Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, Hadi Tjahjanto: Saya Kehilangan Sosok Bapak
Historic Moment – Dalam historic moment yang menyayat hati, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, mantan Panglima TNI, mengungkapkan rasa kehilangan terhadap sosok Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI. Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan ziarah ke rumah duka yang terletak di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (31/5/2026) malam.
Ryang meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 14.03 WIB, setelah beberapa waktu mengalami penurunan kesehatan. Meski kondisi fisiknya memburuk, Ryamizard tetap aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk menjaga hubungan dengan para prajurit di bawah komandonya. Dalam pernyataannya, Hadi menekankan bahwa Ryamizard adalah seorang tokoh yang tak hanya dihormati, tetapi juga menjadi panutan dalam historic moment kariernya di lingkungan militer.
“Pada historic moment ini, saya merasa kehilangan seorang bapak, seorang senior, dan seorang tokoh yang benar-benar memberikan inspirasi bagi generasi muda prajurit seperti saya,” kata Hadi.
Pelatih dan pelindung generasi muda militer ini dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas negara. Sejak menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan hingga menjadi Panglima TNI, Ryamizard selalu berusaha membangun semangat dan komitmen dalam setiap kesempatan. Bahkan di tengah kondisi kesehatannya yang tidak stabil, ia tetap hadir dalam acara penting, seperti menggunakan kursi roda untuk berpartisipasi.
“Meski beliau sering menggunakan kursi roda, beliau selalu berusaha hadir dalam setiap undangan. Dan dalam setiap pertemuan, beliau memberikan pesan untuk tetap menjaga semangat dalam membina prajurit juniornya,” tutur Hadi.
Profil dan Perjalanan Karier Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu lahir pada 24 Desember 1949 di Tangerang. Ia memulai kariernya dalam militer sejak dini dan berkembang menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah pertahanan Indonesia. Pada 10 Oktober 2014, Ryamizard dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertahanan, jabatan yang ia emban hingga 2019. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodam (KSAD) serta berbagai posisi strategis di dalam institusi militer.
Ryang dikenal sebagai sosok yang selalu berupaya memperkuat solidaritas dan kesatuan prajurit. Dalam historic moment kariernya, ia menjadi pelopor dalam reformasi struktur kekuatan militer Indonesia. Kepemimpinannya menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap peningkatan kualitas pertahanan negara. Penyakit yang dideritanya tidak menghalangi semangatnya untuk terus berkontribusi, bahkan hingga hari-hari terakhir.
Kegiatan dan Sosok yang Diingat
Kunjungan Hadi Tjahjanto ke rumah duka menunjukkan penghargaan tinggi terhadap Ryamizard. Banyak prajurit dan rekan kerja merasa kehilangan seorang senior yang selalu membawa semangat kegiatan sosial dan berbagai inisiatif untuk memperkuat identitas nasional. Suasana rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Bogor, tetap ramai hingga malam hari, dengan banyak pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Ryang meninggal dunia dalam usia 76 tahun, meninggalkan warisan yang akan dikenang dalam historic moment kehidupan bangsa. Kepemimpinannya di berbagai posisi militer dan politik mencerminkan dedikasinya terhadap tugas negara. Dalam beberapa tahun terakhir, ia tetap aktif dalam berbagai acara dan konsultasi, membuktikan bahwa kekuatan mental dan semangatnya tidak pernah padam.
