Superskor

Sorotan UEFA Nations League: Kemarahan Xavi di Ruang Ganti Jadi Bahan Bakar Belanda Imbangi Yunani

barcelona-yang-baru-diangkat-xavi-hernandez-melambai-kepada-para-pendukung

Belanda Bangkit di Thessaloniki, Xavi Hernandez Tegaskan Respons Usai Jeda

Beritahitam.com – Tim nasional Belanda membawa pulang satu poin dari lawatan sulit ke Yunani setelah pertandingan UEFA Nations League 2026/2027 berakhir 2-2. Duel di Thessaloniki pada Jumat (2/10/2026) dini hari WIB itu memperlihatkan dua wajah De Oranje: kesulitan mengimbangi tuan rumah pada babak pertama, lalu tampil jauh lebih agresif setelah turun minum.

Hasil imbang tersebut terasa penting bagi Belanda karena mereka sempat berada dalam posisi tertinggal dua gol. Fotis Ioannidis dan Georgios Masouras membawa Yunani unggul, sementara gol Christos Tzolis pada menit ke-15 sebelumnya tidak disahkan karena offside. Situasi itu membuat tim tamu harus mengejar permainan dalam tekanan besar.

Di balik perubahan performa Belanda, ada momen emosional di ruang ganti. Pelatih Xavi Hernandez disebut meluapkan kemarahannya saat jeda, ketika para pemain kembali menghadapi persoalan yang sebelumnya juga terlihat dalam laga melawan Jerman.

Babak Pertama Penuh Kesalahan

Yunani mampu memanfaatkan kelemahan Belanda dalam duel-duel penting dan penguasaan ruang. Tuan rumah mendapatkan kesempatan menyerang dengan lebih leluasa, terutama ketika Belanda gagal merapatkan lini pertahanan serta memberi ruang untuk serangan balik.

Denzel Dumfries mengakui timnya tidak menunjukkan standar permainan yang diharapkan pada paruh pertama. Bek Real Madrid itu juga merasa memiliki bagian tanggung jawab dalam gol pertama Yunani.

“Kami tidak boleh memulai pertandingan seperti itu. Kami sudah melihatnya saat melawan Jerman, dan hal serupa kembali terjadi hari ini,” kata Dumfries kepada NOS setelah pertandingan.

Bagi Belanda, persoalan tersebut bukan hanya soal tertinggal skor. Permulaan yang buruk membuat mereka harus menguras energi lebih besar untuk merebut kembali kendali permainan di kandang lawan. Yunani pun mendapat kepercayaan diri dari keunggulan yang dibangun sebelum jeda.

“Kami tidak cukup waspada pada babak pertama. Kami kalah dalam beberapa duel dan tidak menutup ruang, sehingga mereka bisa melakukan serangan balik,” ujar Dumfries.

Van Dijk Memulai Kebangkitan

Respons Belanda selepas turun minum terlihat jelas. Tekanan mereka meningkat dan aliran serangan menjadi lebih berani. Virgil van Dijk membuka jalan untuk mengejar skor pada menit ke-59 melalui sundulan, menyambut sepak pojok yang dikirim Joey Veerman.

Gol kapten Belanda itu mengubah suasana pertandingan. Belanda semakin sering mendesak pertahanan Yunani dan berupaya mencari gol kedua. Dumfries bahkan dua kali sempat memasukkan bola ke gawang tuan rumah, tetapi kedua gol tersebut dibatalkan setelah pemeriksaan VAR menyatakan adanya offside.

Pembatalan itu tidak menghentikan dorongan Belanda. Mereka terus menekan hingga akhirnya Tijjani Reijnders mencetak gol penyama pada menit-menit akhir. Noa Lang menjadi pemberi umpan dalam proses gol yang memastikan laga selesai tanpa pemenang.

Dumfries menilai perubahan energi tim menjadi pembeda utama antara dua babak pertandingan tersebut.

“Pada babak kedua Anda melihat kami keluar dengan energi yang tepat. Itu adalah babak kedua yang bagus,” katanya.

Dampak untuk Klasemen Grup B

Satu angka dari Thessaloniki mengangkat Belanda ke posisi kedua klasemen sementara UEFA Nations League Grup B. Yunani tetap memimpin grup dengan koleksi tujuh poin, sehingga persaingan menuju pertandingan berikutnya masih terbuka.

Bagi Yunani, hasil ini mempertahankan posisi mereka di puncak sekaligus menunjukkan bahwa mereka dapat menyulitkan tim besar. Sementara itu, Belanda memperoleh pelajaran penting tentang pentingnya memulai pertandingan dengan konsentrasi penuh, khususnya saat menghadapi lawan yang siap memanfaatkan kelengahan dalam duel dan transisi.

Comeback ini memang menyelamatkan Belanda dari kekalahan, tetapi jalannya pertandingan juga menegaskan pekerjaan rumah yang perlu dibereskan. De Oranje memiliki kemampuan untuk bangkit ketika tertinggal, namun mereka tidak dapat terus-menerus mengandalkan respons pada babak kedua untuk memperbaiki kesalahan awal.

Hasil 2-2 menjadi gambaran ketahanan mental Belanda sekaligus peringatan bagi Xavi Hernandez dan skuadnya. Mereka berhasil menemukan reaksi yang dibutuhkan dalam situasi sulit, tetapi konsistensi sejak peluit awal akan menjadi unsur penting untuk menjaga peluang bersaing di UEFA Nations League musim 2026/2027.

Frequently Asked Questions

What is Sorotan UEFA Nations League?

Sorotan UEFA Nations League is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sorotan UEFA Nations League matter?

Sorotan UEFA Nations League matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *