Kampanye Literasi Menguatkan Penyuluh Islam di Bengkayang
Beritahitam.com – Semangat menulis dan berdakwah melalui media digital menjadi perhatian dalam kegiatan kampanye literasi yang diikuti 85 penyuluh agama Islam di Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kementerian Agama Bengkayang pada Senin, 5 Mei 2025, di wilayah yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia.
Para peserta tidak hanya datang dari kawasan perkotaan. Mereka berasal dari berbagai titik di Kabupaten Bengkayang, termasuk daerah pedalaman, pesisir, perbukitan, serta lembah. Perjalanan menuju lokasi pelatihan pun tidak selalu mudah. Sejumlah penyuluh harus menempuh perjalanan sepeda motor hingga lima jam, bahkan ada yang memilih menginap terlebih dahulu agar dapat mengikuti kegiatan penulisan.
Situasi itu memperlihatkan bahwa literasi memiliki arti penting bagi penyuluh agama. Kemampuan menyusun tulisan dapat membantu mereka menyampaikan kegiatan, gagasan, dan pesan keislaman kepada masyarakat dengan cara yang lebih luas. Media digital juga membuka peluang agar pesan tersebut tidak berhenti dalam pertemuan tatap muka atau percakapan singkat sehari-hari.
Peserta Antusias Belajar Menulis
Kegiatan kampanye literasi ini telah dijalani selama empat tahun di Bengkayang. Dalam setiap pertemuan, para penyuluh didorong untuk berani mendokumentasikan pengalaman dan aktivitas mereka melalui artikel. Pesan yang kembali ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah pentingnya menulis sebelum kisah dan kerja para penyuluh diceritakan oleh pihak lain.
“Menulislah, wahai penyuluh, sebelum engkau ditulis orang!”
Peserta yang hadir mayoritas berusia di atas 40 tahun dan sebagian telah memiliki cucu. Namun, usia tidak mengurangi rasa ingin tahu mereka terhadap keterampilan baru. Ketika materi mengenai susunan artikel disampaikan, peserta mengikuti penjelasan dengan serius. Mereka juga menunjukkan ketertarikan saat diperkenalkan pada cara membuat ilustrasi untuk mendukung tulisan.
Pelatihan ini tidak semata-mata ditempatkan sebagai kegiatan belajar menulis biasa. Para penyuluh dipandang sebagai penggerak literasi di kawasan perbatasan yang dapat mengisi ruang digital dengan artikel keislaman. Dengan begitu, tulisan mereka dapat menjadi bentuk dakwah yang lebih tertata, informatif, dan relevan bagi pembaca di internet.
Memanfaatkan Teknologi untuk Konten Dakwah
Selain membahas struktur artikel, kegiatan tersebut juga mengenalkan penggunaan aplikasi Meta dan RemakeFace. Aplikasi Meta dimanfaatkan untuk membantu membuat ilustrasi melalui deskripsi visual. Sementara itu, RemakeFace diperkenalkan sebagai alat untuk mengganti wajah pada gambar dengan wajah asli.
Penggunaan teknologi visual dipandang dapat membuat artikel lebih menarik untuk dibaca. Peserta belajar bahwa sebuah tulisan tidak hanya membutuhkan informasi yang jelas, tetapi juga dapat didukung gambar yang sesuai dengan isi pembahasan. Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan pembuatan video pendek atau konten visual untuk platform seperti TikTok.
Ketika diperlihatkan kemungkinan membuat gambar pendukung dakwah, salah seorang peserta mengungkapkan antusiasmenya.
“Allahu Akbar! Gambar ini bisa jadi dakwah!”
Respons tersebut menggambarkan keterbukaan peserta terhadap cara-cara baru dalam menyampaikan pesan keagamaan. Dalam praktik komunikasi digital, ilustrasi dan video dapat membantu sebuah pesan lebih mudah dikenali, selama isi yang disampaikan tetap bertanggung jawab dan sesuai dengan tujuan edukasi.
Dukungan Kemenag Bengkayang
Program literasi bagi penyuluh Islam di Bengkayang juga didukung oleh Kepala Kemenag Bengkayang, Damsir. Ia aktif mendorong para penyuluh dan staf untuk menulis tentang kegiatan yang mereka jalankan, kemudian mengunggahnya ke situs resmi Kemenag Kalimantan Barat.
Upaya tersebut telah menghasilkan konsistensi publikasi. Selama tiga tahun berturut-turut, Kemenag Bengkayang menjadi salah satu pihak yang mendominasi pemberitaan pada situs tingkat provinsi. Capaian itu menunjukkan bahwa kebiasaan menulis dapat dibangun melalui dorongan pimpinan, latihan berkelanjutan, serta kemauan untuk membagikan kerja pelayanan kepada publik.
Bagi penyuluh agama, tulisan dapat berfungsi sebagai catatan kegiatan sekaligus sarana memperluas jangkauan pesan. Artikel yang baik tidak harus memakai bahasa yang rumit. Yang utama ialah informasi tersusun dengan jelas, fakta disampaikan secara tepat, dan pembaca dapat memahami manfaat kegiatan yang diceritakan.
Materi Teks Feature dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Kampanye literasi tersebut juga relevan dengan pembahasan teks feature dalam buku Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk kelas 12 SMA/SMK Kurikulum Merdeka edisi revisi, khususnya materi pada Bab 4 halaman 190. Buku karya Sa’bani dan kawan-kawan itu mengajak siswa memahami bentuk tulisan jurnalistik yang menyampaikan fakta melalui gaya yang menarik dan mendalam.
Teks feature berbeda dari berita singkat yang umumnya langsung menyampaikan pokok peristiwa. Dalam feature, penulis dapat mengembangkan suasana, pengalaman manusia, budaya, tradisi, atau kejadian nyata dengan bahasa deskriptif. Pembaca diajak merasakan konteks sebuah peristiwa tanpa meninggalkan dasar faktualnya.
Kisah perjalanan penyuluh dari berbagai wilayah menuju Bengkayang dapat menjadi contoh unsur yang menarik dalam sebuah feature. Ada gambaran tentang jarak, semangat peserta, pengalaman belajar teknologi, serta upaya membangun budaya menulis di kawasan perbatasan. Rincian seperti itu membantu pembaca memahami nilai kemanusiaan di balik sebuah kegiatan.
Bagi siswa yang mengerjakan latihan pada halaman tersebut, jawaban sebaiknya disusun mandiri terlebih dahulu. Pembahasan atau kunci jawaban dapat digunakan sebagai bahan pembanding untuk melihat pemahaman tentang isi teks, unsur feature, serta cara menyajikan fakta secara hidup. Pendampingan orang tua juga dapat membantu siswa mengevaluasi jawaban tanpa menghilangkan proses berpikirnya sendiri.
Pengalaman 85 penyuluh di Bengkayang memperlihatkan bahwa literasi bukan hanya urusan ruang kelas. Menulis dapat menjadi keterampilan praktis yang memperkuat komunikasi, mendokumentasikan kegiatan, dan membuka ruang dakwah yang lebih luas di era digital.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 12?
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 12 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 12 matter?
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 12 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

