Anak 8 Tahun Alami Batuk Berkepanjangan: Lintah 12 Cm Ditemukan di Saluran Pernapasan
Anak 8 Tahun Alami Batuk Berkepanjangan – Satu kasus luar biasa terjadi di sebuah rumah sakit di Vietnam, di mana seorang anak berusia delapan tahun yang mengalami batuk berkepanjangan akhirnya ditemukan memiliki lintah hidup berukuran 12 cm di dalam saluran pernapasannya. Gejala yang muncul selama beberapa hari, seperti batuk yang tak kunjung membaik, suara serak, dan kesulitan bernapas, membuat keluarga khawatir dan segera membawa anak tersebut ke fasilitas kesehatan. Awalnya, kondisi ini dianggap sebagai gangguan pernapasan biasa, namun tim medis akhirnya mengungkapkan penyebab yang lebih mengerikan.
Kasus ini terjadi pada 16 Juni 2026 di Rumah Sakit Kebidanan dan Pediatri Provinsi Quang Ngai. Anak yang tinggal di wilayah pegunungan Thanh Bong mengalami gejala batuk berkepanjangan sejak sehari sebelumnya. Dalam pemeriksaan awal, tim dokter melakukan endoskopi untuk mengidentifikasi benda asing yang terjebak di saluran pernapasan. Hasilnya, lintah hidup berukuran sekitar 12 sentimeter ditemukan, yang ternyata berada di karina, titik percabangan trakea yang menghubungkan saluran napas ke bronkus kiri dan kanan.
Pemeriksaan dan Proses Pemindahan Lintah
Setelah menemukan lintah dalam saluran pernapasan, tim medis langsung berkonsultasi dengan spesialis pernapasan untuk menentukan langkah terbaik. Proses bronkoskopi dimulai, di mana alat khusus digunakan untuk mengeluarkan lintah dari dalam tubuh anak. Dalam prosedur ini, lintah terlihat bergerak, berkontraksi, dan memanjang, menciptakan risiko mengancam nyawa jika tidak segera diatasi. Dokter berhasil mengangkat lintah dari posisi yang sulit dijangkau, memastikan saluran pernapasan pasien terbuka kembali.
Batuk berkepanjangan pada anak bisa menjadi tanda awal adanya infeksi atau masalah yang lebih serius. Dalam kasus ini, lintah yang masuk melalui mulut atau hidung menjadi penyebab utama. Kondisi ini terjadi karena anak menghirup udara yang mengandung lintah kecil, biasanya dari sumber air alami seperti sungai atau mata air. Lintah ini kemudian bergerak ke saluran pernapasan, menyebabkan gejala seperti batuk, nyeri dada, dan kesulitan menghirup udara. Jika tidak segera ditemukan, lintah dapat terus mengisap darah, menyumbat saluran pernapasan, dan menyebabkan komplikasi berat.
Tim medis memberi peringatan penting bahwa lintah di saluran pernapasan adalah kondisi yang langka tetapi serius. Proses bronkoskopi memerlukan keahlian khusus dan alat canggih untuk mengangkat lintah dari dalam tubuh. Proses ini memakan waktu dan butuh kesabaran, karena lintah bergerak aktif dalam saluran pernapasan. Setelah berhasil dikeluarkan, anak tersebut memperlihatkan perbaikan yang signifikan, dengan gejala batuk berkepanjangan perlahan berkurang dan pernapasan kembali normal.
Kasus Serupa dan Pentingnya Deteksi Dini
Kasus ini menegaskan betapa pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan menyeluruh ketika anak-anak mengalami batuk berkepanjangan. Lintah di saluran pernapasan sering kali diabaikan sebagai penyebab kecil, namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa memicu gangguan pernapasan berat. Seorang dokter bernama Dr. Huynh Duy Tham, Kepala Departemen Pernapasan Anak di RS Quang Ngai, menjelaskan bahwa lintah dapat tumbuh hingga ukuran besar dalam waktu singkat jika tidak segera dikeluarkan.
“Kasus lintah di saluran pernapasan adalah langka, tetapi bahaya yang ditimbulkan bisa sangat serius. Jika tidak ditemukan tepat waktu, lintah dapat membesar hingga menghalangi pernapasan atau menyebabkan infeksi yang mematikan,” kata Dr. Huynh Duy Tham, seperti dilansir dari Tuoitre, Selasa (16/6/2026).
Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi orang tua untuk memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar anak. Lintah kecil sering kali terdapat di air sungai, dan anak-anak yang sering bermain di alam terbuka lebih rentan terkena kondisi ini. Jika anak mengalami batuk berkepanjangan, disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter, terutama jika gejala seperti kesulitan bernapas atau serak suara muncul. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa pasien sebelum kondisi memburuk.
