Hubungan Asam Urat dengan Batu Ginjal: Penjelasan Dokter Spesialis
Beritahitam.com – Kondisi medis maupun rutinitas harian dapat menjadi pemicu terjadinya batu ginjal. Masyarakat kerap mengabaikan satu hal penting, yakni kadar asam urat yang tinggi mampu mendorong pembentukan batu pada organ ginjal. Informasi ini diungkapkan dr. M. Akbar Pradikto, Sp.U, seorang dokter urologi yang menjalankan praktik di RSUD Bung Karno Surakarta. Ia menyampaikan hal tersebut saat mengisi podcast Tribun Health yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurut dr. Akbar, upaya menjaga gaya hidup sehat serta mengendalikan penyakit penyerta merupakan strategi krusial untuk mengurangi kemungkinan munculnya batu ginjal.
Mekanisme Terbentuknya Batu Ginjal
Dokter tersebut menerangkan bahwa kombinasi antara masalah kesehatan dan kebiasaan sehari-hari berperan dalam munculnya batu ginjal. Secara medis, gangguan tiroid serta riwayat infeksi saluran kemih termasuk faktor yang memperbesar risiko. Sementara dari segi perilaku, minimnya konsumsi air putih menjadi penyebab dominan karena urine menjadi lebih pekat sehingga mineral lebih gampang mengendap.
Konsumsi minuman bersifat diuretik seperti teh maupun kopi juga perlu diperhatikan, terutama bila tidak diimbangi dengan asupan air putih yang memadai.
“Kurang minum air putih, sering mengonsumsi minuman diuretik seperti teh atau kopi yang memekatkan urine, serta tingginya asupan makanan yang mengandung kalsium atau asam urat dapat meningkatkan risiko batu ginjal,” jelas dr. Akbar, dalam podcast Tribun Health di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, yang dikutip Sabtu (1/8/2026).
Apakah Asam Urat Benar-Benar Menyebabkan Batu Ginjal?
Merespons pertanyaan seputar keterkaitan asam urat dengan batu ginjal, dr. Akbar menegaskan bahwa pasien asam urat memang berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. Kristal asam urat tidak sekadar menumpuk di persendian hingga menimbulkan rasa nyeri, melainkan juga bisa mengendap di ginjal.
“Betul. Kristal asam urat tidak hanya mengendap di sendi, tetapi juga dapat mengendap di ginjal,” ujarnya.
Kristal-kristal asam urat yang awalnya berukuran kecil berpotensi terus menumpuk apabila tidak ditangani dengan baik. Seiring berjalannya waktu, endapan tersebut akan membesar dan berubah menjadi batu ginjal yang dapat mengganggu saluran kemih.
“Jika dibiarkan, kristal kecil tersebut lama-kelamaan akan menumpuk dan membesar menjadi batu ginjal,” terang dr. Akbar.
Oleh karena itu, dr. Akbar mengimbau masyarakat untuk memastikan kecukupan cairan tubuh, menerapkan pola makan seimbang, serta mengontrol kadar asam urat secara rutin. Langkah-langkah ini bertujuan meminimalkan risiko terbentuknya batu ginjal, khususnya bagi individu yang memiliki riwayat asam urat atau penyakit penyerta lainnya.
(Tribunnews.com/Latifah)

