Internasional

Jejak Digital Pelaku Penembakan Thailand Terbongkar, Ternyata Pelajari Senjata dari Media Sosial

Polisi Thailand baru-baru ini mengungkap temuan menarik mengenai remaja berusia 14 tahun yang diduga menjadi pelaku penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi

Desk Internasional
Published Agustus 10, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Penembakan-di-sekolah-Thailand
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Jejak Digital Pelaku Penembakan Thailand: Belajar Senjata dari Media Sosial
  2. Related Reading

Jejak Digital Pelaku Penembakan Thailand: Belajar Senjata dari Media Sosial

Beritahitam.com – Polisi Thailand baru-baru ini mengungkap temuan menarik mengenai remaja berusia 14 tahun yang diduga menjadi pelaku penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi. Berdasarkan investigasi yang dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2026, Jejak Digital Pelaku Penembakan Thailand menunjukkan bahwa tragedi dimulai dari rumah, di mana korban pertama adalah kakek dan neneknya. Setelah itu, remaja tersebut menuju sekolah dan melepaskan tembakan ke arah para siswa serta guru yang berada di dalam kelas.

Minat Terhadap Senjata Sudah Terbentuk Sejak Lama

Wakil Komisaris Kepolisian Provinsi Wilayah 1, Atthapol Anusit, menjelaskan bahwa ketertarikan remaja tersebut terhadap senjata api bukanlah hal yang muncul secara tiba-tiba. Hasil wawancara dengan 17 saksi yang diperiksa mengungkapkan bahwa pelaku telah menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api selama kurun waktu satu hingga dua tahun sebelum tragedi terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak terjadi dalam waktu singkat.

“Berdasarkan wawancara saksi, pelaku telah menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api selama beberapa waktu, sekitar satu hingga dua tahun,” kata Atthapol kepada wartawan.

Pembelajaran Otodidak Melalui Platform Digital

Menurut laporan BBC, remaja itu belajar menggunakan senjata secara otodidak melalui media sosial. Setelah memeriksa komputer pribadi milik tersangka, polisi menemukan bahwa anak tersebut telah menonton berbagai konten media sosial yang mengandung unsur kekerasan. Meskipun demikian, penyidik belum menemukan bukti bahwa ia pernah berlatih menembak di lapangan tembak. Jejak Digital Pelaku Penembakan Thailand ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana teknologi digital mempengaruhi perilaku remaja modern.

Dikutip dari CNN, polisi mengatakan seorang guru sebelumnya pernah menyita senapan angin jenis BB gun yang dibawa remaja tersebut ke sekolah. Senapan angin itu disebut dipesan secara online, yang semakin memperkuat dugaan bahwa remaja ini aktif menggunakan platform digital untuk mendapatkan informasi dan barang-barang yang dibutuhkan. Pembelajaran melalui internet menjadi kunci dalam memahami bagaimana remaja ini menguasai penggunaan senjata.

Barang Bukti dan Revisi Undang-Undang

Dalam penyelidikan yang berlangsung, polisi juga menemukan senjata api yang digunakan dalam penembakan, selongsong peluru, telepon seluler, dan pisau. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa polisi telah memeriksa 17 saksi untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut. Temuan-temuan ini menjadi bukti penting dalam proses hukum yang akan dilakukan.

Di sisi lain, PM Thailand sedang merevisi UU Senjata Api dengan ketentuan bahwa pemilik senjata ikut dijerat hukum jika barangnya dicuri untuk digunakan dalam penembakan. Revisi ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Berapa usia pelaku penembakan di Thailand? Pelaku penembakan berusia 14 tahun saat kejadian terjadi.

Di mana lokasi penembakan berlangsung? Penembakan terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand.

Bagaimana pelaku belajar menggunakan senjata? Pelaku belajar secara otodidak melalui media sosial dan platform digital lainnya.

Berapa lama pelaku mempelajari senjata sebelum kejadian? Pelaku telah mempelajari penggunaan senjata api selama satu hingga dua tahun sebelum penembakan.

Apa yang ditemukan polisi di komputer pelaku? Polisi menemukan berbagai konten media sosial yang mengandung unsur kekerasan.

Leave a Comment