Bisnis

Special Plan: Kemenperin Dampingi IKM Sukabumi Kembangkan Mesin Pengolahan Pangan

rin Dampingi IKM Sukabumi Perkuat Pengolahan Pangan Special Plan menjadi fokus utama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam meningkatkan daya saing

Desk Bisnis
Published Juli 20, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com

Kemenperin Dampingi IKM Sukabumi Perkuat Pengolahan Pangan

Beritahitam.com – Menjadi fokus utama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pendampingan pengembangan mesin pengolahan pangan untuk IKM Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka mengakselerasi penerapan teknologi tepat guna. Program ini diadakan pada 13 hingga 28 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi manufaktur.

Pelaksanaan Program Special Plan di Sukabumi

Dalam program ini, Kemenperin bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Asosiasi Alat Mesin Pertanian (ALSINTANI) menyasar 16 pelaku usaha permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG). Mereka diberikan bimbingan untuk merancang dan mengembangkan mesin seperti suwir ikan, suwir daging, serta alat pengolahan pangan lainnya. Tujuan utamanya adalah memastikan produk hasil industri lokal dapat bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Special Plan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah utama IKM, yaitu keterbatasan akses teknologi dan standardisasi kualitas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Minggu (19/7/2026). Ia menekankan bahwa IKM merupakan tulang punggung sektor industri nasional, dengan jumlah unit usaha mencapai 99,79 persen dari total industri di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Sukabumi menjadi contoh nyata bagaimana Special Plan dapat memperkuat keberlanjutan industri lokal. Kemenperin menggandeng BRIN untuk memberikan dukungan teknis dan sumber daya penelitian, sementara ALSINTANI membantu memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha. Kemitraan ini diharapkan mendorong inovasi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Manfaat dan Tantangan dalam Special Plan

Program Special Plan memberikan manfaat signifikan bagi IKM Sukabumi. Selain meningkatkan kualitas produksi, inisiatif ini juga membuka peluang ekspor dan memperluas pasar. Namun, tantangan seperti keterbatasan dana, kurangnya pelatihan teknis, dan kesulitan dalam pemasaran tetap menjadi hambatan. Kemenperin mengakui bahwa pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.

“Dukungan teknis dari BRIN memastikan mesin yang dikembangkan sesuai standar nasional, sehingga lebih mudah dipasarkan,” tambah Direktur Jenderal IKM Reni Yanita. Ia menyoroti bahwa program ini juga memberikan pelatihan kepada pelaku usaha, sehingga mereka lebih paham tentang penerapan teknologi dan manajemen produksi yang efisien.

Special Plan tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan daya tahan IKM terhadap perubahan pasar. Melalui pendampingan Kemenperin, pelaku usaha di Sukabumi diharapkan bisa menghasilkan mesin yang lebih modern, ekonomis, dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri yang berbasis sumber daya lokal.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) Kemenperin, Budi Setiawan, menyatakan bahwa Special Plan akan memacu penerapan alat-alat inovatif yang menambah nilai tambah bagi komoditas unggulan Sukabumi. “Kami juga memberikan bantuan pengujian produk, sehingga memastikan keandalan sebelum dipasarkan secara luas,” katanya.

Leave a Comment