Nasional

Meeting Results: Di Hadapan Taruna Akmil Menko Polkam Cerita Kesamaan Hobi Membaca Presiden Prabowo dan SBY

Meeting Results: Prabowo dan SBY Berbagi Kesamaan Hobi Membaca di Akmil Meeting Results - Dalam sebuah meeting results yang berlangsung di Akmil Magelang

Desk Nasional
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Meeting Results: Prabowo dan SBY Berbagi Kesamaan Hobi Membaca di Akmil

Meeting Results – Dalam sebuah meeting results yang berlangsung di Akmil Magelang, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, membagikan cerita menarik tentang kesamaan hobi membaca antara dua tokoh nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Acara ini menjadi momen penting untuk menyoroti bagaimana kebiasaan membaca berperan dalam membentuk pemimpin yang berpikir kritis dan terbuka. Menko Polkam menyampaikan bahwa hobi ini bukan sekadar kegiatan pribadi, tetapi juga alat untuk memperkaya wawasan dalam dunia politik dan keamanan.

Konteks Pertemuan dan Pesan Penting

Kunjungan Menko Polkam ke Akmil Magelang tidak hanya sekadar interaksi langsung dengan taruna, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan literasi di kalangan prajurit. Dalam meeting results ini, Djamari menekankan bahwa membaca adalah kunci untuk memahami dinamika sosial, sejarah, dan permasalahan strategis. Ia mengatakan, “Seorang perwira harus terus belajar, dan membaca adalah cara paling efektif untuk mengeksplorasi berbagai bidang ilmu.” Pesan ini disampaikan dengan penuh semangat, mengingatkan para taruna bahwa literasi bukan hanya untuk akademik, tetapi juga untuk kehidupan bermasyarakat dan berpolitik.

“Di medan operasi, SBY tetap memprioritaskan membaca. Meski harus berada di garis depan, beliau sering menerima buku dari belakang melalui ransel yang dibawanya,”

kata Djamari dalam sesi diskusi yang dihadiri ratusan taruna. Cerita ini menunjukkan bagaimana kebiasaan membaca bisa dijaga bahkan dalam situasi yang paling intens. “SBY tidak pernah membiarkan kegiatan ini tergantung pada kondisi lapangan. Ia merasa bahwa membaca adalah bagian dari kesiapan mental prajurit,” tambahnya.

Perpustakaan Presiden Prabowo di Akmil

Di sisi lain, Menko Polkam juga menyebutkan keterlibatan Presiden Prabowo Subianto dalam mempromosikan kebiasaan membaca. Ia menjelaskan bahwa di kediaman Prabowo terdapat perpustakaan yang cukup luas, hampir menempati satu lantai. Dalam meeting results tersebut, Djamari mengungkapkan bahwa sekitar 80% dari koleksi buku di perpustakaan Presiden Prabowo terkait sejarah perang, sementara 15% berisi materi ekonomi dan sisanya mencakup ilmu-ilmu penunjang lainnya. “Prabowo memang memiliki kecenderungan membaca buku-buku yang menyentuh dinamika kehidupan politik dan sosial,” ujarnya.

“Di tengah kegiatan luar biasa, Prabowo tetap menyisihkan waktu untuk membaca. Buku-buku itu sering kali menjadi sumber inspirasinya dalam pengambilan keputusan,”

lanjut Djamari. Ia menambahkan bahwa Prabowo dan SBY memiliki gaya berbeda dalam mengekspresikan hobi ini, tetapi tujuannya sama: memperkaya wawasan dan memperkuat kemampuan analitis. “Kedua tokoh ini saling melengkapi. SBY lebih fokus pada sejarah dan geopolitik, sementara Prabowo mengutamakan studi tentang pertempuran dan strategi,” pungkas Menko Polkam.

Manfaat Literasi bagi Prajurit

Dalam meeting results yang berlangsung dua hari setelah pertemuan di Akmil, Djamari juga menyampaikan bahwa membaca membantu prajurit dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis adalah bagian tak terpisahkan dari menjadi seorang perwira yang tangguh. “Ketika kamu menjadi kapten, wawasanmu harus lebih luas dari seorang letnan. Membaca adalah jembatan untuk mencapai itu,” katanya.

Menko Polkam mengajak para taruna untuk tidak hanya mengikuti kegiatan di Akmil, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang teratur. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas seorang perwira tidak hanya diukur dari kemampuan fisik, tetapi juga dari kemampuan berpikir dan memahami masalah yang lebih kompleks. “Tanda pangkat adalah simbol komitmen. Jadi, semakin tinggi pangkatmu, semakin tinggi pula tingkat literasimu,” tambahnya. Pesan ini dipercaya akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembentukan generasi muda militer yang cakap.

“Dalam dunia politik dan keamanan, literasi adalah senjata terbaik. Dengan membaca, prajurit bisa memahami banyak hal yang tidak terlihat dari permukaan,”

kata Djamari menutup sesinya. Ia menegaskan bahwa meeting results ini adalah langkah awal dalam menggali potensi kebiasaan membaca untuk kepentingan nasional. “Kita harus melibatkan seluruh elemen militer dalam mengasah kemampuan literasi, karena ini adalah aset yang tidak tergantikan,” pungkasnya.

Leave a Comment