Techno

Indonesia Digempur 280 Ribu Serangan Siber dalam 3 Bulan – Mayoritas Bermotif Uang dan Tebusan

Indonesia Dihantam 280 Ribu Serangan Siber dalam Tiga Bulan, Terbanyak Bermotive Uang dan Tebusan Indonesia Digempur 280 Ribu Serangan Siber - Jakarta

Desk Techno
Published Juni 17, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Indonesia Dihantam 280 Ribu Serangan Siber dalam Tiga Bulan, Terbanyak Bermotive Uang dan Tebusan

Indonesia Digempur 280 Ribu Serangan Siber – Jakarta, Tribunnews.com – Ancaman serangan siber terhadap institusi dan perusahaan di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Seiring ketergantungan bisnis dan layanan publik pada infrastruktur digital yang meningkat, metode serangan siber terus berkembang menjadi lebih rumit dan sulit dideteksi. Lonjakan signifikan terjadi pada kuartal pertama 2026, dengan data menunjukkan peningkatan hingga 62 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Data dari Perusahaan Keamanan Siber StormWall

Menurut laporan StormWall, perusahaan yang fokus pada perlindungan dari serangan DDoS, lebih dari 280.000 serangan berhasil diatasi dalam tiga bulan awal 2026. Ini setara dengan rata-rata 3.100 insiden per hari yang menargetkan berbagai organisasi di Indonesia. Serangan DDoS, salah satu jenis ancaman siber, bertujuan melumpuhkan situs web atau server dengan mengalirkan data palsu dalam volume besar.

“Di Indonesia, serangan DDoS lebih terkait dengan keuntungan finansial daripada politik,” kata Ramil Khantimirov, pendiri dan CEO StormWall, Rabu (17/6/2026).

Motif Serangan Terutama Finansial

Laporan menunjukkan sekitar 70 persen dari serangan siber di Indonesia memiliki tujuan ekonomi. Bahkan, 41 persen di antaranya menyertakan tuntutan tebusan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global, yang hanya berkisar 30 persen. Berbeda dengan tren internasional, serangan di Indonesia lebih banyak dipicu oleh kepentingan materi daripada konflik geopolitik.

Kompleksitas Teknis Serangan

Dari sisi teknis, kejahatan siber di Indonesia juga mengandalkan metode lebih canggih. Serangan multi-vector, yaitu kombinasi teknik berbeda dalam satu waktu, meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, 62 persen dari semua DDoS yang terdeteksi menggunakan dua atau lebih vektor sekaligus. Lebih dari 26 persen bahkan menggabungkan tiga teknik atau lebih untuk memperkuat efektivitas serangan.

Kondisi ini menjadi sorotan karena durasi serangan DDoS di Indonesia cenderung lebih panjang. Data menunjukkan hanya 62 persen serangan yang berakhir dalam lima menit, sementara rata-rata global mencapai 78 persen. Dengan semakin banyaknya serangan yang rumit, perlindungan siber menjadi lebih kritis untuk meminimalkan risiko kerusakan sistem dan gangguan layanan.

Leave a Comment