Regional

Pasrahnya Orang Tua Siswa SDN di Bandung yang Sekolahnya Digembok Ahli Waris, Eva: Masih Khawatir

Kota Bandung menghadapi situasi yang cukup membingungkan bagi dunia pendidikan setelah gerbang SDN 026 Bojongloa ditutup rapat oleh para ahli waris. Kejadian

Desk Regional
Published Agustus 8, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
sdn-026-bojongloa-disegel-asdf-wef
Foto : Mary Smith - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Wali Kota Bandung Turun Tangan Usai SDN 026 Digembok Ahli Waris
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Wali Kota Bandung Turun Tangan Usai SDN 026 Digembok Ahli Waris

Beritahitam.com – Kota Bandung menghadapi situasi yang cukup membingungkan bagi dunia pendidikan setelah gerbang SDN 026 Bojongloa ditutup rapat oleh para ahli waris. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2026. Sekolah negeri yang berlokasi di Jalan Cibaduyut, kawasan Kebon Lega, Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat tersebut menutup aksesnya setelah memenangkan gugatan sengketa tanah terhadap Pemerintah Kota Bandung.

Kabar penutupan sekolah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah menghormati keputusan pengadilan, namun hak-hak anak-anak sekolah juga harus tetap terpenuhi.

Orang Tua Siap Pindahkan Anak ke Sekolah Lain

Eva Agustaviani, seorang ibu murid berusia 43 tahun, menyatakan kesiapannya untuk memindahkan putranya ke SDN 148 Cibaduyut. Sekolah pengganti ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi lama. Ia menunggu proses pembangunan gedung sekolah baru selesai.

“Kalau pindah juga (ke sekolah baru) juga gak masalah jalan kaki masih bisa juga, naik angkot juga bisa yang penting anak bisa sekolah,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Eva menambahkan bahwa jarak antara sekolah lama dengan tempat pengganti mencapai sekitar tiga kilometer. Meskipun demikian, ia masih merasa cemas karena ada kemungkinan penggembokan dilakukan kembali oleh para ahli waris.

“Sekarang masih khawatir (digembok lagi), apalagi disini jalan raya, takutnya ada hal yang tidak diinginkan,” katanya, dikutip dari TribunJabar.id.

Akar Masalah Sengketa Tanah

Insiden penutupan gerbang sekolah ini bermula dari sengketa kepemilikan lahan yang telah berlangsung lama. Pada tahun 2017, dua orang ahli waris bernama Agus Pribadi dan Tata mengklaim bahwa tanah SDN 026 Bojongloa seluas 1.500 meter persegi merupakan hak milik mereka. Setelah proses hukum berjalan, Pemkot Bandung kalah dalam perkara tersebut sehingga tanah beralih tangan menjadi milik para ahli waris.

Menurut Wali Kota Farhan, memindahkan lebih dari 900 siswa ke lokasi baru bukanlah hal yang mudah. Ia menekankan bahwa meskipun ada tantangan logistik, kenyamanan belajar anak-anak tetap menjadi prioritas utama.

“Namun bagaimana pun memindahkan 900 siswa langsung ke tempat baru tidak semudah itu.”

Orang tua siswa SDN 026 Bojongloa menunjukkan sikap positif terhadap kemungkinan relokasi sementara. Mereka berharap anak-anak mereka dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman di sekolah lain hingga situasi kembali normal.

Frequently Asked Questions

What is Pasrahnya Orang Tua Siswa SDN di Bandung?

Pasrahnya Orang Tua Siswa SDN di Bandung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pasrahnya Orang Tua Siswa SDN di Bandung matter?

Pasrahnya Orang Tua Siswa SDN di Bandung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment