Cegah Kebutaan, Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini
Beritahitam.com – Cegah Kebutaan Kenali Tanda Bahaya kesehatan mata dengan membiasakan pemeriksaan secara rutin. Gangguan penglihatan tidak selalu langsung terasa, padahal sebagian masalah mata dapat berkembang perlahan hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Deteksi lebih awal penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Ketua Umum Pengurus Pusat PERDAMI, Prof. dr. Budu, menekankan pentingnya pemeriksaan mata berkala dalam kegiatan temu media di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Pemeriksaan tidak hanya ditujukan bagi orang yang sudah merasa penglihatannya bermasalah, tetapi juga bagi kelompok yang berisiko mengalami gangguan mata tanpa gejala awal yang jelas.
Survei Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan terjadi akibat katarak. Fakta tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mata perlu menjadi perhatian bersama. Dengan pemeriksaan rutin, kelainan penglihatan maupun penyakit mata dapat dikenali lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Kelompok yang Perlu Rutin Memeriksakan Mata
Anak-anak usia sekolah
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Gangguan penglihatan pada usia sekolah dapat berupa kelainan refraksi, seperti mata minus, maupun ambliopia atau mata malas. Tantangannya, anak sering kali belum menyadari bahwa penglihatannya terganggu atau belum mampu menjelaskannya kepada orang tua dan guru.
“Anak-anak sering kali tidak menyadari atau tidak mampu menjelaskan bahwa penglihatannya terganggu,” kata Prof. dr. Budu.
Orang tua dapat memperhatikan perubahan kebiasaan anak saat belajar. Misalnya, anak kerap maju ke depan kelas untuk melihat tulisan di papan, mendekatkan buku atau layar ke wajah, sering mengeluh sakit kepala, atau menjadi lebih rewel ketika diminta membaca. Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti anak mengalami masalah mata, tetapi layak menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.
“Anak-anak biasanya tidak mau duduk di belakang. Kalau mau membaca tulisan di papan, dia lari ke depan. Itu bisa menjadi tanda bahwa sebenarnya matanya sudah minus,” ujarnya.
Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi berpotensi mengganggu proses belajar dan prestasi akademik. Karena itu, pemeriksaan mata dapat menjadi bagian dari persiapan anak sebelum memasuki taman kanak-kanak maupun sekolah dasar. Bila ditemukan kelainan refraksi atau masalah lain, anak dapat memperoleh penanganan, termasuk penggunaan kacamata sesuai kebutuhan.
Penderita diabetes dan hipertensi
Penderita diabetes dan hipertensi juga perlu memberi perhatian pada kesehatan mata. Kondisi kesehatan tertentu dapat berkaitan dengan perubahan pada penglihatan, sehingga pemeriksaan rutin menjadi langkah yang patut dipertimbangkan. Jangan menunggu sampai penglihatan kabur, mata terasa tidak nyaman, atau aktivitas sehari-hari mulai terganggu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pesan utama dari upaya Cegah Kebutaan Kenali Tanda Bahaya adalah tidak mengabaikan perubahan kecil pada mata dan penglihatan. Pemeriksaan berkala membantu tenaga kesehatan menilai kondisi mata serta menentukan langkah lanjutan yang tepat. Kebiasaan ini penting bagi anak-anak, orang dewasa, maupun orang dengan penyakit penyerta.
Tanda yang Sebaiknya Tidak Diabaikan
Perubahan kemampuan melihat perlu diperhatikan, terutama bila mulai mengganggu kegiatan membaca, belajar, bekerja, atau berkendara. Anak yang sulit melihat tulisan dari jarak jauh, sering memicingkan mata, atau mengeluh pusing setelah belajar sebaiknya diperiksakan. Pada orang dewasa, penglihatan yang berubah atau keluhan mata yang menetap juga perlu mendapat perhatian.
Langkah pencegahan tidak harus menunggu munculnya keluhan berat. Jadwalkan pemeriksaan mata sesuai kebutuhan, terutama bagi anak usia sekolah serta penderita diabetes dan hipertensi. Membawa anak untuk skrining sebelum masuk sekolah juga dapat membantu memastikan kebutuhan penglihatannya tidak terlewat.
Cegah Kebutaan Kenali Tanda Bahaya melalui perhatian terhadap kebiasaan melihat, pemeriksaan berkala, dan penanganan sejak dini. Mata berperan besar dalam proses belajar, bekerja, dan menjalani aktivitas harian. Karena itu, menjaga kesehatan mata merupakan investasi penting bagi kualitas hidup.
FAQ Kesehatan Mata
Kapan anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata?
Pemeriksaan mata dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari persiapan anak memasuki TK atau SD. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan bila anak sering maju ke depan kelas, kesulitan melihat papan tulis, mengeluh sakit kepala, atau menunjukkan perubahan perilaku saat membaca.
Apakah anak yang tidak mengeluh tetap perlu diperiksa?
Ya. Anak tidak selalu mampu mengenali atau menjelaskan bahwa penglihatannya terganggu. Pemeriksaan membantu menemukan masalah seperti mata minus atau ambliopia lebih dini.
Siapa selain anak-anak yang perlu memperhatikan pemeriksaan mata?
Penderita diabetes dan hipertensi perlu memberi perhatian lebih terhadap kesehatan mata. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi gangguan sebelum keluhan berkembang dan mengganggu aktivitas.
Apakah katarak dapat berhubungan dengan kebutaan?
Survei Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan terjadi akibat katarak. Karena itu, pemeriksaan mata dan penanganan yang tepat tidak sebaiknya ditunda.

