Ochi Rosdiana Ceritakan Pengalaman Tak Terduga Saat Syuting Film Horor
Beritahitam.com – Proses produksi film horor kerap menuntut pemain untuk membangun suasana tegang dalam waktu lama. Bagi Ochi Rosdiana, salah satu adegan dalam film Lingsir Wengi: Motel Malioboro justru meninggalkan pengalaman yang tidak biasa. Aktris berusia 27 tahun itu mengaku merasakan kejadian yang ia anggap mistis ketika menjalani adegan menyanyikan lagu “Lingsir Wengi”.
Film tersebut dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Ochi memerankan Putik, perempuan indigo yang memiliki peran penting dalam hubungan kelompok tokoh utama dengan makhluk dari dunia lain.
Merasa Pundak Sangat Berat Menjelang Magrib
Pengalaman itu terjadi saat pengambilan gambar berlangsung menjelang waktu magrib. Ochi menilai situasi yang ia alami bisa saja merupakan kebetulan, tetapi ia merasakan beban yang sangat kuat di bagian pundak ketika adegan lagu tersebut direkam.
“Adegan yang aku nyanyiin Lingsir Wengi itu, tapi mungkin hanya kebetulan aja.”
“Cuma begitu aku lagi adegan itu, posisinya emang udah mau magrib, tapi bukan yang mepet gitu.”
Di tengah pengambilan adegan, Ochi mengatakan bahwa ia melihat sesuatu yang tidak dapat ia ceritakan kepada orang-orang di lokasi. Ia memilih tetap menyelesaikan pekerjaan karena proses syuting sudah hampir rampung.
“Pundakku berat banget, dan aku nggak mungkin juga cerita sama mereka apa yang aku lihat.”
Keputusan untuk melanjutkan adegan itu ternyata diikuti kondisi fisik yang menurun. Ochi sempat meyakinkan dirinya untuk bertahan beberapa saat lagi sebelum akhirnya mengalami muntah-muntah.
“Yaudah deh lanjutin aja, nanggung, sedikit lagi.”
“Terus ya muntah-muntah jadinya.”
Syuting Dihentikan Sementara
Setelah kejadian tersebut, produksi menghentikan pengambilan gambar untuk memberi waktu istirahat kepada Ochi. Syuting kemudian diteruskan pada sekitar pukul 20.00. Selama jeda berlangsung, kru juga memanggil seorang ustaz untuk menangani situasi di lokasi.
“Yaudah kita break syuting dulu sampai sekitar jam 8an baru start lagi.”
Pengalaman itu menambah cerita di balik proses pembuatan Lingsir Wengi: Motel Malioboro, sebuah film yang memang mengangkat atmosfer teror dan unsur dunia tak kasatmata. Meski demikian, Ochi tidak memastikan penyebab kejadian yang ia rasakan dan membuka kemungkinan bahwa peristiwa tersebut hanyalah kebetulan di tengah padatnya proses produksi.
Peran Putik dalam Cerita Motel Tua
Dalam film garapan sutradara Adhe Dharmastriya ini, Putik digambarkan sebagai perempuan indigo. Karakter tersebut menjadi penghubung bagi teman-temannya ketika mereka menghadapi keberadaan makhluk lain. Posisi Putik membuat peran Ochi berada dekat dengan inti misteri yang berkembang sepanjang cerita.
Lingsir Wengi: Motel Malioboro berfokus pada sekelompok pembuat konten kanal YouTube bertema horor. Mereka memutuskan menyelidiki sebuah kamar terlarang di motel tua. Tindakan itu kemudian memicu teror mengerikan yang harus mereka hadapi.
Latar motel tua dan kamar yang dilarang untuk dibuka menjadi elemen penting dalam cerita. Keberanian para pembuat konten untuk mencari bahan tayangan berubah menjadi ancaman ketika rasa penasaran mereka membawa konsekuensi yang tidak mereka perkirakan. Dalam situasi inilah karakter Putik berfungsi sebagai perantara komunikasi dengan makhluk lain.
Lagu sebagai Bagian dari Bangunan Suasana
Adegan menyanyikan “Lingsir Wengi” menjadi salah satu bagian yang berkesan bagi Ochi karena pengalaman pribadinya selama proses pengambilan gambar. Dalam film horor, musik dan suara sering dipakai untuk memperkuat ketegangan, mengarahkan emosi penonton, serta membangun suasana sebelum gangguan atau teror muncul.
Namun, cerita yang disampaikan Ochi menempatkan pengalaman itu sebagai kejadian di balik layar, bukan bagian dari kepastian mengenai unsur supranatural. Ia sendiri menyebut kemungkinan adanya kebetulan. Yang jelas, kondisi fisiknya saat itu membuat pekerjaan harus dihentikan sementara sebelum produksi dapat berjalan kembali pada malam hari.
Bagi penonton, kisah di balik syuting tersebut memberi gambaran bahwa produksi film tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir di layar. Para pemain dan kru juga perlu menjaga konsentrasi serta kondisi tubuh selama menjalani jadwal pengambilan gambar, terutama ketika adegan membutuhkan emosi intens dan suasana yang berat.
Jadwal Tayang di Bioskop
Lingsir Wengi: Motel Malioboro akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Film ini menghadirkan kisah kelompok kreator konten yang berhadapan dengan misteri kamar terlarang di sebuah motel tua, dengan Putik sebagai salah satu karakter sentral dalam perjalanan mereka menghadapi teror.
Pengalaman Ochi saat menyanyikan “Lingsir Wengi” menjadi salah satu cerita yang menyertai persiapan film tersebut. Setelah sempat berhenti akibat kondisi kesehatannya, proses syuting dapat dilanjutkan kembali. Cerita itu sekaligus memperlihatkan tantangan yang dihadapi pemain ketika membawakan karakter dalam produksi bergenre horor.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nyanyi Lagu Lingsir Wengi untuk Adegan?
Nyanyi Lagu Lingsir Wengi untuk Adegan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nyanyi Lagu Lingsir Wengi untuk Adegan matter?
Nyanyi Lagu Lingsir Wengi untuk Adegan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

