Pakar: Blokade AS di Selat Hormuz Belum Kendor, Iran Siapkan Strategi Lebih Ofensif
Pakar pertahanan internasional menilai bahwa blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang signifikan. Kehadiran
Table of Contents
Pakar: Blokade AS di Selat Hormuz Belum Kendor
Beritahitam.com – Pakar pertahanan internasional menilai bahwa blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang signifikan. Kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi tulang punggung operasional militer Washington di wilayah Timur Tengah. Kapal ini berperan krusial dalam menjaga tekanan terhadap Iran sekaligus memastikan stabilitas di Selat Hormuz. Dengan kapasitas mengangkut sekitar lima ribu personel awak, aset militer ini menjadi salah satu komponen vital dalam strategi pertahanan Washington.
Baru-baru ini, pemberitaan dari media Iran mengungkap adanya konflik internal di antara para marinir AS yang beroperasi di atas USS Abraham Lincoln. Laporan tersebut menyebutkan tujuh prajurit tewas akibat perkelahian sesama rekan sejawat. Namun, komando sentral Amerika Serikat di Timur Tengah atau CENTCOM telah menyangkal informasi ini melalui platform media sosial mereka. Menurut pakar, insiden ini tidak serta merta menunjukkan kelemahan dalam operasi militer AS.
Muncul pertanyaan apakah peristiwa ini dapat menciptakan efek moral hazard bagi kapal-kapal perang AS lainnya yang sedang menjalankan misi blokade terhadap Iran. Untuk menjawab hal tersebut, Mayjen TNI (Purn) Budi Pramono, mantan Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Iran, memberikan perspektifnya. Pakar ini menjelaskan bahwa satu kejadian saja belum menjadi bukti kuat bahwa blokade AS di Selat Hormuz mulai mengalami pelonggaran.
Insiden Tidak Menunjukkan Melemahnya Blokade
Menurut Budi, satu kejadian saja belum menjadi bukti kuat bahwa blokade AS di Selat Hormuz mulai mengalami pelonggaran. Ia menekankan bahwa Iran memiliki pendekatan strategis yang konsisten, terlepas dari apakah tekanan Washington mengendur atau justru diperketat. Pakar ini juga menambahkan bahwa Iran selalu siap menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi di masa depan.
“Kalau ini misalnya kendor Iran akan mempunyai strategi sendiri. Tapi kalau misalnya tidak kendor, Iran juga akan tetap mempunyai strategi sendiri dan dia tetap apapun yang terjadi dia akan tetap memperkuat bagaimana Hormuz agar tetap di bawah pengaruhnya dia,” ujar Budi dalam wawancara KOMPASTV pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Indikator Penting Pelonggaran Blokade
Budi menjelaskan bahwa penilaian terhadap kekuatan blokade memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai indikator. Salah satu tanda utama adalah adanya pengurangan signifikan dalam kekuatan militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut. Hal ini mencakup kapal serang, kapal perusak, hingga kapal induk yang digantikan dengan konfigurasi personel penuh. Pakar ini menekankan bahwa perubahan komposisi armada menjadi salah satu sinyal penting.
“Kendor itu, apabila ada pengurangan katakanlah kapal-kapal serang, kapal perusak, kemudian kapal induknya juga diganti, full SDM-nya di sana,” jelas Budi. Selain perubahan komposisi armada, keputusan politik dari pemerintah dan Kongres AS menjadi faktor penentu lainnya. Kondisi logistik serta dukungan politik di dalam negeri Amerika Serikat juga turut diperhitungkan oleh para pakar yang memantau perkembangan di Selat Hormuz.
Budi menambahkan bahwa blokade baru dapat dikatakan mulai mengendur ketika sejumlah faktor tersebut muncul secara bersamaan. “Ini tentunya kendor apabila sudah ada decision dari Kongres bahwa ya mulai sekarang agar mundur situasi yang ada di blockade di sana atau juga logistik yang ada tidak mendukung, politik dalam negeri tidak mendukung,” pungkasnya. Dengan demikian, meskipun insiden di USS Abraham Lincoln menarik perhatian, hal tersebut belum menjadi tolok ukur utama dalam menilai dinamika geopolitik di Selat Hormuz.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Blokade Selat Hormuz
Apa itu Selat Hormuz dan mengapa penting? Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini, menjadikannya salah satu titik kritis dalam perdagangan energi global.
Berapa lama blokade AS di Selat Hormuz berlangsung? Blokade ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk menekan Iran. Pakar menilai bahwa durasi blokade tergantung pada berbagai faktor politik dan militer yang saling terkait.
Apa dampak blokade terhadap ekonomi Iran? Blokade membatasi kemampuan Iran dalam mengekspor minyak dan mendapatkan akses ke pasar internasional. Namun, Iran telah mengembangkan strategi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada jalur ini.
Kapan blokade dianggap telah kendor? Menurut pakar, blokade dianggap kendor ketika terjadi pengurangan signifikan dalam kekuatan militer AS, perubahan kebijakan dari Kongres, serta kondisi logistik yang tidak mendukung operasi di kawasan tersebut.
