterbukaan dalam Perdebatan

Dalam wawancara tersebut, Ruben Onsu juga menjelaskan kesulitan finansial yang dihadapinya selama beberapa bulan terakhir. Ia mengungkapkan bahwa usaha keras untuk menyesuaikan pengeluaran sehari-hari berdampak pada kemampuan untuk membayar nafkah secara teratur. Key Issue ini menjadi fokus utama bagi Ruben, yang berharap dapat menjelaskan keseriusannya dalam menyediakan kebutuhan anak. “Kita juga kerja pagi siang malam, jadi jangan enteng juga nih kalau ngomong,” tambah Ruben, menegaskan bahwa ia tidak mengambil keuntungan pribadi dari situasi ini.

Penjelasan Ruben Onsu memicu reaksi dari publik yang terbagi. Sebagian memihak Ruben karena keseriusannya dalam menjalankan kehidupan pribadi setelah perceraian, sementara sebagian lainnya mendukung Sarwendah yang dianggap lebih mengetahui kebutuhan anak. Key Issue terkait nafkah ini menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak warganet memberikan pendapat dan mengkritik salah satu pihak. Meski demikian, Ruben tetap berupaya menjelaskan kondisi finansialnya secara transparan.

“Kalau ada yang ngomong soal nafkah, jangan langsung menyalahkan saya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” lanjut Ruben, yang ingin membangun kesepahaman antara pihak-pihak terlibat.

Analisis: Keseimbangan dalam Penanganan Dana Nafkah dan Dampak pada Hubungan Keluarga

Persoalan Key Issue ini tidak hanya mengenai besaran uang, tetapi juga tentang cara pengelolaannya. Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak menyalahgunakan dana nafkah, tetapi lebih mengutamakan kebutuhan sehari-hari anak-anak. Sarwendah, di sisi lain, mengklaim bahwa sistem reimburse yang diusulkan Ruben masih belum jelas, sehingga memicu perdebatan tentang keadilan. Perseteruan ini memperlihatkan bagaimana keluarga terlibat dalam mencoba menjelaskan peran masing-masing dalam pengasuhan anak.

Kelompok pertama mempertahankan pandangan bahwa Ruben Onsu berhak mengatur pengeluarannya sesuai kemampuan finansial, sementara kelompok kedua menilai bahwa Sarwendah lebih mengedepankan kebutuhan anak. Key Issue ini menjadi contoh bagaimana isu nafkah dapat menjadi penghalang dalam hubungan keluarga, bahkan memicu perdebatan di ranah publik. Namun, Ruben menegaskan bahwa ia tetap ingin menjaga harmoni dengan keluarga, termasuk dalam menyampaikan keputusannya.

“Kalau Key Issue ini bisa selesai dengan jelas, saya yakin anak-anak akan tetap dijaga dengan baik,” pungkas Ruben, yang berharap diskusi ini tidak memperumit situasi.

Langkah Selanjutnya: Upaya Mencari Solusi dalam Perdebatan Nafkah

Sebagai bagian dari Key Issue ini, Ruben Onsu dan Sarwendah sedang mencari jalan keluar untuk menyelesaikan perselisihan mereka. Pihak keluarga juga terlibat dalam mediasi agar konflik ini tidak berlarut. Wendy Lo, adik Sarwendah, dalam beberapa kesempatan sebelumnya menegaskan bahwa ia hanya ingin memberikan masukan tentang sistem nafkah, bukan menyalahkan Ruben secara pribadi. Meski demikian, pernyataannya tetap memicu respons dari Ruben yang merasa perlu menjelaskan keputusannya.

Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi cerminan dari Key Issue yang sering muncul dalam kasus perceraian. Masalah nafkah tidak hanya mengenai uang, tetapi juga tentang keterlibatan emosional dan komitmen terhadap anak. Kedua pihak sepakat bahwa prioritas utama adalah kebaikan anak, meskipun pendekatan mereka berbeda. Dengan demikian, Key Issue ini menjadi ajang untuk mengungkap perbedaan perspektif dalam mengelola kehidupan keluarga setelah perceraian.

Leave a Comment