Topics Covered: Mantan Deputi KSP Era Jokowi Bergabung ke PSI, Bertemu Kaesang untuk Memperkuat Pembangunan Indonesiasentris
Topics Covered menggarisbawahi peristiwa penting dalam dunia politik Indonesia, di mana Febry Calvin Tetelepta, dikenal sebagai FCT, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai anggota baru. Keputusan ini menimbulkan perhatian khusus, terutama karena FCT sebelumnya adalah mantan Deputi Kantor Staf Presiden (KSP) di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Ia menjelaskan alasan pindah ke PSI, yang terkait erat dengan upaya mewujudkan pembangunan berorientasi pada Indonesia Timur, khususnya Maluku, sebagai wilayah yang secara geografis dan strategis memiliki peran penting dalam kebijakan nasional.
“Mengikuti langkah Pak Jokowi, saya memilih bergabung ke PSI agar dapat mewujudkan visi pembangunan Indonesiasentris, terutama di provinsi Maluku yang memiliki potensi besar tetapi masih kurang mendapat perhatian maksimal,” ujar FCT dalam pernyataannya, Sabtu (30/5/2026).
Topics Covered juga mencakup pertemuan FCT dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menjadi momen kunci dalam proses pindahnya. Kaesang, yang dikenal sebagai tokoh muda dengan reputasi kuat di Maluku, diperkirakan akan memanfaatkan pertemuan ini untuk menegaskan komitmen PSI dalam mendukung isu-isu daerah dan pembangunan yang lebih merata. Penjelasan FCT tentang tujuan politiknya memberikan gambaran bahwa ia ingin menjadi bagian dari dinamika baru yang mencerminkan kepedulian terhadap wilayah Indonesia Timur.
Strategi Politik PSI dalam Meningkatkan Basis Dukungan
Dalam konteks Topics Covered, PSI kini semakin aktif dalam merumuskan strategi politik untuk menjangkau masyarakat luas, terutama di wilayah yang selama ini dianggap kurang mendapat perhatian dari partai besar. Keberadaan FCT diharapkan mampu menjadi pengisi kekuatan lokal dalam upaya menguatkan basis suara di Maluku. Pertemuan antara FCT dan Kaesang dianggap sebagai langkah untuk menjembatani aspirasi daerah dengan visi nasional partai yang lebih luas.
“Menggandeng tokoh seperti FCT memberikan dampak positif dalam mendorong partai untuk lebih dekat dengan masyarakat Maluku, yang sebelumnya seringkali diwakili oleh tokoh-tokoh dari partai lain,” tambah seorang pengamat politik, Bestari Barus, dalam wawancaranya dengan Tribunnews.com, Selasa (19/5/2026).
Bestari Barus menekankan bahwa keputusan FCT bergabung ke PSI menjadi cerminan dari keinginan tokoh-tokoh Maluku untuk memiliki representasi yang lebih kuat di tingkat nasional. Ia juga menyatakan bahwa Jokowi perlu menjelaskan secara jelas posisi politik FCT, karena kehadiran tokoh tersebut dalam PSI akan memengaruhi narasi pemerintahan dalam rangka penyelenggaraan pemilu yang mendatang. Menurut Bestari, pembangunan Indonesiasentris adalah tema utama yang dianggap sangat relevan dalam konteks Topics Covered, terutama dalam upaya menyeimbangkan kepentingan wilayah dan pusat.
Sejarah Karier FCT Sebelum Bergabung dengan PSI
Sebelum menjadi anggota PSI, FCT pernah menjabat sebagai Deputi I Kantor Staf Presiden Republik Indonesia selama periode 2020-2024. Dalam peran tersebut, ia berperan aktif dalam menyusun kebijakan nasional dan memastikan komunikasi efektif antara pemerintah pusat dengan daerah-daerah. Tidak hanya itu, FCT juga memiliki pengalaman sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film, yang menunjukkan keahliannya dalam membangun strategi komunikasi dan pemangkasan pengaruh media terhadap opini publik.
Topics Covered mencakup bagaimana pengalaman FCT dalam lingkup KSP memberikan fondasi kuat bagi keputusannya untuk bergabung ke PSI. Menurut sumber internal partai, pindahnya FCT dilakukan setelah ia mempertimbangkan beberapa aspek, seperti kebijakan Indonesia Timur yang lebih terpadu dan komitmen partai dalam mendorong partisipasi politik daerah. Ini menjadi bagian dari upaya PSI untuk memperluas pengaruhnya di berbagai wilayah, terutama di daerah yang memiliki potensi konsensus politik tinggi.
Dalam pertemuan dengan Kaesang, FCT menyampaikan bahwa keikutsertaannya di PSI tidak hanya menguntungkan Maluku, tetapi juga berkontribusi pada penyeimbangan kekuatan politik nasional. “Dengan bergabung ke PSI, saya ingin menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama antar daerah, agar pembangunan tidak hanya berfokus pada Jakarta dan Pulau Jawa, tetapi juga menyentuh setiap sudut Indonesia,” tutur FCT dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews.com.
