Bisnis

Solution For: Qatula Angkat Derajat Bekatul Jagung, Sulap Pakan Ternak Jadi Brownies Sehat Kekinian

i Brownies Sehat Kekinian Solution For - Qatula mengusulkan solusi untuk mengubah bekatul jagung yang biasanya dianggap sebagai bahan pakan ternak menjadi

Desk Bisnis
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Qatula: Solusi Transformasi Bekatul Jagung Jadi Brownies Sehat Kekinian

Solution For – Qatula mengusulkan solusi untuk mengubah bekatul jagung yang biasanya dianggap sebagai bahan pakan ternak menjadi produk camilan sehat yang diminati masyarakat. Dengan inovasi dan kreativitas, Astu Danardana menciptakan brownies berbahan bekatul jagung yang tidak hanya enak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Solusi ini memberikan peluang baru bagi industri pangan lokal, menggabungkan sisa bahan pertanian dengan teknik pembuatan kue modern.

Awal Ide dari Kampus Yogyakarta

Solusi ini muncul dari ide Astu Danardana saat masih menempuh pendidikan di kampus swasta di Yogyakarta pada 2012. Bersama empat temannya, Astu menghadirkan Qatula sebagai gagasan kewirausahaan dalam sebuah kompetisi. Awalnya, bekatul jagung dianggap sebelah sebagai bahan tambahan, tetapi Astu melihat potensi untuk diolah menjadi makanan yang lebih bermakna. “Saya melihat kesempatan untuk mengubah sisa bahan pertanian menjadi sesuatu yang bisa dinikmati sehari-hari,” jelas Astu, saat wawancara dengan Tribunnews.com, Selasa (5/5/2026). Ide ini berkembang menjadi bisnis yang menawarkan kesehatan, kebersihan, dan inovasi.

Persiapan dan Tantangan Awal

Sejak awal, Astu menghadapi tantangan besar dalam merancang produk. Bekatul jagung membutuhkan proses pemrosesan yang tepat agar tidak memberikan rasa dan tekstur yang kurang menggembirakan. Solusi yang ditemukan mencakup penggunaan bahan tambahan alami serta teknik penekanan rasa yang unik. Meski dihadapkan pada kesulitan finansial dan kurangnya pengalaman, Astu tetap berpegang pada visi untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi konsumen. Dengan berjalannya waktu, hanya Astu yang tetap berkomitmen mengembangkan Qatula.

“Saya memulai dengan semangat, tetapi membutuhkan waktu untuk mengubah bekatul jagung menjadi sesuatu yang layak dikonsumsi,”

“Solusi ini tidak hanya untuk membuat brownies, tetapi juga untuk mengajarkan pentingnya daur ulang,”

Kembalinya Qatula Setelah Tahun Jeda

Bisnis Qatula sempat terhenti pada 2015 saat Astu fokus pada karier di dunia perbankan. Namun, rasa ingin menaikkan kelas bekatul jagung tetap menyala. Ia mempercayakan operasional sementara kepada keluarga, sementara dirinya mengeksplorasi ide-ide baru. Tahun 2021 menjadi titik balik ketika Astu di-PHK. “Setelah kehilangan pekerjaan, saya dan istri memutuskan untuk kembali menekuni Qatula,” ucapnya. Meski sempat mengalami hambatan karena cedera patah tulang bahu, usaha ini kini mulai stabil sejak awal 2023.

Qatula berkomitmen pada solusi yang berkelanjutan, terutama dalam memanfaatkan bahan-bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan menggabungkan bekatul jagung dan bahan-bahan alami, produknya tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga menyajikan nilai gizi yang tinggi. Brownies dari Qatula, misalnya, mengandung serat yang baik dan rendah gula, menjadikannya pilihan camilan yang sehat untuk berbagai kalangan.

Produk Beragam dan Kualitas Premium

Solusi dari Qatula terwujud dalam berbagai produk kue yang menarik. Selain brownies, merek ini juga menawarkan cookies dengan rasa original, keju, dan tanpa gula. Kue kering seperti putri salju, kastengel, nastar, serta kacang almond juga menjadi bagian dari koleksi. Untuk cake basah, Qatula menyediakan opsi tanpa gluten yang cocok bagi penderita intoleransi karbohidrat. Harga produk mulai dari Rp14.000 hingga Rp40.000, tergantung jenis dan berat kemasan, menjadikan Qatula sebagai pilihan yang terjangkau tetapi berkualitas.

Qatula terus mengeksplorasi inovasi untuk menambah nilai produknya. Penggunaan bahan alami dan proses pengolahan yang ramah lingkungan menjadi ciri khas dari merek ini. Solusi yang ditawarkan bukan hanya sekadar mengubah bentuk, tetapi juga memperkenalkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memanfaatkan bahan-bahan daur ulang. Astu berharap Qatula dapat menjadi contoh nyata bagaimana sisa pertanian bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan sehat.

Masa Depan Qatula: Harapan dan Perkembangan

Seiring waktu, Qatula semakin dikenal karena solusinya yang unik. Astu berharap keberhasilan ini dapat memotivasi lebih banyak pelaku usaha untuk mengeksplorasi bahan-bahan lokal dengan cara yang kreatif. “Solusi ini adalah awal dari perubahan kecil, tetapi berdampak besar,” katanya. Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Qatula menjadi solusi yang patut dicoba bagi pecinta makanan sehat dan berkelanjutan. Pengalaman Astu menunjukkan bahwa even dengan tantangan, inovasi bisa menjadi jalan untuk membangun bisnis yang berarti.

Leave a Comment