Regional

Abdul Hakim Mahfudz Buka Suara soal Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Ini Pernyatannya

Sebagai salah satu tokoh terkemuka Nahdlatul Ulama, Abdul Hakim Mahfudz Buka Suara soal posisi dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Pengasuh Pondok

Desk Regional
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
KH-Abdul-Hakim-Mahfudz-Pengasuh-Ponpes-Tebuireng-Jombang
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Abdul Hakim Mahfudz Buka Suara Soal Calon Ketum PBNU
  2. Related Reading

Abdul Hakim Mahfudz Buka Suara Soal Calon Ketum PBNU

Beritahitam.com – Sebagai salah satu tokoh terkemuka Nahdlatul Ulama, Abdul Hakim Mahfudz Buka Suara soal posisi dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk menjalankan amanah organisasi. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Acara tertinggi organisasi jam’iyah tersebut akan dihadiri lebih dari tiga ribu peserta dari berbagai penjuru Nusantara. Agenda penting yang akan dibahas meliputi pemilihan Ketua Umum PBNU, penetapan Rais Aam, serta penentuan arah organisasi menuju abad kedua kepengurusan NU. Kehadiran Abdul Hakim Mahfudz dalam bursa calon ini menambah dinamika persaingan di tingkat nasional.

Kandidat Potensial dalam Bursa Calon

Berbagai nama tokoh terkemuka NU mulai muncul sebagai calon potensial untuk memimpin organisasi terbesar di Indonesia. Di antaranya terdapat Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf atau yang dikenal Gus Yahya, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli. Selain itu, Hery Haryanto Azumi yang pernah menjabat Ketua Umum PB PMII periode 2005-2007 juga menjadi sorotan publik.

Ketua PWNU Jawa Timur ini mengungkapkan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Pernyataan ini diungkapkannya saat menghadiri acara silaturahmi dengan sejumlah pengurus cabang NU dari berbagai wilayah yang berkumpul di Jakarta. Abdul Hakim Mahfudz menekankan bahwa pengabdian di NU bukan semata-mata mengenai posisi atau jabatan.

Sore ini kami silaturahmi. Setelah tadi siang ada acara mendengarkan PBNU mengenai Qanun Asasi dan ini masih banyak dari PC-PC seluruh Indonesia. Kita berkumpul secara silaturahmi. Ini tradisi NU, silaturahmi, berdiskusi.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi merupakan tradisi yang telah lama menjadi ruang bagi NU untuk mempererat hubungan sekaligus membahas berbagai persoalan organisasi dan masyarakat. Pertemuan tersebut juga menjadi momen penting bagi pengurus NU dari berbagai daerah yang sedang berada di ibukota untuk saling bertemu dan memperkuat komunikasi. Abdul Hakim menilai bahwa silaturahmi dan diskusi merupakan bagian integral dalam menjaga kesinambungan perjuangan NU.

Kesiapan Berkhidmat di Posisi Mana Pun

Ketika ditanya mengenai kesiapannya jika mendapatkan amanah untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, Abdul Hakim menegaskan dirinya siap menjalankan tugas organisasi di posisi mana pun. Ia menunjukkan sikap rendah hati dan siap menerima amanah organisasi tanpa memandang tinggi rendahnya posisi.

Jadi kita berkhidmat di NU itu mau di posisi mana pun, kita bisa berkhidmat. Yang jadi pertimbangan itu bagaimana kita berkhidmat untuk menjadikan masyarakat lebih berkat.

Ia menegaskan bahwa pengabdian di NU bukan semata-mata mengenai posisi atau jabatan. Yang paling penting adalah bagaimana setiap kader dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para pendahulu NU. Pesan-pesan dari para ashab dan leluhur menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas organisasi.

Pesan-pesan dari para ashab, pesan dari para leluhur. Menyemaikan kebaikan di mana pun kita berada. Mudah-mudahan nanti semuanya juga sama. Nggak perlu kita untuk mengharapkan kebaikan itu. Sama-sama kita berkhidmat di NU ini.

Ketika kembali ditanya mengenai kesiapannya jika mendapat penugasan untuk maju, Abdul Hakim menjawab singkat dan tegas. Ia menunjukkan sikap rendah hati dan siap menerima amanah organisasi tanpa memandang tinggi rendahnya posisi. Kesiapan ini menjadi modal penting bagi NU dalam menghadapi tantangan masa depan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Abdul Hakim Mahfudz dan PBNU

1. Kapan Muktamar ke-35 PBNU akan berlangsung? Muktamar ke-35 PBNU dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

2. Siapa saja kandidat potensial untuk Ketua Umum PBNU? Kandidat potensial meliputi KH Yahya Cholil Staquf, KH Nasaruddin Umar, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Marsudi Syuhud, KH Muhammad Yusuf Chudlori, KH Imam Jazuli, dan Hery Haryanto Azumi.

3. Apa posisi Abdul Hakim Mahfudz saat ini? Abdul Hakim Mahfudz menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur dan merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang.

4. Berapa jumlah peserta yang diperkirakan hadir dalam Muktamar? Lebih dari tiga ribu peserta dari berbagai penjuru Nusantara diperkirakan akan hadir dalam forum Muktamar ke-35 tersebut.

5. Apa yang menjadi fokus agenda Muktamar? Agenda penting meliputi pemilihan Ketua Umum PBNU, penetapan Rais Aam, serta penentuan arah organisasi menuju abad kedua kepengurusan NU.

Leave a Comment