Nasional

Key Strategy: Menhan Sjafrie Beri Arahan kepada 1.764 ASN Peserta Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Memberikan Arahan kepada 1.764 ASN Peserta Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma Key Strategy - Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Menteri

Desk Nasional
Published Juni 3, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Memberikan Arahan kepada 1.764 ASN Peserta Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma

Key Strategy – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI), Sjafrie Sjamsoeddin, menghadiri acara penyampaian arahan kepada 1.764 peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Acara tersebut berlangsung di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (3/6/2026). Sjafrie menegaskan bahwa program ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kemampuan bela negara yang dimiliki oleh seluruh warga negara.

Harapan Rakyat sebagai Penunjang Kekuatan Nasional

Dalam sambutannya, Sjafrie menekankan bahwa kesempatan mengikuti Latsarmil bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dari rakyat kepada ASN. “Ini adalah harapan rakyat. ASN yang mendapat kesempatan untuk berlatih dasar militer ini adalah bentuk kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka,” ujarnya. Menurutnya, kehadiran para peserta Komcad menunjukkan komitmen warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Maka rakyat meminta tanggung jawab kepada para ASN yang sebentar lagi akan menjadi perwira komponen cadangan untuk ikut tampil bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari komponen utama yang mampu menghadapi tantangan masa depan bangsa Indonesia,” tambah Sjafrie.

Biaya Pelatihan Dibiayai oleh Negara

Sjafrie juga mengingatkan bahwa pelatihan Komcad ASN dibiayai melalui dana yang dikeluarkan oleh negara, sehingga peserta memiliki kewajiban untuk merespons kepercayaan tersebut saat Indonesia menghadapi gangguan atau ancaman. “Kita menggunakan biaya yang diberikan oleh rakyat untuk melatih ASN agar mereka bisa menjadi kekuatan bela negara yang dapat diandalkan di masa mendatang,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa setiap peserta Komcad harus memahami bahwa tanggung jawab mereka adalah menjawab harapan masyarakat.

“Perubahan ini bukan karena kamu dilatih militer, tapi kamu dilatih bela negara. Bela negara itu adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara,” tegas Menhan Sjafrie.

Menurut Sjafrie, pelatihan yang diberikan kepada ASN tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga membentuk mentalitas serta karakter sebagai bagian dari kekuatan bela negara. “Komcad ASN menjadi tulang punggung dalam situasi darurat, sehingga pelatihan ini tidak hanya tentang kemiliteran, tetapi juga tentang kesadaran akan tanggung jawab seorang warga negara,” lanjutnya.

Program Komcad sebagai Bentuk Kemitraan Nasional

Komcad, yang merupakan komponen cadangan militer Indonesia, memiliki peran strategis dalam memperkuat pertahanan negara. Peserta program ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk guru, pegawai negeri sipil, dan pekerja di sektor publik. Mereka dianggap sebagai sumber daya manusia yang dapat diandalkan jika kondisi darurat membutuhkan dukungan tambahan dari kekuatan militer.

Program Komcad bersifat sukarela, di mana warga sipil yang mendaftar dan lolos seleksi akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama beberapa minggu. Tujuan utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan seperti kesadaran keamanan, kemampuan mengoperasikan senjata, dan ketaatan terhadap aturan militer. “Dengan demikian, Komcad tidak hanya memperkuat TNI, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa,” ujar Sjafrie.

Peran ASN dalam Menjaga Kekuatan Pertahanan

Menhan Sjafrie menyoroti bahwa perubahan yang dialami peserta Komcad selama latihan tidak hanya berasal dari pembelajaran teknis, tetapi juga dari penanaman rasa nasionalisme dan patriotisme. Ia menekankan bahwa selain menjadi penguasa kekuatan bela negara, Komcad ASN juga diharapkan dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat. “Mereka tidak hanya menjadi pelindung negara, tetapi juga menjadi contoh yang baik bagi masyarakat umum dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

Di sisi lain, Sjafrie meminta para peserta Komcad untuk bersiap menjadi bagian dari komponen cadangan yang siap dimobilisasi dalam kondisi kritis. “Dengan adanya Komcad ASN, kita memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas keamanan di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, ekonomi, dan sosial,” paparnya. Ia juga menyebutkan bahwa latihan ini bertujuan untuk menghasilkan generasi muda yang mampu menjawab berbagai ancaman yang mungkin muncul di masa depan.

Sebagai penutup, Sjafrie menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya untuk memperkuat kemampuan fisik, tetapi juga untuk membangun karakter bela negara yang kuat. “Melalui Komcad, ASN tidak hanya menjadi pelayan negara, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan pertahanan yang bersifat kolektif,” ujarnya. Harapan tersebut menjadi semangat bagi para peserta yang turut serta dalam program ini.

Pelatihan untuk Menghasilkan Generasi yang Tangguh

Dalam wawancara tambahan, Sjafrie mengungkapkan bahwa latihan Komcad tidak hanya menghadirkan kemampuan militer, tetapi juga membangun ketaatan dan rasa tanggung jawab terhadap negara. “Ini adalah langkah awal untuk membentuk generasi muda yang mampu berperan aktif dalam pertahanan Indonesia,” katanya. Ia berharap para peserta dapat menjadi pilar kekuatan nasional yang mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul di masa depan.

Komcad tidak hanya berdampak pada kemampuan individu peserta, tetapi juga pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat. Dengan adanya program ini, setiap warga negara diingatkan bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama, dan ASN memiliki peran yang penting dalam menjaga keutuhan bangsa. “Dengan menjadi Komcad, mereka siap untuk menjawab berbagai ancaman yang mungkin mengancam kestabilan dan kesejahteraan Indonesia,” pungkas Sjafrie.

Leave a Comment