Regional

14 Orang Luka-luka Akibat Ledakan KMP Aceh Hebat 2 – Taruna Pelayaran Sedang Praktik di Ruang Mesin

14 Orang Luka Akibat Ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue 14 Orang Luka luka Akibat Ledakan - Satu kejadian ledakan mengerikan terjadi pada Jumat

Desk Regional
Published Juni 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

14 Orang Luka Akibat Ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue

14 Orang Luka luka Akibat Ledakan – Satu kejadian ledakan mengerikan terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, saat kapal motor penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Ledakan tersebut menewaskan dua anak buah kapal (ABK) dan melukai 12 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang menjalani praktik di ruang mesin. Total korban tercatat mencapai 14 orang, termasuk sejumlah penumpang lainnya yang terkena dampak langsung dari insiden ini.

Pelabuhan Ulee Lheue Jadi Titik Terjadinya Kecelakaan

KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu kapal feri yang secara rutin beroperasi antara Pelabuhan Ulee Lheue dan Pelabuhan Balohan, Sabang. Kapal ini berperan penting dalam melayani transportasi laut untuk kebutuhan komersial dan wisata di wilayah Aceh. Pada hari kejadian, kapal tiba di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 10:00 WIB setelah berlayar dari Sabang. Selama pendaratan, para taruna pelayaran dan ABK sedang melakukan pemeriksaan mesin, saat itulah ledakan tiba-tiba terjadi.

Korban yang terluka didominasi oleh mahasiswa Poltekpel Malahayati yang sedang menjalani praktik lapangan. Mereka terkena dampak dari ledakan yang berawal dari kebocoran komponen electro motor hydraulic di pintu sekat kamar mesin. Penyebab pasti masih dalam investigasi, tetapi pihak penyelidik menyebutkan kemungkinan kesalahan teknis dalam perawatan alat tersebut.

Kondisi Korban dan Upaya Evakuasi

Setelah ledakan terjadi, para korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menggunakan ambulans. Tim medis di tempat tersebut sedang menangani luka-luka yang diderita korban. Dalam penjelasannya, para korban mengalami cedera berbagai jenis, termasuk luka bakar ringan hingga sedang, serta trauma akibat tekanan ledakan.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, ledakan terdengar keras sebelum sejumlah kaca di bagian depan kapal pecah. Tidak ada penumpang yang terluka parah, tetapi kepanikan terlihat saat korban mengalami gangguan pernapasan akibat asap yang terbang ke ruang penumpang. Setelah itu, proses evakuasi berjalan cepat karena para penumpang segera memakai pelampung dan meninggalkan kapal.

Peran PT ASDP dalam Pengoperasian Kapal

KMP Aceh Hebat 2 dikelola oleh Pemerintah Aceh, tetapi operasionalnya dijalankan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang juga mengoperasikan kapal-kapal feri lainnya di wilayah tersebut. Seorang perwakilan manajemen PT ASDP, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut sedang diteliti lebih lanjut. “Kita sedang berkoordinasi dengan tim teknis untuk memastikan penyebab ledakan,” kata dia, seperti yang dilaporkan oleh Serambinews.com.

Dalam wawancara serupa, Andri juga menyebutkan bahwa kapal ini selama ini memiliki rekam jejak operasional yang baik. “Tidak ada laporan serupa sebelumnya,” ujarnya. Namun, ledakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan kapal dan prosedur pemeriksaan mesin yang dilakukan para taruna pelayaran. Pihak pengelola menjanjikan investigasi menyeluruh untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Dengan peningkatan jumlah korban hingga 14 orang, insiden ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin terhadap komponen mesin kapal. Para korban, termasuk mahasiswa Poltekpel, dilaporkan sedang menjalani proses penyembuhan di RSUDZA. Selain itu, para penumpang yang tidak terluka juga mengalami ketakutan dan kekacauan setelah kejadian tersebut.

Impak pada Operasional Pelayaran dan Keselamatan

Insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 memberi dampak signifikan terhadap layanan feri di Aceh. Pelayanan antar pelabuhan sementara terhambat, dan pihak terkait memperkirakan kapal akan menjalani inspeksi mendalam sebelum kembali beroperasi. Selain itu, insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi keselamatan para taruna pelayaran dan ABK dalam praktik di ruang mesin.

Menurut sumber di Dinas Perhubungan Aceh, kejadian ini memicu evaluasi terhadap standar keamanan kapal. “Kami memeriksa apakah ada pelanggaran prosedur selama pemeriksaan mesin,” ujar salah satu staf. Mereka juga menyoroti perlunya pelatihan tambahan bagi para taruna untuk menghadapi situasi darurat seperti ledakan. Dengan begitu, risiko kecelakaan dalam proses pembelajaran di laut dapat diminimalkan.

Sementara itu, masyarakat setempat dan pelaku pelayaran mengecam kejadian ini sebagai kecelakaan yang bisa dicegah. “14 Orang Luka luka Akibat kejadian yang tidak terduga, kita perlu lebih waspada,” tutur seorang warga Banda Aceh. Kejadian ini juga menarik perhatian media setempat dan pihak berwenang untuk mengusut tuntas penyebabnya.

Leave a Comment