BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Vape Etomidate dari Malaysia
Beritahitam.com – BNN dan Bea Cukai Gagalkan upaya penyelundupan besar-besaran yang mengangkut cartridge vape berisi cairan etomidate dari Malaysia ke Indonesia. Operasi gabungan ini dilaksanakan melalui jalur maritim di Batam, Kepulauan Riau, dan berhasil menangkap enam tersangka serta menyita berbagai jenis narkotika pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat kedua instansi dalam memberantas peredaran narkoba ilegal.
Hasil Penyitaan yang Signifikan dalam Operasi
Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang sangat besar nilainya. Dari hasil penggerebekan, terungkap 170 cartridge vape yang mengandung cairan etomidate, 12 botol vial etomidate, serta 1.076,18 gram serbuk MDMA. Selain itu, juga ditemukan 50 gram sabu, 10 butir ekstasi, 86 butir happy five, dan 25,6 gram ketamin. Tidak hanya itu, terdapat 88 unit perangkat vape lengkap dengan peralatan pengemasannya.
BNN memperkirakan bahwa operasi ini berhasil menyelamatkan sekitar 13.964 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonomi dari seluruh barang bukti yang berhasil disita ditaksir mencapai Rp5,1 miliar. Para tersangka yang ditangkap dijerat dengan Undang-Undang Narkotika dan menghadapi ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup.
Modus Penyelundupan yang Semakin Canggih
Menurut keterangan Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Aswin Sipayung, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen yang menyebutkan adanya masuknya barang ilegal melalui jalur laut. Berdasarkan data tersebut, petugas melaksanakan penggerebekan di empat lokasi berbeda. Aswin menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku sangat terstruktur dan sistematis.
“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terkait masuknya barang ilegal melalui jalur laut. Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penggerebekan di empat lokasi berbeda,” kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Aswin Sipayung dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Pelaku memanfaatkan pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal sebagai ‘pelabuhan tikus’ untuk memasukkan cairan dan cartridge vape berisi etomidate. Cara penyamaran yang mereka lakukan sangat rapi dengan tujuan untuk mengelabui petugas dan memastikan barang tersebut diedarkan ke masyarakat umum, terutama kalangan anak muda.
Yang menarik, para pelaku tidak membawa barang secara terang-terangan. Untuk mengelabui petugas, vape yang berisi etomidate dikemas menggunakan alat press plastik sehingga bentuknya menyerupai produk snack. Barang tersebut disembunyikan di dalam kemasan makanan ringan untuk menghindari deteksi.
Tersangka dan Pemasok Utama yang Masih Dalam Pencarian
Enam orang yang ditangkap dalam operasi ini memiliki inisial BAP, ED, NC, TFS, AJ, dan DA. Sementara itu, dua pemasok utama barang haram yang merupakan warga negara asing, yaitu SL dan WKC, masih dalam status buron. Aswin menambahkan bahwa cara penyamaran ini sangat efektif untuk mengelabui petugas dan memastikan distribusi barang ke masyarakat.
“Ini bentuk penyamaran yang sangat rapi. Tujuannya jelas, untuk mengelabui petugas dan diedarkan ke masyarakat umum, khususnya anak muda,” jelasnya.
Operasi ini merupakan bukti nyata komitmen BNN dan Bea Cukai dalam memberantas penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Dengan modus yang semakin canggih, petugas terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi untuk memastikan barang haram tidak sampai ke tangan masyarakat.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apa itu etomidate dan mengapa berbahaya? Etomidate adalah obat anestesi yang mulai disalahgunakan sebagai narkotika. Zat ini dapat menyebabkan efek sedasi dan jika dikonsumsi berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan.
2. Berapa nilai total barang bukti yang disita? Nilai ekonomi dari seluruh barang bukti yang berhasil disita ditaksir mencapai Rp5,1 miliar.
3. Siapa saja tersangka yang ditangkap? Enam tersangka dengan inisial BAP, ED, NC, TFS, AJ, dan DA ditangkap dalam operasi ini.
4. Apakah pemasok utama sudah tertangkap? Dua pemasok utama warga negara asing, yaitu SL dan WKC, masih dalam status buron dan sedang dalam proses penangkapan.
5. Bagaimana cara pelaku menyembunyikan vape? Pelaku menggunakan alat press plastik untuk membuat vape menyerupai produk snack dan menyembunyikannya di dalam kemasan makanan ringan.

