Di Banyumas Sosok Sutrimo Terkenal Sebagai Penjaga Rumah Pejabat Tinggi Kejaksaan yang Meninggal di Jakarta
Beritahitam.com – Nama pria ini kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah kematiannya yang mendadak di ibu kota. Sutrimo, seorang warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diketahui telah bekerja sebagai penjaga rumah untuk seorang pejabat tinggi kejaksaan selama lebih dari dua dekade. Kehidupannya yang sederhana dan dedikasinya terhadap pekerjaan menjadi cerita inspiratif bagi banyak orang di kampung halamannya.
Penemuan dan Kematian di Jakarta Selatan
Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis pagi, tanggal 23 Juli 2026, di halaman Klinik Mordent yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ditemukan, korban terlihat mengeluarkan busa dari mulut dan hidungnya, menunjukkan gejala yang cukup serius. Setelah proses evakuasi dilakukan, tubuhnya dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring untuk penanganan lebih lanjut oleh tim medis.
Menurut informasi yang beredar, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit tersebut. Yang menarik, jenazah Sutrimo sudah dipulangkan ke Banyumas sebelum kasus kematiannya menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Proses pemulangan jenazah ini dilakukan dengan cepat, memungkinkan keluarga dan kerabat untuk segera berduka di kampung halaman.
Proses Penguburan dan Autopsi
Setelah jenazah tiba dari Jakarta, Sutrimo langsung dimakamkan pada malam yang sama, Kamis (23/7/2026), di pemakaman kampung halamannya. Pihak berwenang menyatakan bahwa hasil autopsi akan menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kematian. Zat mematikan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan meninggalnya pria tersebut, dan zat tersebut masih bisa dideteksi melalui pemeriksaan medis.
Proses autopsi ini penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dengan adanya hasil pemeriksaan medis yang komprehensif, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi kesehatan Sutrimo sebelum kematiannya.
Sutrimo dan Kehidupan di Jakarta
Sutrimo merupakan warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurut cerita tetangganya, pria ini telah merantau dan bekerja di ibukota selama puluhan tahun. Ia diduga menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari Febrie Adriansyah, yang merupakan Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Posisi ini menunjukkan bahwa Sutrimo memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam mengelola rumah tangga pejabat tersebut.
Salah satu tetangga yang tidak ingin namanya disebutkan mengungkapkan bahwa Sutrimo bekerja sebagai penjaga rumah untuk seorang atasan dari dunia kejaksaan. Tetangga tersebut memberikan keterangan kepada Tribunbanyumas.com pada hari Selasa, 28 Juli 2026:
“Infonya ikut bos kejaksaan, kerjanya nunggu rumah,”
Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa Sutrimo memang telah lama menjadi perantau di Jakarta dan menjalani pekerjaannya sebagai penjaga rumah selama bertahun-tahun sebelum kematiannya yang mendadak. Kehidupannya yang sederhana dan pekerjaannya yang tulus menjadi ciri khas yang diingat oleh banyak orang di Banyumas.
Kisah Sutrimo tidak hanya tentang pekerjaannya sebagai penjaga rumah, tetapi juga tentang dedikasi dan kesetiaan yang ia tunjukkan selama puluhan tahun. Bagi masyarakat Banyumas, sosok ini menjadi contoh nyata tentang bagaimana seseorang dapat menjalani hidup dengan sederhana namun tetap memiliki peran penting dalam kehidupan orang lain.

