Pertamina

Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Jadi yang Pertama di Dunia Raih Sertifikasi Terminal Hijau

PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan pencapaian bersejarah dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong, yang dikelola oleh PT

Desk Pertamina
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau Pertama Dunia
  2. Related Reading

Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau Pertama Dunia

Beritahitam.com – PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan pencapaian bersejarah dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong, yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET)—anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS)—resmi memperoleh Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). Prestasi ini menjadikan fasilitas di Cilegon, Banten, sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang meraih sertifikasi hijau tersebut.

Upacara penyerahan sertifikat dilaksanakan dalam Closing Ceremony Green Terminal Label Certification di Grand Ballroom PIS pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Agung Wicaksono: Momen Bersejarah bagi Energi Indonesia

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menekankan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina dan Indonesia dalam mendorong pengelolaan terminal energi yang lebih ramah lingkungan.

“Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan,” ujar Agung.

Pencapaian ini memiliki nilai strategis mengingat standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas energi dengan karakteristik risiko tinggi, khususnya dalam kegiatan penyimpanan dan penanganan LPG. Sebagian besar terminal lain yang telah memperoleh sertifikasi GTLC merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas.

Sertifikasi tersebut juga mencerminkan kemampuan Pertamina dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan prinsip keberlanjutan. Agung menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan fasilitas Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon.

Integrasi Energi Terbarukan dan Hidrogen Hijau

Salah satu pengembangan utama dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau. Pertamina tengah mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas produksi hingga sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM).

Hidrogen tersebut direncanakan akan dimanfaatkan di terminal tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir. Integrasi energi dari sumber hidrogen hijau tersebut ditujukan untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan pada kebutuhan listrik terminal.

Target Enam Fasilitas Terminal untuk Sertifikasi Green Terminal

Agung menambahkan, bahwa penerapan standar Green Terminal pada fasilitas penyimpanan dan penanganan LPG dapat menjadi referensi bagi pengembangan terminal minyak, gas, LNG, dan LPG lainnya, khususnya di lingkungan Pertamina Group. Pertamina menargetkan enam fasilitas terminalnya juga memperoleh Green Terminal Label di masa depan, di antaranya Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

“Kami ingin mereplikasi konsep Green Terminal ini ke terminal-terminal lainnya sehingga semakin banyak fasilitas Pertamina yang beroperasi dengan prinsip keberlanjutan. Keunggulan Pertamina sebagai perusahaan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi. Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai,” jelasnya.

Profil dan Kapasitas Terminal LPG Tanjung Sekong

Terminal LPG Tanjung Sekong berlokasi di Cilegon, Banten, dan berperan sebagai salah satu pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG kepada masyarakat dan industri. Terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT (Metrik Ton) atau 196.000 CBM (Cubic Meter), atau setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG Nasional dengan fasilitas jetty yang dapat melayani kapal berkapasitas sekitar 3.500 hingga 65.000 DWT (Deadweight Tonnage).

Proses sertifikasi sendiri dimulai sejak kick-off pada 11 Februari 2026, dilanjutkan dengan gap assessment and refreshment workshop, audit awal, serta audit final pada Juli 2026.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Green Terminal Label Certification (GTLC)? GTLC adalah sertifikasi internasional yang diberikan kepada terminal energi yang memenuhi standar keberlanjutan dalam operasional, lingkungan, dan pengelolaan emisi karbon.

Berapa kapasitas penyimpanan Terminal LPG Tanjung Sekong? Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT atau 196.000 CBM, yang setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG nasional.

Kapan proses sertifikasi dimulai dan selesai? Proses sertifikasi dimulai pada 11 Februari 2026 dengan kick-off, dan selesai pada Juli 2026 setelah audit final.

Apa rencana pengembangan hidrogen hijau di terminal ini? Hidrogen hijau yang diproduksi di Ulubelu, Lampung, akan dimanfaatkan di terminal sebagai bagian dari ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir.

Berapa banyak fasilitas terminal Pertamina yang ditargetkan meraih sertifikasi Green Terminal? Pertamina menargetkan enam fasilitas terminal, termasuk Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

Leave a Comment