Nasional

Solution For: Komisi I DPR Nilai AI sebagai Keniscayaan: Kita Terima, Tapi Jangan Korbankan Moral dan Etika

scayaan, Tapi Jangan Korbankan Etika dan Moral Solution For - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah

Desk Nasional
Published Juli 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Solution For: AI sebagai Keniscayaan, Tapi Jangan Korbankan Etika dan Moral

Solution For – JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah hal yang tak bisa dihindari dalam era modern. Meski AI membawa banyak kemudahan, ia mengingatkan bahwa kita harus waspada agar teknologi ini tidak merusak nilai-nilai etika dan moral yang menjadi dasar kehidupan sosial. “Kita harus terima AI sebagai bagian dari kehidupan, tapi jangan sampai kehilangan prinsip etika dalam penggunaannya,” ujarnya dalam wawancara dengan media, Kamis (16/7/2026).

AI: Alat yang Harus Dipergunakan Secara Bijak

Menurut Oleh Soleh, AI bukan musuh, melainkan alat yang bisa memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak. Namun, ia menyoroti bahwa masyarakat kini mulai terbiasa dengan kebiasaan menganggap pelanggaran etika sebagai hal wajar. “Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana sesuatu yang sebenarnya merupakan ejekan dapat berubah menjadi hiburan yang menghasilkan ketenaran dan uang. Lama-kelamaan, masyarakat terbiasa menerima pelanggaran etika sebagai sesuatu yang biasa,” tambahnya.

“Kita harus memiliki solusi untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan konsistensi nilai moral,”

kata Oleh Soleh. Ia menekankan bahwa algoritma media sosial yang berorientasi pada viralitas sering kali mengabaikan kualitas konten, sehingga mendorong munculnya konten yang tidak etis. Contoh nyata seperti lagu “My Little Bolu Ketan” (MBG) yang trending meski dianggap mengandung sindiran, menunjukkan bagaimana AI bisa dijadikan alat untuk mempercepat penyebaran informasi yang mungkin merugikan.

Dalam konteks ini, Oleh Soleh menegaskan bahwa Solution For berupa kebijakan regulasi yang tepat agar AI tidak menjadikan moral sebagai korban. Ia menyarankan pemerintah membuat aturan yang jelas mengenai penggunaan AI, khususnya dalam bidang media, pendidikan, dan kesehatan. “Solusi untuk meminimalkan risiko moral harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Manfaat Ekonomi AI dan Tantangan dalam Distribusi

Di sisi lain, Oleh Soleh juga membahas dampak ekonomi AI yang perlu diperhatikan. Teknologi ini bisa menciptakan peluang bisnis baru, tetapi ia mengingatkan bahwa manfaatnya harus merata, bukan hanya dinikmati oleh perusahaan besar atau pemodal. “Solution For yang efektif adalah memastikan bahwa masyarakat luas bisa mendapatkan manfaat dari AI, bukan hanya segelintir kelompok yang dominan,” ujarnya.

Legislator PKB tersebut menekankan bahwa AI sejatinya hanyalah alat, kualitas penggunaannya bergantung pada manusia. “Solution For dalam transformasi digital ini adalah kemampuan beradaptasi dengan tetap menjaga kecermatan dalam mengambil keputusan,” lanjut Oleh. Ia menambahkan bahwa adopsi AI dalam berbagai aspek kehidupan membutuhkan pendidikan karakter dan literasi digital yang baik agar tidak terjadi penyelewengan nilai-nilai masyarakat.

Oleh Soleh juga menyoroti pentingnya melibatkan peran lembaga-lembaga pendidikan dan komunitas dalam menyosialisasikan etika penggunaan AI. “Solution For yang terpadu harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat agar AI bisa berjalan sejalan dengan prinsip moral,” tuturnya. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya mendorong kemajuan, tetapi juga menjaga keadilan sosial.

Leave a Comment