Nasional

Key Discussion: MTI Kritik Kepala BGN Nanik S Deyang Hindari Wartawan, Transparansi dan Reformasi MBG Dipertanyakan

ion: MTI Kritik Nanik S Deyang Hindari Wartawan, Reformasi MBG Dipertanyakan Key Discussion – Jakarta – Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) menyoroti

Desk Nasional
Published Juni 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: MTI Kritik Nanik S Deyang Hindari Wartawan, Reformasi MBG Dipertanyakan

Key Discussion – Jakarta – Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) menyoroti sikap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang yang dikatakan menghindari pertanyaan media selama pertemuan awalnya dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/6/2026). Menurut Direktur Eksekutif MTI, Ahmad Jilul Q Farid, keputusan Nanik untuk tidak menjawab langsung pertanyaan wartawan memicu kritik terhadap komitmen transparansi dan reformasi yang diharapkan dari lembaga yang dianggap baru ini.

Konteks Pertanyaan dan Investigasi MBG

Pertemuan Nanik dengan media terjadi setelah rapat tertutup BGN dan Komisi IX DPR RI yang membahas anggaran tahun 2027. Agenda ini seharusnya menjadi momen penting untuk memberikan jawaban atas kekacauan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah diselidiki oleh Komnas HAM. Namun, Nanik meminta Wakil Kepalanya, Agustina Arumsari, menjadi juru bicara resmi dan mengalihkan pertanyaan ke pejabat tersebut, menimbulkan pertanyaan tentang keterbukaan informasi.

“Key Discussion saat ini menguji kejujuran Nanik Deyang. Jika ia memang sosok reformis, ia harus berani menghadapi pertanyaan media, bukan berlindung di balik orang lain.” – Ahmad Jilul Q Farid, Direktur Eksekutif MTI

Key Discussion juga menjadi sorotan karena investigasi Komnas HAM menemukan adanya indikasi korupsi dalam MBG. Isu ini semakin memanas setelah terungkapnya penggunaan dana yang tidak tepat sasaran dan konflik kepentingan dalam pengadaan motor listrik sebagai alat distribusi makanan. Anggota DPR, Andreas Hugo Pareira, mengkritik sikap Nanik yang dinilai kurang responsif dalam mengklarifikasi fakta-fakta penting.

Kritik terhadap Penunjukan Wakil Kepala BGN

Key Discussion mengungkapkan bahwa keputusan Nanik menunjuk Agustina Arumsari sebagai juru bicara resmi dianggap memperlemah proses reformasi. Selain itu, penolakan Nanik untuk menjelaskan detail hasil rapat dengan media menimbulkan tanda tanya besar. Elza Syarief, mantan pembela Sony Sonjaya dalam kasus korupsi BGN, kini mempertanyakan kejujuran Nanik.

“Key Discussion yang terjadi hari ini menunjukkan bahwa Nanik Deyang belum mampu membuktikan komitmennya terhadap transparansi. Ia harus lebih terbuka, terutama mengenai alokasi dana MBG yang masih menjadi sumber kontroversi.” – Elza Syarief, Kritikus

Penghindaran Nanik terhadap pertanyaan langsung dianggap sebagai bentuk keengganan untuk mengakui masalah yang ada. Sejumlah jurnalis masih bersikeras mengusung pertanyaan tentang efektivitas MBG dalam menekan keterlambatan distribusi makanan dan penyebab kemacetan dalam sistem pendistribusian. Key Discussion ini menjadi bahan perdebatan di kalangan publik dan kalangan kritis.

Key Discussion juga menggambarkan bagaimana reformasi di BGN masih dipertanyakan, terutama setelah beberapa tahun terakhir ditandai oleh kasus korupsi yang menggerogoti kepercayaan masyarakat. MTI menilai, langkah Nanik untuk menunjuk wakilnya sebagai pengganti di depan media mengurangi kepercayaan publik terhadap transparansi. Meski alasan resmi disampaikan, kebijakan ini dinilai sebagai bentuk penghindaran.

Perspektif Reformasi dan Tantangan Transparansi

Key Discussion ini mengingatkan bahwa reformasi tidak hanya tentang perubahan struktur, tetapi juga sikap terbuka terhadap pertanyaan publik. MTI meminta Nanik S. Deyang untuk menjawab isu-isu strategis, seperti perubahan jumlah penerima manfaat MBG dan penggunaan anggaran yang terbuka. Dengan penunjukan wakilnya, kesempatan untuk menjelaskan detail program yang masih diselidiki ini dinilai kurang optimal.

“Key Discussion saat ini menguji apakah reformasi BGN benar-benar menjadi prioritas. Jika Nanik Deyang ingin membangun kredibilitas, ia harus memberikan jawaban yang tuntas, bukan sekadar mengalihkan pertanyaan.” – Ahmad Jilul Q Farid, Direktur Eksekutif MTI

Masyarakat awam dan kritikus mengharapkan Key Discussion yang jelas, terutama mengenai akuntabilitas MBG yang telah mengalami banyak masalah sejak diimplementasikan. Namun, tindakan Nanik menghindari pertanyaan media membuat publik merasa kurang puas dan mempertanyakan apakah reformasi benar-benar terjadi. Key Discussion ini menjadi sorotan utama dalam upaya memperbaiki sistem gizi nasional.

Leave a Comment