Regional

103 Penumpang KM Virgo Transport yang Dievakuasi Dibawa ke Pelabuhan Tuban & Trisakti Banjarmasin

Kapal-Virgo-Transport-8-1

Evakuasi KM Virgo Transport 8 Capai 103 Orang, Pencarian Penumpang Lain Berlanjut

Beritahitam.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Virgo Transport 8 yang kehilangan kontak di rute Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah mengevakuasi 103 penumpang dan awak kapal hingga Minggu, 13 September 2026, pukul 12.00 Wita.

Dari jumlah tersebut, 102 orang ditemukan selamat. Satu orang lainnya meninggal dunia setelah dievakuasi dari perairan lokasi pencarian. KM Virgo Transport 8 sebelumnya diketahui membawa total 243 orang saat berlayar menuju Banjarmasin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan perkembangan evakuasi dalam konferensi pers. Proses pencarian masih menjadi perhatian utama karena masih ada orang yang belum ditemukan.

“Dapat kami informasikan bahwa total penumpang yang terevakuasi itu berjumlah 103 orang,” kata Putu.

Evakuasi dilakukan tiga kapal

Para penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi oleh tiga unsur kapal yang berada di area operasi. TB Mahao 9 mengevakuasi 16 orang. Dalam kelompok tersebut, 15 orang selamat dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

“TB Mahao 9 mengevakuasi 16 orang, 15 orang selamat, satu orang MC Delta (meninggal dunia),” ucapnya.

Selain itu, TB TCP membawa 38 orang dalam kondisi selamat. MP Haida juga berhasil mengevakuasi 49 orang, seluruhnya dilaporkan selamat. Penanganan para korban kemudian diarahkan ke dua pelabuhan tujuan sesuai kapal yang melakukan evakuasi.

Sebanyak 16 orang yang berada di TB Mahao 9 dijadwalkan dibawa menuju Pelabuhan Tuban di Jawa Timur. Sementara itu, 38 orang dari TB TCP serta 49 orang yang dievakuasi MP Haida akan dibawa ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Pembagian tujuan tersebut penting untuk memastikan proses penanganan para penyintas dapat berlangsung secara terarah. Pelabuhan menjadi titik kedatangan awal bagi para korban sebelum kebutuhan lanjutan, termasuk pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait, dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sejumlah unsur SAR dikerahkan

Upaya pencarian di laut melibatkan berbagai kapal dan armada udara. Unsur yang berada dalam operasi meliputi TB Mahao, TB TCP, MP Haida, KN SAR Laksmana, KRI Nala, serta KN Kunyit. Satu helikopter Basarnas yang berangkat dari Surabaya turut diterjunkan untuk melakukan penyisiran dari udara.

“Unsur yang terlibat di lapangan saat ini ada TB Mahao, TB TCP, kemudian MP Haida, KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, dan satu buah helikopter dari Basarnas yang tadi berangkat dari Surabaya langsung melaksanakan searching ya, pencarian dari udara,” ucapnya.

Keterlibatan unsur laut dan udara memungkinkan area pencarian dijangkau dari beberapa arah. Kapal-kapal di lapangan berperan untuk menyisir perairan sekaligus melaksanakan evakuasi apabila menemukan korban, sedangkan helikopter membantu pemantauan dari udara.

Pencarian di perairan terbuka memerlukan koordinasi yang cermat, terutama saat jumlah orang yang perlu ditemukan masih besar. Setiap informasi mengenai lokasi penemuan penyintas menjadi penting bagi penyusunan arah pencarian berikutnya.

Gelombang setinggi 2 hingga 2,5 meter menjadi kendala

Kondisi cuaca di area operasi turut memengaruhi kerja tim SAR. Gelombang di perairan tersebut tercatat berada pada kisaran dua hingga 2,5 meter. Situasi ini menjadi tantangan bagi kapal-kapal yang melakukan pencarian maupun proses pemindahan korban dari satu kapal ke kapal lain.

Dalam kondisi tersebut, kapal berukuran lebih besar diprioritaskan untuk mendukung pencarian di lapangan. Langkah itu diambil agar operasi dapat terus berjalan dengan mempertimbangkan kemampuan kapal menghadapi kondisi laut.

“Kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan. Ya, jadi kami upayakan semaksimal mungkin, apa pun akan kami laksanakan untuk melaksanakan operasi SAR ini,” ungkapnya.

Gelombang laut tidak hanya memengaruhi kecepatan pergerakan kapal, tetapi juga menuntut kehati-hatian lebih tinggi dalam proses pencarian visual dan evakuasi. Meski begitu, unsur SAR tetap melanjutkan operasi untuk mencari penumpang serta awak yang belum ditemukan.

Laporan diterima dini hari

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima informasi mengenai hilangnya kontak KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 13 September 2026, pukul 04.10 Wita. Informasi itu disampaikan Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.

Kapal tersebut sedang berada dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika komunikasi terputus. Dengan total 243 orang berada di dalam kapal, operasi pencarian dan pertolongan menjadi fokus utama untuk menemukan seluruh penumpang serta awak yang belum dievakuasi.

Hingga pembaruan pada pukul 12.00 Wita, jumlah orang yang telah dievakuasi mencapai 103 orang. Data tersebut mencakup 102 penyintas dan satu korban meninggal dunia. Proses pencarian di Laut Jawa masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan helikopter Basarnas.

Frequently Asked Questions

What is 103 Penumpang KM Virgo Transport?

103 Penumpang KM Virgo Transport is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 103 Penumpang KM Virgo Transport matter?

103 Penumpang KM Virgo Transport matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *