Massa “Indonesia Sadar” Tiba di Bundaran HI dengan Angkot
Beritahitam.com – Aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Sadar” tetap berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026), meski sebelumnya peserta aksi sempat dilarang menuju lokasi tersebut. Massa memanfaatkan angkutan kota atau angkot untuk mencapai area Bundaran HI sebelum berkumpul dan menyampaikan orasi di sekitar Patung Selamat Datang.
Kedatangan peserta aksi menggunakan angkot menjadi perhatian karena sebelumnya pergerakan massa ke Bundaran HI telah mendapat penolakan dari aparat. Puluhan angkot merah dan biru terlihat membawa peserta dari sejumlah jalur, termasuk rute Terminal Pinang Ranti–Depok serta Pasar Rebo–Lenteng Agung.
Ratusan Peserta Keluar dari Puluhan Angkot
Rekaman yang beredar melalui akun Instagram @darihalte_kehalte memperlihatkan ratusan orang turun dari angkot yang datang secara bertahap. Setelah tiba di salah satu ruas jalan, mereka berjalan dan memusatkan kerumunan di dekat Patung Selamat Datang.
Para peserta kemudian segera memulai orasi. Kehadiran mereka membuat Bundaran HI kembali menjadi titik konsentrasi aksi pada peringatan Sumpah Pemuda. Sejumlah personel kepolisian terlihat berada di sekitar lokasi untuk berjaga selama demonstrasi berlangsung.
Jumlah massa yang hadir tampak jauh lebih besar dibanding aparat yang berada di titik tersebut. Dalam situasi itu, petugas terlihat tetap melakukan pengamanan tanpa menghentikan aksi yang telah berlangsung di kawasan Bundaran HI.
Larangan Awal Memicu Ketegangan di Dukuh Atas
Sebelum massa mencapai Bundaran HI, sempat terjadi adu argumen antara peserta demonstrasi dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung. Ketegangan itu muncul ketika polisi menahan rombongan yang hendak bergerak dari kawasan Dukuh Atas menuju Bundaran HI.
Reynold menjelaskan bahwa kawasan tersebut tidak dapat digunakan sebagai lokasi demonstrasi karena memiliki posisi penting bagi aktivitas pemerintahan, perdagangan, ekonomi, serta keberadaan sejumlah kedutaan.
“Tidak boleh di sana (Bundaran HI) karena itu pusat pemerintahan, perdagangan, dan ekonomi, serta kedutaan-kedutaan. Anda yang harus mengerti itu,” kata Reynold kepada peserta aksi.
Penjelasan tersebut tidak langsung meredakan perdebatan. Massa tetap berupaya menuju lokasi yang mereka tuju, sementara aparat berusaha mengarahkan dan membatasi pergerakan rombongan di area Dukuh Atas.
Bundaran HI Menjadi Titik Simbolik Aksi
Bundaran HI merupakan salah satu ruang publik paling dikenal di Jakarta Pusat. Kawasan ini berada dekat pusat kegiatan ekonomi, perkantoran, hotel, perdagangan, dan jalur transportasi utama. Karena letaknya yang strategis, setiap konsentrasi massa di area tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas warga serta aktivitas di sekitarnya.
Dalam aksi “Indonesia Sadar”, pilihan menggunakan angkot membuat peserta dapat tiba dalam kelompok-kelompok kecil sebelum kemudian berkumpul di satu titik. Pola kedatangan seperti itu berbeda dari pergerakan massa besar yang datang secara serentak dalam satu rombongan.
Setelah seluruh peserta berkumpul, orasi pun disampaikan di sekitar Bundaran HI. Aksi tersebut berlangsung di tengah penjagaan polisi yang telah berada di lokasi. Tidak ada keterangan dalam peristiwa ini mengenai perubahan resmi terhadap larangan awal yang sebelumnya disampaikan kepada massa.
Perjalanan Aksi dari Dukuh Atas ke Bundaran HI
Peristiwa pada Rabu itu memperlihatkan rangkaian situasi yang berkembang cepat, dari pencegatan rombongan di Dukuh Atas hingga berkumpulnya massa di Bundaran HI. Awalnya, aparat menegaskan keberatan terhadap rencana aksi di kawasan tersebut. Namun, peserta demonstrasi akhirnya berhasil hadir di lokasi dengan menumpang angkot dari berbagai jurusan.
Kehadiran angkot merah dan biru dalam jumlah besar juga memperlihatkan peran kendaraan umum sebagai sarana mobilisasi peserta. Video yang beredar menampilkan angkot berhenti, penumpang turun, lalu massa bergerak menuju area tempat aksi berlangsung.
Setibanya di dekat Patung Selamat Datang, peserta tidak menunggu lama untuk memulai penyampaian aspirasi. Aparat yang berada di sekitar Bundaran HI tetap melakukan penjagaan saat massa berorasi.
Aksi ini sebelumnya juga diwarnai perdebatan langsung antara massa dan Kombes Reynold Hutagalung. Perdebatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian demonstrasi karena memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai penggunaan Bundaran HI sebagai lokasi penyampaian aspirasi.
Pada akhirnya, demonstrasi “Indonesia Sadar” tetap terlaksana di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026. Massa tiba menggunakan puluhan angkot, berkumpul dekat Patung Selamat Datang, lalu menyampaikan orasi dengan pengamanan polisi di sekitar lokasi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Cara Massa Berhasil Gelar Aksi Demonstrasi?
Cara Massa Berhasil Gelar Aksi Demonstrasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Cara Massa Berhasil Gelar Aksi Demonstrasi matter?
Cara Massa Berhasil Gelar Aksi Demonstrasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

