Ukraina Dapat Sistem Anti-Balistik SAMP/T NG, Spesifikasinya?
Special Plan – Dalam kerangka Special Plan, Ukraina resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerima sistem pertahanan udara anti-balistik SAMP/T NG, sistem tercanggih dari Prancis dan Italia. Kesepakatan ini ditekankan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang juga menegaskan prioritas pengiriman dua baterai sistem SAMP/T generasi sebelumnya tahun ini. Special Plan menandai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan negara tersebut melawan ancaman rudal dan serangan udara.
“Ukraina akan menjadi negara pertama yang menerima sistem SAMP/T NG Prancis-Italia, yang memiliki kemampuan deteksi dan perangkap rudal sangat tinggi,” kata Zelenskyy di platform X. Pernyataan tersebut mengungkapkan komitmen kuat pemerintah Ukraina untuk meningkatkan kapasitas pertahanan dengan teknologi canggih ini. Selain itu, Zelenskyy menegaskan bahwa negara tersebut juga akan mendapatkan lisensi produksi rudal jelajah SCALP, bom udara AASM, dan rudal Aster 30 sebagai bagian dari Special Plan.
Kemampuan dan Teknologi SAMP/T NG
Sistem SAMP/T NG dirancang untuk mengatasi ancaman rudal berbagai jenis dengan teknologi mutakhir. Radar Thales Ground Fire yang dipasang pada sistem ini memiliki jangkauan deteksi hingga 400 kilometer, kecepatan pembaruan data satu detik, dan kemampuan mengarahkan pengawasan udara 360 derajat. Dengan teknologi active electronically scanned array (AESA), radar ini bisa mendeteksi dan mengklasifikasi target dalam kondisi gangguan elektronik. Selain itu, sistem ini dilengkapi peluncuran rudal yang presisi dan fleksibel, cocok untuk memerangi pesawat tempur, drone, serta rudal berkecepatan tinggi.
Sebagai bagian dari Special Plan, pengiriman SAMP/T NG dijadwalkan selesai di bulan Oktober 2025, setelah fase uji kualifikasi yang selesai pada Desember 2025. Sistem ini diharapkan menjadi bagian dari armada pertahanan udara Ukraina, memperkuat kemampuan mereka dalam merespons serangan udara dari musuh. Penggunaan teknologi Prancis-Italia ini juga meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Ukraina membangun kekuatan militer yang modern.
Peluncuran Rudal dan Kerja Sama Internasional
Sebagai komponen kunci dari Special Plan, pengiriman rudal Aster 30 yang digunakan SAMP/T NG akan mempercepat kemampuan pertahanan udara Ukraina. Rudal ini dikembangkan oleh Eropa sebagai sistem anti-balistik terpadu, dengan kecepatan maksimal 2,6 kilometer per detik dan jarak tempuh hingga 120 kilometer. Selain Aster 30, Ukraina juga akan menerima lisensi untuk memproduksi rudal SCALP (Storm Shadow), yang merupakan senjata jelajah berpemandu canggih. Rudal ini dikenal efektif dalam menyerang target darat dan udara, serta memiliki kemampuan navigasi yang akurat.
Kerja sama antara Prancis dan Italia melalui Special Plan juga mencakup program pertahanan anti-balistik Eropa FREYJA. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapan sistem pertahanan udara melalui pengembangan teknologi bersama dan peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, Ukraina akan mendapatkan pelatihan pilot dan tenaga operasional untuk mengoperasikan jet tempur Rafale yang dibeli dalam kerangka kerja sama ini. Dua belas pesawat Rafale akan dikirimkan secara bertahap, dengan empat unit pertama yang dijadwalkan tiba tahun ini.
Kehadiran SAMP/T NG dan rudal Aster 30 dalam Special Plan memberikan dampak besar bagi pertahanan Ukraina. Sistem ini diharapkan mampu melindungi wilayah strategis dari serangan udara yang mematikan, termasuk rudal dari Rusia. Dengan kemampuan deteksi canggih dan peluncuran yang cepat, SAMP/T NG akan menjadi penghalang utama bagi senjata musuh. Selain itu, Special Plan juga mencakup pengadaan senjata udara berpemandu AASM dan SCALP, yang memperkuat kemampuan Ukraina dalam operasi serangan balik.
Sebagai negara pertama penerima SAMP/T NG, Ukraina mendapat perhatian spesifik dari berbagai negara anggota NATO. Sistem ini dianggap sebagai model pertahanan udara yang bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi ancaman rudal. Special Plan juga menegaskan komitmen Prancis dan Italia untuk berkontribusi pada keamanan Ukraina dalam jangka panjang, termasuk mendukung pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Kebutuhan akan senjata modern ini diharapkan bisa mempercepat progres pembangunan pertahanan Ukraina, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar dan meningkatkan kemandirian militer.
