Superskor

Sejarah Belum Berpihak ke Arsenal – PSG Kembali Juara Liga Champions

Sejarah Belum Berpihak ke Arsenal, PSG Kembali Juara Liga Champions Sejarah Belum Berpihak ke Arsenal - Pada hari Minggu (31 Mei 2026) pagi hari di Puskas

Desk Superskor
Published Mei 31, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Sejarah Belum Berpihak ke Arsenal, PSG Kembali Juara Liga Champions

Sejarah Belum Berpihak ke Arsenal – Pada hari Minggu (31 Mei 2026) pagi hari di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, PSG mengakhiri pertandingan final Liga Champions dengan kemenangan melalui babak adu penalti. Ini menjadi trofi kedua klub Prancis tersebut sejak meraih gelar musim lalu, mengikuti jejak Real Madrid yang sukses mempertahankan dominasi mereka. Sementara Arsenal, yang telah beberapa kali mendekati puncak, akhirnya kembali mengalami kekalahan di level teratas.

Pertandingan Berjalan Sengit dengan Tekanan Konstan

Sejak awal pertandingan, Arsenal tampil agresif. Lini belakang PSG segera menghadapi tekanan setelah situasi bola mati dari Hakimi yang menghalangi Trossard. Sundulan Gabriel hanya menghasilkan tendangan gawang, tapi PSG segera mengambil kendali. Mereka menguasai permainan dengan mengalirkan bola secara cepat di antara pemain, memaksa The Gunners melakukan presing intens.

Pada menit keenam, Kai Havertz memperlihatkan kembali kehebatannya. Pemain yang sempat mencetak gol di final 2021 ini membawa PSG unggul 1-0 setelah melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang tak terjangkau Safonov. Skor 1-0 sempat menjadi keuntungan Arsenal, tetapi PSG kembali bangkit dalam babak tambahan waktu.

Untuk diketahui, Kai Havertz menjadi pemain ketiga dalam sejarah Liga Champions yang mencetak gol di dua final berbeda untuk dua klub berbeda, setelah Cristiano Ronaldo (Manchester United dan Real Madrid), serta Mario Mandzukic (Bayern Munich dan Juventus).

Kemenangan PSG Menjadi Titik Balik

PSG, yang tertinggal satu gol, menunjukkan konsistensi dalam permainan. Mereka mengalirkan bola secara cepat antar pemain, memanfaatkan ruang yang terbuka di lini pertahanan. Permainan berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu, di mana Marquinhos mencegat bola yang membentur Trossard, memungkinkan Havertz menyelesaikan permainan dengan gol penentu.

Leave a Comment