Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Keluhan Ruben Onsu: Biaya Anak Dipenuhi Klien Kami
Key Discussion – Isu perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah, setelah keputusan perceraian mereka, kembali memperoleh sorotan publik. Masalah utama yang diangkat kini adalah tanggung jawab dalam pemenuhan nafkah anak dan biaya pemeliharaan untuk putra-putri mereka. Beberapa waktu lalu, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyebutkan kesulitan dalam menjenguk anak-anak. Ia juga mengungkapkan bahwa putra-putrinya semakin dekat dengan Sarwendah saat ini, yang menyebabkan ketegangan di antara mereka. Dalam Key Discussion ini, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, memberikan klarifikasi untuk menanggapi keluhan Ruben.
Klarifikasi dari kuasa hukum Sarwendah menyatakan bahwa biaya pemeliharaan anak-anak telah ditentukan secara jelas dalam akta perjanjian perceraian. “Pemenuhan biaya untuk anak-anak telah sesuai dengan kesepakatan bersama, dan klien kami tetap memenuhi tanggung jawab tersebut,” jelas Chris Sam Siwu. Menurutnya, dari akhir 2025 hingga saat ini, Sarwendah dan kliennya terus menjalankan tugas dalam mendanai kebutuhan sehari-hari anak-anak, termasuk pendidikan dan kesehatan. Pernyataan ini berusaha membantah tuduhan Ruben yang menyebutkan bahwa kewajibannya dianggap lebih berat dari kesepakatan awal.
Detail Perjanjian Pemeliharaan Anak dalam Perceraian
Kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa pembagian tanggung jawab nafkah diatur secara proporsional dalam dokumen resmi. Mereka menyebutkan bahwa komunikasi sebelum penandatanganan perjanjian telah menyepakati pembagian biaya yang adil, berdasarkan kemampuan finansial masing-masing pihak. “Klien kami tidak hanya memenuhi biaya nafkah, tetapi juga menanggung biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak secara berkala,” tambah Abraham Simon. Hal ini menunjukkan bahwa Sarwendah dan tim hukumnya telah menjalankan komitmen mereka dengan penuh tanggung jawab.
“Dalam Key Discussion ini, fakta bahwa biaya pemeliharaan anak-anak terus dipenuhi oleh klien kami, termasuk biaya les, sekolah, dan perawatan medis, menjadi bukti kesepakatan yang jelas dan berimbang,” ujar Chris Sam Siwu, dikutip Tribunnews dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (31/5/2026).
Klarifikasi tersebut menanggapi pernyataan Ruben Onsu yang mengungkapkan bahwa ia merasa dilecehkan oleh pengelolaan biaya nafkah yang dianggap lebih ketat. Menurutnya, biaya pemeliharaan yang diatur dalam perjanjian membebani pendapatan pribadinya. Namun, kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa biaya tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama, dan mereka telah menjalankannya secara konsisten sejak berlakunya akta perceraian. Ini menunjukkan bahwa pembagian tugas dalam menjaga kebutuhan anak-anak diatur secara rapi dalam proses hukum.
Peran Media dalam Memicu Kontroversi
Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya juga dipengaruhi oleh faktor media. Ruben menegaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak dianggap tidak efektif, sehingga ia memilih menyampaikan keluhannya secara terbuka. Dalam Key Discussion terkini, ia menyebutkan bahwa pengelolaan biaya nafkah oleh Sarwendah terkesan membatasi aksesnya ke anak-anak. “Kenapa harus ramai di media, jika bisa saja berkomunikasi melalui WhatsApp?” tanyanya, menunjukkan kekecewaannya terhadap cara pemenuhan kewajiban nafkah yang dianggap lebih formal.
Tim kuasa hukum Sarwendah merespons dengan mengatakan bahwa penggunaan media dalam Key Discussion ini tidak hanya untuk mengungkapkan keluhan, tetapi juga sebagai upaya transparansi. Mereka menekankan bahwa biaya pemeliharaan anak-anak dianggap sebagai prioritas, sehingga tidak bisa dipandang remeh. Dengan adanya pengelolaan yang terstruktur, mereka berargumen bahwa Sarwendah tetap menjalankan peran sebagai ibu dan pengasuh anak secara optimal.
Kontroversi ini menarik perhatian publik yang terus memantau perkembangan persel
