Nasional

Rekam Jejak Nanik S Deyang – Kepala Badan Gizi Nasional Baru, Timses Prabowo pada Pilpres 2019

: Kepala Badan Gizi Nasional Baru, Timses Prabowo pada Pilpres 2019 Rekam jejak Nanik S Deyang memperlihatkan seorang tokoh yang telah menorehkan kontribusi

Desk Nasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Rekam Jejak Nanik S Deyang: Kepala Badan Gizi Nasional Baru, Timses Prabowo pada Pilpres 2019

Rekam jejak Nanik S Deyang memperlihatkan seorang tokoh yang telah menorehkan kontribusi nyata di bidang kesehatan dan gizi nasional. Pada Selasa (2/6/2026), Presiden RI Prabowo Subianto melakukan penyesuaian susunan kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala badan. Pergantian ini menandai kembalinya tokoh yang pernah aktif dalam tim sukses Prabowo pada Pilpres 2019, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat fokus pada isu kesejahteraan masyarakat. Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewyk Pusung serta Soni Sanjaya, diberhentikan dari posisi masing-masing, sementara Nanik S Deyang kini menempati jabatan strategis. Perubahan ini diumumkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta.

Peran Nanik S Deyang dalam Pemimpinan BGN Baru

Rekam jejak Nanik S Deyang memperlihatkan pengalaman luas dalam memimpin program kebijakan gizi. Sebelum menjabat sebagai kepala BGN, ia telah berkiprah sebagai wakil kepala badan sejak 2024 dan juga pernah mengisi posisi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan hingga 17 September 2025. Kini, dengan menjadi kepala BGN, Nanik S Deyang diharapkan mampu mengarahkan program-program kesehatan ke arah yang lebih terarah, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah kenaikan harga bahan makanan. Pemimpin BGN yang baru ini juga menjadi bagian dari tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, memperkuat hubungan antara kinerja BGN dan strategi kampanye politik.

“Rekam jejak Nanik S Deyang telah terbukti dalam berbagai posisi strategis di pemerintahan,” terang Prasetyo Hadi, yang mengumumkan perubahan ini. “Ia dianggap mampu menyelaraskan visi kebijakan antara pemerintah dan tim penasihat kabinet.”

Sejarah Karier dan Pengalaman Nanik S Deyang

Dikutip dari laman resmi bgn.go.id, Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Seorang pakar gizi dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di berbagai lembaga pemerintah, Nanik S Deyang pernah menjabat sebagai kepala seksi di Badan Kesehatan Nasional sebelum menempati posisi wakil kepala BGN. Kini, dengan menempati jabatan kepala, ia akan fokus pada reformasi struktur kebijakan gizi, termasuk memperkuat peran BGN dalam mengurangi angka stunting dan memastikan akses makanan bergizi bagi populasi rentan. Rekam jejak Nanik S Deyang dalam proyek-proyek nasional membuktikan bahwa ia dianggap layak menjadi figur utama di bidang kesehatan masyarakat.

Dalam kaitannya dengan Pilpres 2019, Nanik S Deyang telah terlibat secara aktif dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan. Sebagai anggota tim sukses Prabowo, ia berperan dalam menyebarluaskan program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga, termasuk keterlibatan dalam kampanye “Kesehatan untuk Indonesia Maju”. Rekam jejak Nanik S Deyang dalam peran tersebut menjadi alasan utama mengapa ia dipilih kembali sebagai kepala BGN, dianggap memiliki kapasitas untuk mengintegrasikan isu kesehatan dalam kebijakan nasional.

Struktur Pemimpinan Baru BGN

Rekam jejak Nanik S Deyang juga terlihat dalam penyesuaian struktur BGN yang baru. Selain Nanik, perubahan susunan ini melibatkan pengangkatan Mayjen Eddy Trenggono sebagai salah satu wakil kepala, serta Agustina Arumsari yang ditempatkan sebagai wakil kepala BGN lainnya. Agustina, seorang pakar audit keuangan, akan membantu penyebaran kebijakan gizi melalui pendekatan keuangan dan pemantauan kinerja. Struktur ini dirancang untuk menyeimbangkan keahlian teknis dengan keterlibatan dalam strategi kebijakan nasional, sehingga Rekam jejak Nanik S Deyang bisa terus diandalkan dalam pengambilan keputusan.

Rekam jejak Nanik S Deyang sebelumnya mencakup peran sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit, bagian dari Kompas Gramedia, serta pengalaman dalam pemimpinan media di Kelompok Media Peluang (KMP). Dengan kombinasi pengalaman di bidang gizi, media, dan politik, ia dianggap memiliki kapasitas untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan agenda pemerintah. Peran baru sebagai kepala BGN ditempatkan dengan harapan ia dapat meningkatkan efektivitas program pemerintah dalam mencapai target kebijakan gizi yang telah ditetapkan, terutama dalam memperkuat kerja sama antarlembaga.

Kontribusi Nanik S Deyang pada Kebijakan Gizi Nasional

Rekam jejak Nanik S Deyang dalam kebijakan gizi nasional telah membuktikan kemampuan mengelola proyek-proyek besar. Ia pernah menjadi bagian dari tim yang merancang program peningkatan konsumsi makanan bergizi di daerah-daerah terpencil, serta mengkoordinasikan kerja sama dengan organisasi internasional dalam upaya pengentasan stunting. Dengan menjabat sebagai kepala BGN, Nanik S Deyang diharapkan bisa meneruskan pendekatan tersebut, dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Kehadirannya dalam struktur BGN juga menjadi penegas bahwa isu kesehatan tetap menjadi prioritas dalam reformasi pemerintahan.

Sebagai bagian dari tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, Nanik S Deyang telah terlibat langsung dalam menyusun strategi kampanye yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Perannya dalam proyek penguatan gizi tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga berupa program sosial yang berdampak langsung ke masyarakat. Dengan menggabungkan pengalaman profesional di BGN dan kemampuan komunikasi sebagai jurnalis, Nanik S Deyang ditempatkan sebagai figur yang mampu menghubungkan isu kebijakan dengan kebutuhan warga. Ini menjadi keunikan Rekam jejak Nanik S Deyang yang selama ini diakui oleh berbagai lembaga dan pihak terkait.

“Rekam jejak Nanik S Deyang dalam menangani masalah gizi memberi kepercayaan bahwa ia bisa menjadi pilar utama dalam mengarahkan BGN ke arah yang lebih efektif,” pungkas Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kebijakan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru yang diangkat, BGN diharapkan mampu menjawab tantangan mendesak dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rekam jejak Nanik S Deyang dalam berbagai posisi akan menjadi dasar keberhasilan pengelolaan program-program kesehatan dan gizi nasional, terutama dalam mendukung visi Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan. Pemimpin baru ini ditempatkan dengan penyesuaian yang cermat, menggabungkan kualifikasi teknis dan kemampuan kepemimpinan yang berpengaruh. Dengan langkah ini, Rekam jejak Nanik S Deyang akan terus menjadi pilar kebijakan nasional yang relevan dalam menghadapi isu-isu kritis zaman sekarang.

Leave a Comment