Internasional

Terungkap Dugaan Shadow Relationship Indonesia-Israel, Pakar Ingatkan Bahaya Normalisasi

Terungkap Dugaan Shadow Relationship Indonesia dengan Israel melalui laporan terbaru dari Misgav Institute for National Security and Zionist Strategy. Temuan

Desk Internasional
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Overview-Tribunnews-bersama-Hikmahanto-Juwana-d
Foto : Emily Garcia - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Dugaan Shadow Relationship Indonesia-Israel Terungkap: Bahaya Normalisasi
  2. Related Reading

Dugaan Shadow Relationship Indonesia-Israel Terungkap: Bahaya Normalisasi

Beritahitam.com – Terungkap Dugaan Shadow Relationship Indonesia dengan Israel melalui laporan terbaru dari Misgav Institute for National Security and Zionist Strategy. Temuan ini mengungkap adanya jaringan interaksi tidak resmi yang berlangsung di balik layar antara kedua negara. Berbagai bentuk hubungan ini mencakup komunikasi terbatas, kerja sama di bidang keamanan, hingga aktivitas perdagangan yang terjadi secara langsung maupun melalui perantara.

Sejauh ini, Indonesia belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Selain itu, konstitusi negara juga secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini menjadi dasar penting dalam menilai perkembangan hubungan kedua negara yang semakin kompleks.

Perspektif Free Palestine Network

Dalam diskusi Overview Tribunnews yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, Furqan AMC sebagai Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN) menegaskan posisi Indonesia. Menurutnya, ketiadaan hubungan diplomatik dengan Israel bukanlah sekadar taktik sementara atau gimmik politik belaka. Sikap ini merupakan warisan nasionalisme yang lahir dari kesadaran akan anti-kolonialisme dan anti-imperialisme.

“Secara formalnya kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Nah, idealnya secara apapun baik di atas permukaan atau di bawah permukaan, terbuka maupun tertutup ya, formal maupun informal, (harus) konsisten, tidak ada hubungan dengan Israel,” ujar Furqan.

Furqan menambahkan bahwa konsistensi sikap ini juga harus tercermin dalam ranah ekonomi. Ia mengutip data yang diklaim berasal dari Biro Pusat Statistik Israel melalui laporan Misgav Institute. Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Israel pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 111,4 juta dolar AS. Angka ini bahkan bisa melonjak menjadi sekitar 500 juta dolar AS jika perdagangan tidak langsung melalui negara ketiga juga diperhitungkan.

“Catatan statistik itu kemudian menjadi konfirmasi aktual bagi kita bahwa kita harus lihat ternyata hubungan dagang ini ada. Nah tentunya itu mencederai sikap nasionalisme kita untuk membela Palestina dan menghentikan segala bentuk dukungan terhadap Israel.”

Analisis Hukum Internasional

Sementara itu, Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, memberikan pandangan berbeda mengenai istilah yang digunakan. Ia menjelaskan bahwa konsep shadow relationship sebenarnya tidak dikenal dalam kerangka hukum internasional. Dalam hukum internasional, hubungan antar negara umumnya bersifat formal, mencakup pengakuan dan hubungan diplomatik yang jelas.

Kehadiran transaksi ekonomi yang semakin masif menjadi perhatian bagi para pengamat. Furqan menilai bahwa aktivitas perdagangan ini berpotensi melemahkan komitmen nasionalisme Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Meskipun tidak ada hubungan resmi, interaksi yang terjadi di bawah permukaan dapat dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap Israel.

Perkembangan ini memicu diskusi lebih lanjut mengenai bagaimana Indonesia seharusnya menjaga konsistensi sikapnya. Baik secara formal maupun informal, terbuka maupun tertutup, hubungan dengan Israel perlu dipertimbangkan ulang agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah lama dipegang oleh negara.

FAQ: Shadow Relationship Indonesia-Israel

Apa itu shadow relationship dalam konteks Indonesia-Israel? Shadow relationship merujuk pada hubungan tidak resmi yang berlangsung di balik layar antara dua negara tanpa pengakuan diplomatik formal. Dalam kasus Indonesia-Israel, ini mencakup perdagangan dan interaksi keamanan yang terjadi secara tersembunyi.

Berapa nilai perdagangan Indonesia-Israel tahun 2024? Berdasarkan data Misgav Institute, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Israel pada 2024 mencapai 111,4 juta dolar AS. Jika perdagangan tidak langsung melalui negara ketiga diperhitungkan, angkanya bisa mencapai 500 juta dolar AS.

Mengapa normalisasi hubungan Indonesia-Israel dianggap berbahaya? Normalisasi dianggap berbahaya karena dapat melemahkan komitmen nasionalisme Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Interaksi di bawah permukaan dapat dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap Israel.

Apakah Indonesia sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel? Hingga saat ini, Indonesia belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Ketiadaan hubungan ini merupakan warisan nasionalisme yang lahir dari kesadaran akan anti-kolonialisme dan anti-imperialisme.

Siapa saja pakar yang memberikan analisis tentang hubungan Indonesia-Israel? Dua pakar utama yang memberikan analisis adalah Furqan AMC dari Free Palestine Network dan Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia.

Leave a Comment