Nasional

Visit Agenda: Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Gelar Nonton Bareng Film Ghost in the Cell

PDIP Gelar Nobar Film Ghost in the Cell untuk Peringati Bulan Bung Karno Visit Agenda – Bulan Bung Karno, yang dirayakan sebagai momen penting untuk mengenang

Desk Nasional
Published Juni 7, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

PDIP Gelar Nobar Film Ghost in the Cell untuk Peringati Bulan Bung Karno

Visit Agenda – Bulan Bung Karno, yang dirayakan sebagai momen penting untuk mengenang peran tokoh proklamasi kemerdekaan, diisi oleh PDIP melalui program Visit Agenda yang menghadirkan film dokumenter “Ghost in the Cell” di Jakarta. Acara nonton bareng (nobar) ini dilaksanakan di bioskop Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (7/6/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan semangat revolusi yang diwariskan oleh Soekarno.

Momen Peringatan yang Diisi Karya Seni Lokal

Acara tersebut dibuka dengan konferensi pers yang dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala BKN PDIP Once Mekel, serta artis dan pembicara seperti Krisdayanti dan Aming Supriatna Sugandhi. Dalam sambutannya, Once Mekel menekankan bahwa Visit Agenda adalah wadah untuk menjaga relevansi ide-ide Bung Karno di era modern. “Film ini menjadi cerminan dari perjuangan bangsa, yang selalu relevan untuk menginspirasi generasi muda,” ujarnya.

“Bung Karno pernah mengatakan bahwa kebudayaan adalah fondasi bagi persatuan bangsa. Melalui Visit Agenda, kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menciptakan karya yang tidak hanya lokal tetapi juga internasional,” tambah Once Mekel.

Pemutaran film ini juga dimaksudkan untuk menggali makna sejarah melalui perspektif seni. “Ghost in the Cell” dirasa cocok karena menggambarkan perjuangan intelektual dan politik dalam konteks kehidupan sehari-hari, sesuai dengan visi Bung Karno yang menggabungkan keterlibatan masyarakat dalam bangsa.

Prestasi Global Film “Ghost in the Cell”

Rano Karno dalam kesempatan itu juga mengapresiasi pencapaian film “Ghost in the Cell” yang berhasil menjangkau 148 negara. “Sejak 16 April, film ini telah menarik hampir 4 juta penonton di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa karya Indonesia mampu bersaing dalam kancah global,” katanya. Pemutaran film ini menjadi salah satu rangkaian Visit Agenda yang menyebar ke berbagai lokasi strategis, seperti Museum Multatuli, untuk memperkaya pengalaman audiens.

“Kebudayaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan film ini membuktikan bahwa kita bisa menyampaikan pesan nasionalisme melalui kisah yang bermakna,” ujar Rano Karno.

PDIP juga menggandeng Komunitas Kulturanesia dalam mengisi acara ini. Sebagai organisasi yang bergerak dalam memajukan seni dan budaya, Kulturanesia berperan aktif dalam memperkenalkan karya-karya lokal yang selaras dengan semangat Visit Agenda dan peringatan ke-118 tahun kelahiran Soekarno.

Sebagai bagian dari Visit Agenda, acara nobar ini tidak hanya sekadar menonton film, tetapi juga sebagai sarana dialog antara generasi muda dan sejarah. Peserta acara diberi kesempatan untuk berdiskusi setelah tayangan, sehingga memperkaya pemahaman tentang peran Bung Karno dalam membangun identitas nasional. “Kami ingin memastikan bahwa pesan film ini mencapai seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan yang mungkin belum familiar dengan sejarah proklamasi,” kata Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, yang turut hadir sebagai penonton.

Dengan durasi 1 jam 40 menit, film “Ghost in the Cell” menggambarkan upaya mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan modern. Penceritaan yang penuh makna ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi semangat proklamasi kemerdekaan. Visit Agenda dalam konteks ini menjadi jembatan antara nostalgia sejarah dan inovasi kreatif, yang terus berkembang di bawah naungan PDIP.

Leave a Comment