Mitra Fahrudin Mb Kunjungi DPW BM PAN Jatim Sebelum Kongres VII
Key Discussion – Surabaya, Kamis (2/7/2026) – Calon Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Pusat, Mitra Fahrudin Mb, melakukan kunjungan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BM PAN Jawa Timur di kantor DPW PAN Jatim. Hadir pula Ketua DPW BM PAN Jawa Timur, Roki Wardoyo, yang akrab disapa Cak Wo, beserta seluruh pengurus dan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BM PAN di seluruh Jawa Timur. Kehadiran Mitra Fahrudin dianggap sebagai upaya memperkuat hubungan silaturahmi dan menyelaraskan visi organisasi sayap PAN menuju Kongres VII yang akan digelar di Anyer, Banten, pada 9-11 Juli 2026.
Kongres VII BM PAN: Agenda Politik Masa Depan
Sebagai ajang pengambilan keputusan strategis, Kongres VII BM PAN akan menjadi momen penting untuk menentukan arah politik dan program organisasi. Key Discussion dalam kongres ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi fokus utama BM PAN. Mitra Fahrudin menjelaskan bahwa kunjungan ke Jawa Timur bertujuan untuk memperkuat komunikasi, menganalisis dinamika politik lokal, serta menyelaraskan langkah-langkah menuju agenda nasional.
“Kita harus sadar bahwa sekitar 70 persen masyarakat Indonesia adalah petani. Maka sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan perhatian nyata bagi saudara-saudara kita di sektor pertanian. Program TAMPAN akan menjadi andalan kita untuk memberdayakan pemuda di desa, mendorong pertanian modern, dan memastikan kesejahteraan petani benar-benar terwujud,”
Mitra Fahrudin mengatakan dalam diskusi dengan para kader BM PAN Jatim. Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan generasi muda dengan komunitas tani, serta meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
Prioritas Program TAMPAN di Jawa Timur
Dalam sambutannya, Mitra Fahrudin menyampaikan bahwa BM PAN akan fokus pada pengembangan program Tani Muda dan Mapan (TAMPAN) sebagai inisiatif strategis untuk menjawab tantangan pertanian di era digital. Key Discussion mengenai program ini dianggap krusial karena menyangkut keberlanjutan kader dan keberhasilan penguatan struktur organisasi di tingkat daerah. “TAMPAN dirancang untuk menjadi jembatan antara kader BM PAN dan masyarakat pedesaan, sehingga program ini bisa berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan pengembangan ekonomi lokal,” tambah Mitra.
“Kami sangat senang menyambut saudara Mitra di tanah Jawa Timur. Gagasan program TAMPAN ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Semoga kunjungan ini menjadi awal kerja sama yang erat, memperkuat ikatan antar kader dari pusat hingga daerah, serta menjadikan BM PAN semakin solid, responsif, dan mampu melahirkan kader-kader terbaik bagi bangsa,”
Roki Wardoyo menegaskan dalam sambutan pembukaan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya memastikan TAMPAN menjadi salah satu Key Discussion utama dalam penguatan organisasi BM PAN.
Sebagai bagian dari Key Discussion pada hari itu, Mitra Fahrudin dan Roki Wardoyo juga membahas strategi penguatan struktur organisasi, termasuk peran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BM PAN di berbagai daerah. Diskusi ini diharapkan menjadi pondasi untuk menyiapkan kekuatan kader sebelum kongres, serta memastikan koordinasi yang lebih baik antara pusat dan daerah. Pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut dihadiri sekitar 200 kader BM PAN Jatim, dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Pertemuan ini juga menjadi momen untuk mengapresiasi kontribusi kader BM PAN Jatim dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Dalam Key Discussion, beberapa perwakilan DPD BM PAN menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan daerah dalam mengembangkan program pertanian. Mitra Fahrudin menanggapi dengan optimis, menegaskan bahwa keterlibatan kader di tingkat lokal adalah kunci keberhasilan BM PAN di masa depan. “Kita harus menjaga komunikasi yang baik, karena kader di daerah adalah pilar utama pergerakan kita,” ujarnya.
Selain fokus pada TAMPAN, Key Discussion juga menyentuh topik-topik seperti penguatan ekonomi kreatif, pengembangan kader pemuda, dan pengarusutamaan isu-isu kritis seperti perubahan iklim. Mitra Fahrudin menyampaikan bahwa BM PAN akan terus berupaya menjadi organisasi yang relevan, inklusif, dan mampu mendorong keadilan sosial. “Kita tidak hanya memperkuat ketua umum, tetapi juga memastikan setiap kader memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi,” pungkasnya. Dengan Key Discussion yang intens, BM PAN diharapkan dapat menunjukkan kekuatan organisasi di tingkat nasional.
