Nasional

Datangi Rumah Jokowi di Solo, Aliansi Rakyat Pertanyakan Wacana Percepatan Pemilu

JOKOWI-BLUSUKAN-tulang-bawang

Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak Sampaikan Surat untuk Jokowi di Solo

Beritahitam.com – Sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 10 September 2026. Kehadiran mereka dipicu oleh perhatian terhadap pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai wacana percepatan pelaksanaan pemilihan umum.

Rombongan tersebut membawa sebuah surat dan plakat yang ditujukan kepada Jokowi. Perwakilan massa, Bangun Sutoto, menyampaikan bahwa kedatangan mereka dimaksudkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi serta kekhawatiran atas gagasan yang mereka nilai berkaitan dengan persoalan konstitusional.

Bagi kelompok itu, pembicaraan mengenai percepatan pemilu perlu dipandang secara serius karena berkaitan dengan kedaulatan rakyat dan ketentuan yang mengatur kehidupan bernegara. Mereka menilai pernyataan Budi Arie mengandung indikasi yang mengarah pada tindakan makar, sebuah tudingan yang mereka sampaikan dalam surat maupun saat berada di lokasi.

“Kami menilai bahwa apa yang dikatakan Budi Arie indikasi adanya tindakan makar. Ketika kita bicara makar kita bicara kedaulatan dan eksistensi Republik Indonesia. Bagaimanapun makar adalah tindakan inkonstitusional,” jelas Bangun, Kamis (10/9/2026).

Pesan tentang NKRI dan Konstitusi

Bangun menyatakan kelompoknya datang dengan membawa kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka meminta Jokowi tidak terlibat dalam gerakan yang, dalam pandangan mereka, berseberangan dengan konstitusi.

Ia menjelaskan bahwa surat dan plakat tersebut dipersiapkan sebagai pesan langsung kepada Jokowi. Perhatian mereka juga dikaitkan dengan posisi Jokowi yang belum lama ini terlihat duduk di sebelah kiri Budi Arie ketika isu percepatan pemilu disampaikan.

“Kami dari Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak pada 10 September 2026 ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo. Menurut kami Bapak Joko Widodo belum lama ini duduk di sebelah kiri Saudara Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Bangun menekankan bahwa aksi tersebut bukan sekadar penyampaian penolakan. Ia menyebutnya sebagai pengingat yang mereka tujukan kepada Jokowi sebagai mantan Presiden Republik Indonesia, sekaligus bentuk perhatian terhadap persoalan kebangsaan.

“Karena itu kami sebagai anak bangsa yang mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam. Kepada Bapak Jokowi memanusiakan Bapak Jokowi sebagai manusia. Kami mengingatkan bentuk kepedulian kami kepada NKRI dan juga kepada Bapak Joko Widodo, Mantan Presiden Republik Indonesia,” terangnya.

Penyerahan Melalui Staf

Pada awalnya, massa berharap dapat menyerahkan surat dan plakat itu secara langsung kepada Jokowi. Namun, Serka Zainudin, anggota Paspampres yang menemui mereka, menjelaskan bahwa dokumen dan plakat tersebut perlu diteruskan melalui staf.

Rombongan kemudian menyerahkan kedua barang itu kepada staf Jokowi. Keinginan untuk bertemu langsung juga disampaikan agar dapat diteruskan kepada Jokowi. Mereka sempat menunggu jawaban mengenai kemungkinan pertemuan di lokasi.

Massa menginginkan perjumpaan berlangsung di depan rumah. Mereka beralasan, pertemuan terbuka akan memungkinkan wartawan dan pihak lain yang hadir menyaksikan serta mendokumentasikan pembicaraan tersebut. Permintaan itu, bagi mereka, penting untuk menjaga keterbukaan atas pesan yang hendak disampaikan.

“Kami sampaikan kepada sekretariat dan Paspampres bahwa kami meminta beliau untuk menemui secara langsung di depan rumah. Bisa direkam, bisa didokumentasikan jurnalis dan siapa pun yang hadir sehingga tidak ada dusta di antara kita,” ungkap Bangun.

Setelah menanti tanpa memperoleh kepastian mengenai pertemuan langsung, massa akhirnya meninggalkan kediaman Jokowi. Bangun menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka harapan untuk dapat bertemu pada kesempatan berikutnya.

“Kami berpositif thinking bahwa suatu saat apa yang menjadi niatan kami akan dijawab oleh beliau,” jelasnya.

Wacana Pemilu Menjadi Sorotan

Isu percepatan pemilu menjadi pokok perhatian dalam aksi tersebut. Pemilu memiliki posisi penting dalam sistem demokrasi karena menjadi sarana rakyat menentukan wakil dan pemimpin melalui mekanisme yang diatur dalam konstitusi serta peraturan perundang-undangan. Karena itu, setiap gagasan yang menyangkut perubahan waktu pelaksanaannya dapat memunculkan perdebatan di ruang publik.

Aksi di Solo ini memperlihatkan bahwa pernyataan tokoh politik mengenai agenda pemilu dapat memperoleh respons dari berbagai kelompok masyarakat. Dalam kasus ini, Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak memilih menyampaikan sikapnya melalui surat dan plakat kepada Jokowi, meski penyerahan dilakukan melalui staf dan pertemuan langsung belum terlaksana.

Rombongan telah meninggalkan lokasi setelah proses penyampaian aspirasi selesai. Surat serta plakat yang dibawa massa telah diterima melalui staf Jokowi, sementara permintaan untuk bertemu langsung masih mereka harapkan dapat ditindaklanjuti pada waktu lain.

Frequently Asked Questions

What is Datangi Rumah Jokowi di Solo Aliansi?

Datangi Rumah Jokowi di Solo Aliansi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Datangi Rumah Jokowi di Solo Aliansi matter?

Datangi Rumah Jokowi di Solo Aliansi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *