Meeting Results: APINDO Serahkan Konsep Kesehatan Finansial kepada Ratu Máxima
Meeting Results menjadi fokus utama pada pertemuan yang diadakan sebagai bagian dari kunjungan bisnis APINDO ke Eropa 2026, yang berlangsung pada 11–19 Juni 2026. Dalam sesi ini, delegasi APINDO bertemu dengan Ratu Máxima, isteri Raja Belanda Willem-Alexander, di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Belanda, pada Jumat, 12 Juni 2026. Dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial, Ratu Máxima membahas kontribusi sektor usaha dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja secara inklusif dan berkelanjutan, sesuai dengan Meeting Results yang diusung APINDO.
Dalam Meeting Results tersebut, Shinta W. Kamdani, Ketua Umum APINDO, dan jajaran pengurus memberikan konsep kerja sama yang disusun oleh APINDO Financial Health Coalition. Konsep ini dirancang sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar-sektor untuk mendorong kesehatan finansial pekerja dan meningkatkan ketahanan usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pemimpin delegasi APINDO, Shinta, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Strategi Kolaboratif dalam Meeting Results
Kesehatan finansial pekerja menjadi tema utama dalam Meeting Results kali ini. Shinta menjelaskan bahwa APINDO Financial Health Coalition bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan finansial yang komprehensif, dengan program pelatihan pelatih yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak pengusaha. Dalam Meeting Results, selain kesehatan finansial, juga dijelaskan tentang pentingnya penguatan jaringan ekonomi nasional melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti Bank Dunia.
Salah satu usulan penting yang diajukan dalam Meeting Results adalah pembentukan Workplace Financial Health Academy. Program ini bertujuan mengembangkan kompetensi pelaku usaha dalam mengelola keuangan, mengakses pinjaman bertanggung jawab, serta mempersiapkan kesejahteraan jangka panjang seperti tabungan darurat dan pensiun. Shinta menekankan bahwa keberhasilan ini memerlukan peran aktif dari pengusaha, yang dapat menjadi penyangga ekonomi di tingkat lokal.
“Kita perlu menghubungkan perempuan pelaku usaha tidak hanya dengan akses pembiayaan, tetapi juga dengan pasar, rantai pasok, jejaring bisnis, serta peluang pengembangan usaha agar inklusi keuangan dapat menghasilkan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan usaha yang lebih berkelanjutan,” ujar Shinta W. Kamdani.
Dalam Meeting Results, Ratu Máxima juga menyoroti kontribusi APINDO dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Ia mengapresiasi peran organisasi tersebut sebagai pengusaha yang berkomitmen pada keberlanjutan. Dukungan terhadap WE Finance Code Indonesia, yang merupakan kemitraan antara Bank Dunia dan Islamic Development Bank (IsDB), menjadi poin penting dalam diskusi. Dengan pelaksanaan WE Finance Code, APINDO berharap mengakselerasi kesiapan usaha perempuan meng
