Seleb

Davina Karamoy Teringat Hubungannya dengan Ibu saat Bintangi ‘Andai Waktu Bisa Diulang Kembali’

Davina Karamoy Teringat Hubungannya dengan Ibu saat -

Desk Seleb
Published Juni 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Davina Karamoy Teringat Hubungan dengan Ibu Saat Bintangi ‘Andai Waktu Bisa Diulang Kembali’

Koneksi Emosional dalam Penokohan

Davina Karamoy Teringat Hubungannya dengan Ibu saat – Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali memberikan pengalaman istimewa bagi Davina Karamoy, terutama dalam memerankan karakter Dinar yang memiliki hubungan yang sangat dalam dengan ibunya. Bagi seorang aktris, hubungan pribadi dengan keluarga sering menjadi sumber inspirasi yang kuat. Davina menjelaskan bahwa fondasi hubungannya dengan ibu membantu menjadikan penokohan Dinar lebih autentik dan penuh makna.

“Hubungan Dinar dan ibunya sangat dekat, dan begitu pula aku dengan ibu. Ini memudahkan aku untuk mengekspresikan emosi secara alami,” kata Davina Karamoy, dalam wawancara di Taman Mini, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Kemudahan ini tidak hanya berdampak pada kualitas akting, tetapi juga pada proses penyutradaraan film. Davina menegaskan bahwa berada dalam situasi yang mirip dengan kehidupan nyata membuatnya lebih fokus dan terbuka dalam menggambarkan perasaan-perasaan yang kompleks.

Kemudahan Membangun Chemistry dengan Vonny Anggraini

Syuting film ini juga berjalan lancar berkat kolaborasi yang harmonis dengan vonny Anggraini, yang memerankan ibu Dinar. Kedua aktris ini saling mendukung dan menjaga keseimbangan emosional dalam adegan yang berulang kali menyentuh hati penonton. Davina merasa hubungan antara Dinar dan ibunya menjadi kunci untuk membangun chemistry yang kuat.

“Dengan Mbak Vonny, aku merasa seperti bersama ibu sendiri. Kesempatannya menghadirkan kehangatan dan kedalaman emosi membuat adegan terasa lebih hidup,” tambah Davina.

Salah satu momen paling menonjol adalah adegan ibu Dinar yang menangis di tengah perayaan. Davina mengungkapkan bahwa penampilan vonny Anggraini dalam adegan tersebut memicu kenangan tentang hubungannya dengan ibu, bahkan hingga membuatnya mengalirkan air mata.

Pengalaman Pribadi sebagai Dasar Karakter

Davina Karamoy sering mengambil pengalaman pribadi sebagai dasar untuk membangun karakter dalam film. Ia menjelaskan bahwa hubungan dengan ibu adalah salah satu aspek kehidupan yang paling berkesan, dan ini terus menjadi bahan refleksi dalam setiap proyek.

“Aku memang suka merujuk pada momen-momen nyata, seperti saat kecil dulu. Ini membantu aku merasakan kejujuran dalam setiap dialog atau ekspresi,” ujarnya.

Kasus penipuan travel umrah Hanania Group yang pernah ia alami juga menjadi pelajaran berharga. Meski berbeda konteks, pengalaman itu mengingatkannya pada pentingnya kejujuran dan perhatian dalam hubungan antarmanusia, yang kemudian diterapkan dalam memerankan Dinar.

Kesuksesan Film dan Kesan Penonton

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali telah mendapat respon positif dari penonton, terutama karena kemampuan Davina dalam menggambarkan kehangatan hubungan antara anak dan ibu. Banyak penggemar menganggap adegan yang menyentuh hati sebagai cerminan dari kehidupan sehari-hari.

“Kesan yang ingin aku berikan adalah kepedihan yang tidak bisa dihilangkan, tapi juga harapan untuk kembali ke masa yang lebih baik. Ini adalah cerminan dari hubungan aku dengan ibu,” tutur Davina.

Davina juga menekankan bahwa film ini tidak hanya tentang kisah keluarga, tetapi juga tentang perjuangan untuk memperbaiki kesalahan dan menghargai momen-momen yang telah lewat. “Kami memakai pendekatan yang sangat personal, sehingga penonton bisa merasakan emosi yang sama,” katanya.

Pengembangan Karakter dan Pemetaan Emosi

Proses penokohan Dinar tidak hanya bergantung pada pengalaman pribadi, tetapi juga pada diskusi mendalam dengan tim produksi. Davina menjelaskan bahwa dia dan vonny Anggraini sering berbagi cerita untuk memastikan dinamika antara anak dan ibu terasa alami.

“Kami berdiskusi tentang bagaimana ibu mengungkapkan kasih sayang, hingga kecil seperti ibu yang mendorong aku belajar. Ini menjadi dasar untuk membangun dialog dan interaksi yang tulus,” imbuh Davina.

Davina juga mengatakan bahwa keberhasilan adegan seperti ini tergantung pada kemampuan para aktor untuk menempatkan diri dalam peran yang sama sekali berbeda dari kehidupan nyata. “Kalau Dinar mungkin akan lebih tenang,” tambahnya, mengingatkan bahwa emosi karakter harus dipisahkan dari emosi pribadi, meski tetap saling terkait.

Impact pada Karier dan Penghargaan

Pengalaman bermain dalam Andai Waktu Bisa Diulang Kembali tidak hanya menguatkan kemampuan akting Davina, tetapi juga memberinya pengalaman baru dalam mengekspresikan hubungan yang terasa sangat personal. Ia berharap film ini bisa membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin penonton bisa merasakan emosi yang sama seperti yang saya alami, dan mungkin teringat pada momen-momen yang mereka sendiri alami bersama orang tua,” tutur Davina.

Terlepas dari dinamika emosional dalam film, Davina tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Ia menegaskan bahwa kemudian hari, hubungan dengan ibu tetap menjadi sumber inspirasi terbesar dalam berbagai proyek kreatif yang ia lakukan.

Leave a Comment