Said Iqbal Minta Danantara Selamatkan Pakerin untuk Cegah PHK Massal
Topics Covered – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM — Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, menyerukan peran Danantara dalam upaya penyelamatan PT Pakerin Indonesia di Mojokerto. Ia menegaskan bahwa bantuan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diperlukan untuk mencegah kebangkrutan perusahaan dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan menimpa ribuan karyawan.
Perusahaan Berisiko Bangkrut, Dana Kritis Masih Terjebak
PT Pakerin Indonesia, yang bergerak di bidang produksi kertas industri, termasuk kraft liner, corrugating medium, duplex, dan core board, sedang menghadapi krisis keuangan. Dana perusahaan yang jumlahnya mencapai sekitar Rp1 triliun belum terlepas, menyebabkan operasional pabrik terhenti. Situasi ini berpotensi mengganggu keberlangsungan kerja hingga 2.500 karyawan yang tergantung pada pendapatan dari perusahaan tersebut.
Said Iqbal menyoroti pentingnya intervensi Danantara untuk menjamin kelangsungan usaha Pakerin. Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan dengan COO BPI Danantara, Dony Oskaria, telah disampaikan bahwa lembaga tersebut siap mendukung perusahaan dengan pinjaman modal kerja, terutama setelah mengevaluasi aset kuat PT Pakerin yang terdaftar di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Peninjauan Kondisi Industri dan Pertimbangan Pembiayaan
Dalam diskusi lebih lanjut, Said Iqbal juga menyoroti kondisi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) secara umum. Ia menegaskan bahwa Danantara akan meninjau perusahaan-perusahaan lain seperti PT Ricky dan PT Mayer sebelum memberikan dukungan pembiayaan. Kebutuhan bantuan ini ditujukan pada perusahaan dengan prospek bisnis yang baik dan produk yang memiliki daya tahan di pasar.
KSPI memperkirakan bahwa kegagalan Pakerin akan berdampak signifikan terhadap sektor ketenagakerjaan. Dengan 2.500 karyawan yang terancam PHK, rasa khawatir akan muncul terutama jika kondisi ekonomi terus menurun. Said Iqbal menekankan bahwa Danantara perlu mempercepat proses pemberian pinjaman untuk menghidupkan kembali operasional pabrik dan menjamin kehidupan ratusan keluarga yang bergantung pada penghasilan pekerja tersebut.
Isu PHK PT Freeport dan Keterlibatan Danantara
Dalam sesi diskusi yang sama, Said Iqbal juga mengangkat isu PHK yang dialami 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia. Ia menyoroti bahwa aksi mogok kerja pada 2017 telah menyebabkan banyak kekacauan, termasuk pengangguran massal. Said Iqbal mengatakan bahwa Danantara, sebagai pengelola MIND ID, perlu aktif dalam mengupayakan penyelesaian masalah tersebut.
“Danantara harus memanggil manajemen PT Freeport untuk memberikan solusi. Jika hak-hak buruh tidak dibayar, efeknya akan sangat luas. Kami berharap ada kesepakatan yang memungkinkan pekerja kembali bekerja atau mendapatkan kompensasi yang layak,” ujar Said Iqbal.
Dengan keberhasilan penyelamatan Pakerin dan Freeport, Said Iqbal berharap bahwa Danantara bisa menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas industri manufaktur di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk menyelamatkan perusahaan harus didasari data yang kuat dan kebijakan yang pro-keselamatan pekerja.
Upaya Danantara dalam Menyelamatkan Pakerin
Dony Oskaria, COO BPI Danantara, menyatakan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan kemungkinan memberikan pinjaman kepada PT Pakerin. Evaluasi kondisi keuangan, kelayakan bisnis, dan potensi pertumbuhan akan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan. Said Iqbal juga menekankan bahwa Danantara perlu memastikan bahwa karyawan akan tetap terlindungi selama proses penyelamatan berlangsung.
KSPI meminta Danantara tidak hanya fokus pada perusahaan besar, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perusahaan-perusahaan menengah dan kecil yang berpotensi bangkrut. “Dengan menggandeng Danantara, kita bisa mencegah PHK massal di berbagai sektor. Ini adalah tugas bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi buruh,” tambah Said Iqbal.
Dengan adanya bantuan dari Danantara, Said Iqbal optimis bahwa PT Pakerin bisa bangkit kembali. Namun, ia juga menekankan perlunya kerja sama yang saling menguntungkan antara semua pihak terkait. Topics Covered ini menunjukkan bagaimana pentingnya kolaborasi dalam menghadapi krisis ekonomi yang semakin kompleks.
