Latest Program Prabowo: Takut Didatangi Bapak dan Kakek di Acara Koperasi
Jakarta, 12 Juli 2026
Latest Program – Dalam acara Latest Program yang digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sisi santai saat memberikan sambutan. Saat menyampaikan pidato, ia berkelakar tentang kehadirannya di Latest Program yang menjadi momen penting bagi komunitas koperasi. Prabowo menyampaikan canda bahwa ia hampir absen, lantaran sedang mengalami flu yang menyebabkan sakit tenggorokan. Namun, ia memutuskan untuk tetap hadir setelah meminta izin minum kopi, yang menjadi pemicu semangatnya.
“Minta izin saya minum dulu, saya minum kopi ini. Saya minta maaf sebetulnya saya kemarin ini flu, rasa tenggorokan sakit,” ujarnya.
Menurut Prabowo, kehadirannya di Latest Program bukan hanya untuk menjawab kebutuhan warga koperasi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai ekonomi rakyat. Ia menegaskan bahwa koperasi menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, terutama dalam membantu masyarakat kecil dan menengah. “Bayangkan kalau saya nggak hadir, Koperasi Merah Putih, rakyat koperasi sudah kumpul,” tambahnya, menunjukkan kepeduliannya terhadap peserta acara.
Warisan Keluarga yang Menginspirasi Prabowo
Kehadiran Prabowo di Latest Program terkait erat dengan keinginan untuk memenuhi harapan keluarga besar. Ia secara terbuka menyebut ketakutannya dihampiri oleh bapak dan kakeknya, Soemitro Djojohadikusumo serta Margono Djojohadikusumo, jika ia tidak hadir. Meski sakit, ia tetap bersemangat untuk hadir, karena memandang penting keberadaan mereka dalam membentuk ekonomi rakyat.
“Tapi yang saya paling takut nanti malam kalau saya nggak hadir, Pak Margono dan Pak Mitro turun, saya ditempeleng malam-malam. Akhirnya bangkit, minum kopi, semangat, hadir di sini!” pungkasnya.
Kakek Prabowo, Margono Djojohadikusumo, dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam sistem kredit rakyat pada masa kolonial Belanda. Ia pernah bekerja di Jawatan Kredit Rakyat (Volkskredietwezen), yang menjadi dasar pengembangan koperasi simpan-pinjam di berbagai desa. Kontribusi ini berdampak besar pada masyarakat pedesaan yang kesulitan mendapatkan modal. Sementara itu, Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, mencetuskan Sistem Ekonomi Gerakan Benteng pada tahun 1950-an. Sistem ini dirancang untuk melindungi pengusaha pribumi dari dominasi pengusaha asing, dan memberikan bantuan kredit kepada mereka.
Bagi Prabowo, kehadiran bapak dan kakeknya di Latest Program adalah bentuk kehormatan. Ia mengakui bahwa peran mereka dalam membangun ekonomi rakyat masih relevan hingga kini. “Koperasi adalah jawaban dari kesulitan ekonomi kita, dan itu mungkin akan selalu relevan,” katanya, menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai yang diteruskan oleh keluarga.
Transformasi Koperasi dalam Era Kini
Di Latest Program kali ini, Prabowo juga memberikan pandangan tentang kebutuhan modernisasi koperasi. Ia mengungkapkan bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi simbol tradisional, tetapi harus mampu bersaing di era digital. “Koperasi saat ini harus menjadi solusi atas tantangan ekonomi kita, seperti akses ke pasar dan permodalan,” jelasnya, yang menunjukkan bahwa Latest Program juga membahas strategi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
Dalam kesempatan ini, Prabowo berharap kehadirannya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya koperasi. Ia menyatakan bahwa Latest Program bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah untuk menggali potensi ekonomi rakyat. “Koperasi harus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang lebih seimbang,” imbuhnya, menyoroti peran koperasi dalam Latest Program yang diharapkan memberikan dampak luas.
Acara Latest Program juga diisi dengan pembahasan tentang peran pemerintah dalam memfasilitasi koperasi. Para peserta acara, yang terdiri dari tokoh-tokoh koperasi dan anggota organisasi, menilai bahwa kehadiran Prabowo menjadi semangat baru bagi pengembangan koperasi. Mereka berharap Latest Program akan menjadi titik awal dari inisiatif-inisiatif baru dalam memperkuat sistem ekonomi rakyat.
