Sejarah Baru di Shenzhen: An Se-young Menorehkan Hattrick Gelar China Masters
Beritahitam.com – Shenzhen Arena, Minggu (6/9/2026), menjadi saksi sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam hampir dua dekade penyelenggaraan turnamen bulu tangkis kelas Super 750 tersebut. An Se-young, tunggal putri peringkat satu dunia dari Korea Selatan, menutup laga final dengan kemenangan telak atas Tomoka Miyazaki dari Jepang, skor 21-17 dan 21-6 dalam tempo 45 menit. Gelar juara itu bukan sekadar tambahan trofi di raknya—ia menjadi pemain pertama dalam sejarah China Masters yang berhasil merebut gelar pada tiga edisi beruntun, yakni 2024, 2025, dan 2026.
Pencapaian ini menempatkan An Se-young di atas daftar prestasi yang selama ini hanya menyentuh batas dua kali berturut-turut. Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 2005 sebagai bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 750, belum ada satu pun atlet yang mampu melampaui ambang tiga gelar konsektif. Dengan kemenangan di Shenzhen, batas itu akhirnya runtuh.
Rekor Sebelumnya yang Kini Tertinggal
Sebelum An Se-young, beberapa nama memang pernah mencatatkan dua gelar beruntun di berbagai sektor. Di tunggal putra, Lin Dan dari Tiongkok melakukannya pada 2009–2010, diikuti Chen Long pada 2011–2012, dan Kento Momota dari Jepang pada 2018–2019. Di tunggal putri, Liu Xin (Tiongkok) meraih dua gelar pada 2013–2014, sementara Chen Yufei (Tiongkok) mengulanginya pada 2018–2019. Sektor ganda putra mencatatkan prestasi serupa lewat pasangan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo dari Indonesia pada 2018–2019. Adapun di ganda campuran, Xu Chen dan Ma Jin dari Tiongkok menorehkan dua gelar beruntun pada 2011–2012.
Semua catatan tersebut berhenti di angka dua. Tidak ada yang berani melangkah ke edisi ketiga secara beruntun. An Se-young menjadi pengecualian pertama, mengubah lanskap sejarah turnamen yang telah berlangsung lebih dari dua puluh tahun.
Dominasi Mutlak di Shenzhen
Yang membuat kemenangan final ini semakin mencolok bukan hanya skor akhir, melainkan cara An Se-young menuntaskan seluruh turnamen tanpa kehilangan satu gim pun. Dari babak awal hingga final, ia tidak pernah tertinggal set dalam pertandingan mana pun. Konsistensi semacam itu jarang ditemukan di level kompetisi Super 750, di mana tekanan dan intensitas meningkat drastis seiring berjalannya turnamen.
Terhadap Tomoka Miyazaki secara spesifik, An Se-young kini mengantongi rekor sempurna: delapan kemenangan dari delapan pertemuan. Tidak ada satu pun laga di mana Miyazaki mampu merebut gim dari lawannya. Dominasi head-to-head ini menegaskan jarak kualitas yang masih lebar antara kedua pemain, setidaknya dalam konteks pertemuan mereka sejauh ini.
Konteks Musim dan Implikasi Jangka Panjang
Hattrick gelar China Masters ini datang di tengah musim yang padat bagi An Se-young. Sebelumnya, pada Minggu (7/6/2026), ia juga tampil di babak final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, menghadapi Akane Yamaguchi dari Jepang. Kepadatan jadwal tersebut menunjukkan bahwa pencapaian di Shenzhen bukan hasil dari satu turnamen terisolasi, melainkan bagian dari pola performa puncak yang ia pertahankan sepanjang musim.
Secara lebih luas, dominasi An Se-young di turnamen-turnamen berlevel tinggi menggeser dinamika persaingan tunggal putri dunia. Ketika seorang pemain mampu menjuarai tiga edisi beruntun sebuah turnamen Super 750 tanpa pernah kalah gim, pertanyaan yang muncul bukan lagi apakah ia mampu bersaing di puncak, melainkan seberapa lama dominasi tersebut akan bertahan. Mata kini tertuju pada Asian Games 2026, di mana An Se-young dipandang sebagai kandidat utama dan sekaligus pemburu sejarah baru di ajang multievent terbesar Asia.
Rekor tiga gelar beruntun di China Masters bukan sekadar angka statistik. Ia menjadi penanda bahwa satu pemain telah melampaui batas yang selama dua dekade dianggap tak tercapai, dan mengubah standar yang harus dipenuhi oleh siapa pun yang ingin menyaingi di puncak tunggal putri dunia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is An Se young Pemain Pertama Cetak?
An Se young Pemain Pertama Cetak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does An Se young Pemain Pertama Cetak matter?
An Se young Pemain Pertama Cetak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

