Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi Tragedi Drag Race Maut Kotamobagu
Malam yang kelam kembali menyelimuti Kota Kotamobagu. Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi tragedi drag race yang menewaskan delapan orang dan melukai delapan
Table of Contents
Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi Tragedi Drag Race Maut Kotamobagu
Beritahitam.com – Malam yang kelam kembali menyelimuti Kota Kotamobagu. Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi tragedi drag race yang menewaskan delapan orang dan melukai delapan lainnya. Jalan A.P. Mokoginta di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, berubah menjadi ruang duka bersama. Deretan lilin kecil mulai menyala di sepanjang trotoar dan tepi jalan, menandai titik-titik di mana para korban terlempar saat insiden tragis terjadi pada Minggu sore, 9 Agustus 2026.
Sanak keluarga, kerabat, hingga warga sekitar hadir dengan hati yang berat. Mereka datang untuk mengenang para korban yang kehilangan nyawa dalam sekejap. Di antara mereka terlihat Fitri Sipasi dan Desy Sipasi, keduanya berusia 22 tahun. Mereka adalah cucu dari Nilawati Mokodongan, seorang warga Desa Pontodon, Kotamobagu, yang berusia 72 tahun dan termasuk salah satu korban tewas dalam tragedi tersebut.
Prosesi Berduka di Tengah Kota
Saat tim TribunManado.co.id tiba di lokasi pada pukul 21.30 WITA, kerumunan warga masih memadati area TKP. Suasana hening menyelimuti, hanya terdengar suara langkah kaki dan bisikan-bisikan doa. Lilin-lilin yang dinyalakan menandai tempat persis di mana tubuh para korban tergeletak usai disambar kendaraan balap yang dikemudikan pembalap Tian Ngantung.
“Kami datang untuk menyalakan lilin di lokasi nenek kami terbujur setelah ditabrak mobil itu,” terang Desy dengan suara bergetar.
Menurut Desy, nenek mereka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Monompia Kotamobagu untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa wanita tersebut tidak tertolong. Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi ini bukan sekadar prosesi, melainkan bentuk penghormatan terakhir bagi para korban yang pergi terlalu dini.
Penyelidikan Polisi dan Tanggung Jawab Panitia
Tragedi Drag Race Maut Kotamobagu kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polisi sedang melakukan olah TKP untuk mendalami penyebab kecelakaan serta menelusuri kemungkinan kelalaian panitia penyelenggara. Lokasi kecelakaan yang dipadati sanak keluarga korban yang berpulang dan memasang lilin menjadi simbol duka yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Sehari setelah tragedi, suasana di Jalan A.P. Mokoginta masih terasa berat. Keluarga korban yang datang untuk mengenang almarhum tampak berduka, sementara lilin-lilin yang menyala menjadi pengingat akan insiden tragis yang merenggut nyawa delapan orang dan melukai delapan lainnya. Keluarga Nyalakan Lilin di Lokasi tragedi ini juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tragedi Kotamobagu
Kapan tragedi drag race di Kotamobagu terjadi? Tragedi tersebut terjadi pada Minggu sore, 9 Agustus 2026, ketika kendaraan balap menabrak penonton yang sedang menonton.
Berapa jumlah korban dalam insiden tersebut? Total delapan orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Siapa nama pembalap yang terlibat? Pembalap yang dikemudikan kendaraan balap bernama Tian Ngantung.
Di mana lokasi tepat tragedi terjadi? Tragedi terjadi di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Bagaimana kondisi korban yang dilarikan ke rumah sakit? Salah satu korban, Nilawati Mokodongan (72 tahun), sempat dilarikan ke Rumah Sakit Monompia Kotamobagu namun nyawanya tidak tertolong.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan polisi, pembaca dapat mengunjungi halaman Regional TribunNews.
