Bisnis

Key Issue: Harga Pertamax Naik, Sebagian Pemilik Mobil Tetap Beli karena Regulasi dan Kebutuhan

tamax Harga Naik, Pemilik Mobil Tetap Beli karena Regulasi Key Issue dalam dunia bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan setelah harga Pertamax

Desk Bisnis
Published Juni 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Pertamax Harga Naik, Pemilik Mobil Tetap Beli karena Regulasi

Key Issue dalam dunia bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan pada 10 Juni 2026. Meski kenaikan ini membebani pengguna mobil, sejumlah pemilik kendaraan tetap memilih produk ini karena keterbatasan pilihan dan kebijakan regulasi yang berlaku. Perubahan harga BBM nonsubsidi ini memengaruhi keputusan konsumen, terutama bagi yang tidak memiliki akses ke bahan bakar alternatif. Pertamina, sebagai penyedia utama BBM, mencatat bahwa kenaikan harga adalah langkah wajib untuk menyesuaikan dengan fluktuasi harga global dan kebutuhan pasar.

Key Issue: Ketidakpuasan Pengguna MPV Terhadap Kenaikan Harga

Banyak pemilik mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) mengeluhkan dampak kenaikan harga Pertamax. Yudha, salah satu pengguna, mengungkapkan bahwa ia tetap membeli Pertamax meski harganya naik karena mobilnya tidak kompatibel dengan Pertalite. “Key Issue ini terasa lebih jelas di tengah kenaikan harga Pertamax,” kata Yudha saat berada di SPBU Pertamina Kemang Raya, Jakarta Selatan. Ia menyebutkan bahwa meskipun biaya operasional naik, kebutuhan penggunaan bahan bakar tetap harus dipenuhi karena tidak ada pilihan lain.

“Key Issue ini membuat biaya harian saya lebih berat, tapi tidak bisa menghindari Pertamax,” ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax juga memicu kekhawatiran terhadap kenaikan biaya kebutuhan pokok. Yudha berharap pemerintah segera menyesuaikan formula harga agar beban masyarakat tidak terlalu berat. Menurutnya, kenaikan harga ini memengaruhi keputusan belanja sehari-hari, terutama bagi pengguna mobil yang mengandalkan BBM nonsubsidi untuk operasional harian.

Key Issue: Stabilitas Anggaran BBM bagi Pengusaha

Di sisi lain, seorang pebisnis yang juga pemilik mobil mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak secara signifikan mengganggu pola belanjanya. “Key Issue ini tampaknya tidak mengurangi kebiasaan saya menggunakan mobil, karena volume penggunaan tetap stabil,” terang Hari, warga Jakarta Selatan. Menurutnya, pengeluaran untuk bahan bakar tidak berubah meskipun harganya meningkat.

“Key Issue ini membuat saya lebih memperhatikan pengeluaran lain, tapi BBM tetap prioritas,” tambah Hari.

Perubahan harga BBM ini juga diakui oleh Hari sebagai bagian dari kebijakan regulasi yang tidak bisa dihindari. Ia menilai bahwa meskipun harga naik, kebutuhan mobil sebagai alat transportasi tetap menjadi prioritas. Hari juga mengatakan bahwa pemerintah perlu memastikan kenaikan harga ini tidak terlalu berat untuk masyarakat umum.

Key Issue: Pertamina Patra Niaga Jelaskan Alasan Kenaikan Harga

PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah evaluasi berkala dan koordinasi dengan regulator. Corporate Secretary Pertamina, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini mengacu pada Key Issue yang diatur melalui formula harga nasional. “Key Issue ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan harga global dan kebutuhan perekonomian,” jelas Roberth.

“Key Issue ini adalah bagian dari kebijakan harga BBM yang diatur oleh pemerintah,” kata Roberth.

Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax RON 92 sebesar Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp17.000 per liter merupakan langkah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan pendapatan perusahaan. Sementara Pertamax Turbo RON 98 tetap dijual dengan harga Rp20.750 per liter, sedangkan Dexlite CN 51 dan Pertamina Dex CN 53 tidak mengalami kenaikan harga.

Key Issue: Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan harga Pertamax menjadi salah satu Key Issue yang terasa langsung oleh masyarakat. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi pengguna mobil pribadi, tetapi juga memberi tekanan pada transportasi umum dan bisnis yang bergantung pada BBM. Dengan harga yang meningkat, pengguna wajib menghitung ulang anggaran harian mereka. Namun, menurut Roberth, kenaikan ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga ketersediaan BBM dalam jumlah yang cukup.

“Key Issue ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja industri BBM secara keseluruhan,” tambah Roberth.

Sejumlah analis menilai bahwa kenaikan harga Pertamax adalah refleksi dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Dengan Key Issue ini, Pertamina diharapkan bisa memenuhi target penjualan yang tetap harus dipertahankan meskipun ada tekanan dari konsumen. Meski demikian, penyesuaian harga ini juga memicu diskusi mengenai dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Key Issue: Upaya Pemerintah untuk Mengendalikan Harga BBM

Pemerintah telah berulang kali menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari Key Issue yang diatur melalui mekanisme formula harga. Formula ini berdasarkan pertimbangan antara biaya produksi, inflasi, dan kebutuhan perekonomian. Meski demikian, pemerintah juga memastikan bahwa harga BBM tetap terjangkau bagi sebagian besar masyarakat, terutama melalui subsidi yang diberikan kepada sejumlah kelompok tertentu.

“Key Issue ini adalah keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan kebutuhan masyarakat,” ujar salah satu pejabat pemerintah.

Dalam konteks ini, kenaikan harga Pertamax dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi. Meski ada keluhan dari pengguna mobil, pemerintah berharap kenaikan ini tidak berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari. Selain itu, Key Issue ini juga diharapkan bisa mendorong inovasi dalam produksi dan distribusi BBM agar lebih efisien.

Sebagai langkah tambahan, Pertamina memberikan informasi lengkap tentang harga BBM per 10 Juni 2026. Berikut daftar harga jual BBM nonsubsidi yang berlaku di SPBU:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter → Rp16.250/liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900/liter → Rp17.000/liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750/liter (tetap)
  • Dexlite (CN 51): Rp23.000/liter (tetap

Leave a Comment