Nasional

20 Bulan Pemerintahan, Zulhas Akui Tak Semua Program Pemerintah Berhasil: Ada yang Belum

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang dikenal dengan sebutan Zulhas, secara terbuka mengakui bahwa tidak semua program

Desk Nasional
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
rgizi-gratis-MBG-di-Gedung-Gra
Foto : Mary Smith - beritahitam.com
Table of Contents
  1. 20 Bulan Pemerintahan Zulhas Akui: Program MBG Perlu Perbaikan, Pangan Tercapai
  2. Related Reading

20 Bulan Pemerintahan Zulhas Akui: Program MBG Perlu Perbaikan, Pangan Tercapai

Beritahitam.com – Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang dikenal dengan sebutan Zulhas, secara terbuka mengakui bahwa tidak semua program pemerintahannya berjalan mulus selama periode 20 Bulan Pemerintahan Zulhas Akui sebagai menko pangan. Pengakuan ini disampaikan dalam kesempatan menghadiri rangkaian acara Doa Keselamatan Bangsa bersama Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Dalam evaluasi singkatnya, Zulhas memberikan gambaran komprehensif mengenai capaian dan tantangan yang dihadapi selama hampir dua tahun memimpin kementerian pangan.

Menurut Zulhas, meskipun terdapat beberapa program yang belum mencapai target optimal, namun secara keseluruhan kinerja pemerintahannya menunjukkan tren positif. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam menyampaikan baik keberhasilan maupun hambatan yang dihadapi. 20 Bulan Pemerintahan Zulhas Akui menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian strategi agar program-program strategis dapat berjalan lebih efektif ke depan.

Swasembada Pangan Tercapai dengan Stabilisasi Harga

Salah satu pencapaian paling signifikan selama kepemimpinan Zulhas adalah terwujudnya kemandirian pangan nasional. Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Zulhas meyakinkan masyarakat bahwa stok pangan utama saat ini sudah mencukupi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Jadi ibu-ibu tidak usah khawatir, beras cukup, ikan cukup, ayam cukup, telur cukup,” ujarnya dengan meyakinkan di hadapan jamaah.

Meskipun demikian, Menteri tidak menutup mata terhadap fenomena kenaikan harga beberapa komoditas pangan saat ini. Pemerintah telah melakukan intervensi melalui operasi pasar secara masif untuk menstabilkan kembali harga-harga di pasaran. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak tergerus oleh inflasi pangan.

“Memang harga lagi naik, kita sekarang lagi operasi besar-besaran agar harga bisa turun kembali,” jelasnya dengan tegas.

Program Makan Bergizi Gratis Perlu Penertiban Mendalam

Dari sisi lain, Zulhas menyebutkan bahwa ada program yang belum sepenuhnya berhasil, yaitu Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program ini dinilai sering mengalami penyalahgunaan dalam pelaksanaannya sehingga pemerintah perlu melakukan penertiban yang lebih ketat. 20 Bulan Pemerintahan Zulhas Akui menunjukkan bahwa implementasi MBG masih memerlukan penyempurnaan sistem.

“Tapi beberapa ada juga yang belum berhasil. Misalnya MBG banyak disalahgunakan, sedang kita tertibkan,” paparnya jujur.

Upaya perbaikan sedang dilakukan secara intensif, termasuk percepatan pelayanan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan, khususnya lembaga pendidikan berbasis agama seperti pondok pesantren dengan jumlah santri di atas seribu orang. Nantinya, lembaga-lembaga tersebut dapat memiliki dapur mandiri yang lebih efisien dan terkontrol.

“Kita akan percepat pelayanan terhadap sekolah-sekolah berbasis agama, pondok-pondok pesantren yang santrinya seribu ke atas, nanti bisa buat dapur sendiri InsyaAllah,” pungkasnya dengan penuh harapan.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Zulhas juga menyoroti beberapa tantangan struktural yang masih dihadapi oleh sektor pangan Indonesia. Di antaranya adalah distribusi yang belum merata, infrastruktur logistik yang perlu ditingkatkan, serta koordinasi antar-kementerian yang masih perlu diperkuat. Ia optimis bahwa dengan perbaikan sistematis, Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana memperluas cakupan program MBG ke wilayah-wilayah terpencil dan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bantuan pangan. Selain itu, Zulhas juga mendorong penguatan peran petani lokal melalui program pendampingan dan akses permodalan yang lebih mudah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program pangan pemerintah, pembaca dapat mengunjungi halaman Tribunnews Nasional yang menyajikan update terkini seputar kebijakan pangan nasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Pangan Zulhas

1. Apa saja program utama yang dijalankan Zulhas selama 20 bulan? Program utama meliputi swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), operasi pasar untuk stabilisasi harga, dan penguatan distribusi pangan ke daerah terpencil.

2. Mengapa program MBG perlu penertiban? Program MBG dinilai sering mengalami penyalahgunaan dalam distribusi dan penggunaan dana, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat.

3. Bagaimana status swasembada beras Indonesia saat ini? Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan stok yang mencukupi kebutuhan nasional selama minimal satu tahun ke depan.

4. Kapan pondok pesantren besar akan mendapat dapur mandiri? Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan dapur mandiri untuk pondok pesantren dengan santri di atas seribu orang dalam waktu dekat.

5. Apa langkah pemerintah mengatasi kenaikan harga pangan? Pemerintah melakukan operasi pasar masif, memperluas cadangan pangan pemerintah, dan memperkuat jalur distribusi dari sentra produksi ke konsumen.

Leave a Comment