Nasional

Bongkar Modus ‘Uang Assalamualaikum’ Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono – KPK Periksa 4 Saksi

Bongkar Modus Uang Assalamualaikum Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Bongkar Modus Uang Assalamualaikum Eks Sekjen - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus

Desk Nasional
Published Juli 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Bongkar Modus Uang Assalamualaikum Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono

Bongkar Modus Uang Assalamualaikum Eks Sekjen – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengungkap skema modus ‘Uang Assalamualaikum’ yang dilakukan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR, Maruf Cahyono (MC), dalam dugaan kasus gratifikasi. Pada 15 Juli 2026, tim penyidik KPK menggelar pemeriksaan empat saksi untuk menginvestigasi aliran dana haram dan praktik korupsi dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR. Modus ini menjadi sorotan karena terungkap sebagai cara pengumpulan dana mencapai Rp30 miliar, yang diduga digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi MC.

Dalam siaran persnya, Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pemeriksaan empat saksi dilakukan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. “Ini adalah bagian dari upaya KPK untuk menggali lebih dalam dugaan gratifikasi yang melibatkan eks Sekjen MPR, Maruf Cahyono,” jelas Budi. Proses penyidikan ini bertujuan mengungkap bagaimana dana haram tersebut dihimpun dan dialirkan ke berbagai pihak terkait, termasuk rekanan proyek yang menjadi sumber pengumpulan uang.

Proses Investigasi dan Saksi yang Diperiksa

Empat saksi yang diperiksa hari itu terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta. Mereka antara lain Rharas Estining Palupi, Triyatni, Cucu Riwayati, serta Zakaria, yang dikenal sebagai pejabat pengadaan barang/jasa sejak 2020 hingga 2021. Zakaria disebut sebagai orang kepercayaan MC, yang diduga menjadi penghubung dalam pengumpulan dana dari rekanan proyek.

“Zakaria (Z) berperan penting dalam modus ‘Uang Assalamualaikum’ yang digunakan MC untuk mengumpulkan dana haram,” kata Budi. Modus ini mengacu pada sistem pembayaran yang dibuat secara tersembunyi, dengan alasan ‘Assalamualaikum’ sebagai tanda kesepakatan antara pihak pemberi dan penerima dana.

Pemeriksaan saksi-saksi ini dilakukan untuk memperkuat bukti bahwa MC menerima komitmen fee sebesar 10 persen dari para rekanan. Tim penyidik juga menelusuri hubungan antara MC dan Zakaria, serta bagaimana dana tersebut dialirkan ke berbagai kepentingan pribadi. Dengan pemeriksaan ini, KPK berharap mengungkap detail terkait penggunaan uang korupsi yang mencapai total Rp30 miliar.

Penelusuran Penggunaan Dana Korupsi

Salah satu aspek utama yang ditelusuri KPK adalah penggunaan dana hasil korupsi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang ini diduga digunakan untuk membiayai kebutuhan pribadi MC, termasuk gaya hidup mewah dan renovasi rumah. Penyidik juga sedang memeriksa apakah ada aliran dana yang diberikan kepada keluarga atau pihak lain untuk memperkuat motif korupsi.

Modus ‘Uang Assalamualaikum’ ini menjadi aneh karena terkait langsung dengan proyek pengadaan barang dan jasa yang dianggap transparan. Namun, penggunaan dana haram dengan alasan formal seperti ‘Assalamualaikum’ menunjukkan upaya MC untuk menghindari pengawasan. Pemeriksaan saksi-saksi diharapkan memberikan bukti konkret mengenai bagaimana skema ini berjalan selama beberapa tahun terakhir.

KPK juga sedang menginvestigasi sejumlah proyek kunci yang melibatkan MC selama menjabat sebagai Sekjen MPR. Proyek-proyek ini diduga menjadi tempat pengumpulan dana haram, dengan pihak rekanan sebagai pengirim komitmen fee. Dalam beberapa bulan terakhir, KPK telah menemukan indikasi bahwa dana tersebut berjumlah hingga Rp30 miliar, yang menjadi fokus utama penyidikan saat ini.

Selain pemeriksaan saksi, KPK juga melakukan audit menyeluruh terhadap dokumen keuangan dan kontrak proyek di lingkungan Setjen MPR. Dengan memadukan hasil pemeriksaan dan audit, tim penyidik berupaya menemukan hubungan antara MC dan Zakaria, serta menjelaskan alur dana yang diduga terkait korupsi. Proses ini dinilai penting untuk memastikan semua bukti terkumpul sebelum menyimpulkan kasus tersebut.

Leave a Comment