Kesehatan

Latest Program: Dokter Bagikan Tips Atasi Sembelit: Air Jadi Komponen Penting, Baru Serat

Dokter Beri Panduan Mengatasi Sembelit: Fokus pada Asupan Air Latest Program: Penyebab dan Solusi Efektif untuk Sembelit Latest Program - Kondisi sembelit

Desk Kesehatan
Published Juli 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Foto : John Moore - beritahitam.com

Dokter Beri Panduan Mengatasi Sembelit: Fokus pada Asupan Air

Latest Program: Penyebab dan Solusi Efektif untuk Sembelit

Beritahitam.com – Kondisi sembelit, atau konstipasi, seringkali menjadi masalah yang dialami oleh banyak orang, terutama ketika cuaca terik atau aktivitas fisik meningkat. Tapi, ada cara mudah untuk mengatasi sembelit, yang telah dibagikan oleh para ahli dalam Latest Program. Dalam wawancara dengan Tribunnews Solo, dr. Juanda Leo Hartono, spesialis gastroenterologi dan hepatologi, menegaskan bahwa air adalah komponen penting yang sering terlewat dalam penanganan sembelit. Meski serat sering dianggap sebagai solusi utama, fakta menunjukkan bahwa sebelum mengonsumsi serat, kebutuhan tubuh akan cairan harus dipenuhi terlebih dahulu.

Latest Program ini membahas bahwa sembelit terjadi karena penurunan fungsi usus, baik karena kurangnya asupan air, gaya hidup sedentari, atau pola makan yang tidak seimbang. Dr. Juanda menjelaskan bahwa air memiliki peran kritis dalam mempercepat proses pencernaan. “Ketika kita mengalami sembelit, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan tubuh terhidrasi secara baik,” kata dokter tersebut. Ia menambahkan bahwa tanpa air, serat yang dikonsumsi tidak akan mampu melancarkan BAB, karena serat membutuhkan cairan untuk bekerja optimal dan membantu menyerap air ke dalam tinja.

“Jadi, sebelum memikirkan serat, kita harus memenuhi kebutuhan air terlebih dahulu. Kalau tubuh kekurangan cairan, tinja akan mengeras dan sulit dikeluarkan,” ujar dr. Juanda dalam Latest Program.

Pola Hidrasi yang Tepat untuk Mencegah Sembelit

Dalam Latest Program, dr. Juanda menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan sekitar 2-3 liter air per hari untuk menjaga kesehatan usus. Jumlah ini bisa berubah tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan kondisi cuaca. Misalnya, saat cuaca panas atau saat kita sedang mengonsumsi makanan rendah serat, kebutuhan air meningkat. Ia menyarankan untuk mengonsumsi air secara teratur sepanjang hari, bukan hanya saat lapar atau haus. “Air membantu mengencerkan tinja dan memastikan usus tetap aktif,” tambahnya.

Menurut dr. Juanda, beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami dehidrasi ringan yang memicu sembelit. Ia menekankan bahwa memantau volume air yang diminum dan mengganti cairan yang hilang melalui keringat, urin, atau pernapasan sangat penting. “Kurangnya asupan air bisa membuat usus mengeras dan menurunkan motilitasnya,” jelasnya. Dalam Latest Program, ia juga menyarankan untuk menghindari minuman berkafein dan alkohol yang bisa mengganggu penyerapan cairan di tubuh.

Peran Serat dan Strategi Peningkatan Konsumsi

Setelah memastikan tubuh terhidrasi, serat menjadi elemen penting yang mendukung fungsi usus. Dr. Juanda menjelaskan bahwa serat alami seperti dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan membantu menyerap air ke dalam tinja, sehingga memudahkan proses BAB. Namun, ia menegaskan bahwa serat tidak bisa bekerja tanpa cairan. “Latest Program menekankan bahwa serat adalah solusi kedua setelah air, karena tanpa cairan, serat akan bersifat sebaliknya,” kata dokter tersebut.

Meski serat penting, banyak orang mengabaikannya karena terbiasa dengan makanan rendah serat. Dalam wawancara terkait Latest Program, dr. Juanda memberi contoh bahwa orang yang mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayur hijau dan buah-buahan bisa mengurangi risiko sembelit. Ia menyarankan untuk meningkatkan konsumsi serat secara bertahap agar usus tidak kaget. “Penting untuk menggabungkan asupan air dan serat secara seimbang untuk hasil terbaik,” ujarnya.

Tip Tambahan untuk Melancarkan BAB

Dalam Latest Program, dr. Juanda juga memberi saran tentang kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu mencegah sembelit. Salah satunya adalah gerakan fisik yang teratur, karena aktivitas seperti berjalan kaki atau olahraga ringan bisa meningkatkan motilitas usus. “Apalagi saat cuaca terik, kita perlu tetap aktif agar aliran cairan di tubuh tidak terhambat,” tambahnya. Selain itu, ia menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan berlemak yang bisa memperlambat proses pencernaan.

Dr. Juanda juga mengingatkan bahwa stres dan kurang tidur bisa memicu sembelit. “Kondisi psikologis yang tidak seimbang memengaruhi hormon usus, sehingga menurunkan efisiensi BAB,” jelasnya. Ia menyarankan untuk menjaga keseimbangan antara olahraga, istirahat, dan pola makan agar usus tetap sehat. Dalam Latest Program, ia menjelaskan bahwa tiga faktor utama: air, serat, dan kebiasaan hidup sehat, harus diterapkan secara bersamaan untuk mengatasi sembelit secara efektif.

Kapan Harus Memperhatikan Tanda-Tanda Sembelit

Konstipasi yang berlangsung terus-menerus atau disertai gejala seperti nyeri perut, perut kembung, atau tinja berdarah bisa menunjukkan adanya masalah lebih serius. Dalam Latest Program, dr. Juanda menekankan pentingnya memperhatikan frekuensi BAB dan tekstur tinja. Jika seseorang mengalami BAB yang tidak lancar lebih dari tiga hari atau tinja sangat keras, segera konsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi seperti fissura ani atau divertikulitis.

Program Healthy Talk yang disiarkan dalam Latest Program juga menyoroti bahwa sembelit bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu, seperti penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, atau penggunaan obat-obatan tertentu. “Jika sembelit terjadi secara mendadak dan berkepanjangan, ada baiknya kita memeriksa apakah ada penyebab lain yang mungkin terjadi,” ujarnya. Ia menyarankan untuk mengenali pola tubuh dan mengatur rutinitas untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Dengan memahami peran air dan serat dalam menjaga kesehatan usus, serta mengaplikasikan pola hidup sehat, sembelit bisa diatasi secara efektif. Latest Program menjadi referensi penting bagi masyarakat untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari dan mencegah masalah pencernaan. Jika sembelit terus mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga medis untuk diagnosis yang lebih lanjut.

Leave a Comment