Persiapan Film Baru Quentin Stanislavski, Anak Epy Kusnandar Rasakan Rindu Sang Ayah
Quentin Stanislavski Berbagi Keceriaan dan Kesedihan Saat Siap Tampil
Topics Covered – Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana – Aktor muda Quentin Stanislavski baru-baru ini membuka hati tentang perasaannya selama mempersiapkan film terbaru. Ia mengungkapkan bahwa kesedihan atas kepergian ayahnya, Epy Kusnandar, masih terasa begitu mendalam, terutama ketika berada di tengah proses produksi. Dalam wawancara eksklusif di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026), Quentin menyebut bahwa Epy bukan hanya figur yang melatihnya menjadi aktor, tetapi juga bagian integral dari keseharian dan kehidupan pribadinya.
Dalam pembuatan film ini, Quentin merasa bahwa kehadiran Epy sangat berharga. Ia mengatakan sang ayah selalu menjadi pendamping yang baik, membantu memahami nuansa karakter dan menginspirasi pendekatan dalam akting. Kini, tanpa bantuan ayah yang telah tiada, ia harus menghadapi tantangan persiapan sendirian, yang membuatnya merasa lebih kesepian. “Saya sering terdiam di lokasi workshop karena rindu kehadiran Papi,” ujarnya.
“Yang paling dirindukan adalah kehadirannya. Kalau ada Papi, dia suka diam tapi yang penting ada,” ungkap Quentin Stanislavski. Kata-katanya menggambarkan kehangatan yang selama ini diberikan oleh Epy, seorang aktor senior yang dikenal konsisten dalam meneladani karakter.
Epy Kusnandar, Sang Mentor dan Penjaga Diskusi dalam Perjalanan Akting Quentin
Sebelumnya, Epy Kusnandar dikenal sebagai aktor yang memiliki pengalaman luas di industri perfilman. Ia tidak hanya menjadi orang tua bagi Quentin, tetapi juga mentor yang mendukung pertumbuhan karier anaknya. Dalam wawancara terdahulu, Quentin menyebut bahwa Epy sering membagikan wawasan tentang dunia akting, termasuk cara membangun emosi dan memahami latar belakang karakter. “Biasanya kalau saya mendalami peran, Papi selalu ada untuk memberi masukan,” tambahnya.
Kehadiran Epy memberikan dampak besar pada kehidupan Quentin. Selain membantu dalam proses akting, ia juga menjadi pendamping dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat menghadapi tekanan di industri hiburan. Kini, setelah Epy pergi, Quentin harus belajar menghadapi segala sesuatu sendirian, termasuk pertanyaan yang sebelumnya selalu dijawab oleh ayahnya. “Saya masih merindukan kehadiran Papi, terutama saat berdiskusi tentang karakter,” kata Quentin.
“Apalagi sekarang mau syuting. Biasanya kalau lagi bingung, suka ditolongin sama Papi,” ungkap Quentin. Ia juga menuturkan bahwa rasa rindu terhadap Epy muncul karena belum terbiasa melakukan aktivitas tanpa kehadiran sang ayah. “Saya kan lagi prep buat syuting film baru. Selama di tempat workshop, kalau Bunda dengar kabar dari kakak-kakak (cast) di sana, pasti bilang saya lagi menyendiri,” lanjutnya.
Keteguhan Quentin untuk melanjutkan tradisi belajar akting yang telah dibiayai oleh ayahnya menjadi bukti ketangguhan mentalnya. Meski merasa rindu, ia berusaha fokus pada tugas yang diberikan. Dalam wawancara, Quentin juga menyebutkan bahwa film ini memiliki makna khusus, karena ia ingin menghargai peran Epy sebagai orang tua dan mentor. “Film ini adalah bagian dari kehidupan saya bersama Papi,” ujarnya dengan air mata.
Persiapan Film Baru: Menggali Kehidupan Epy Kusnandar dalam Karakter
Dalam rangka persiapan film baru, Quentin mencoba menggali kenangan tentang Epy Kusnandar. Ia mengungkapkan bahwa kehidupan ayahnya memengaruhi cara ia memahami dunia karakter. “Saya sering mengingat bagaimana Papi membimbing saya saat berlatih, bahkan saat menonton film berbagai genre,” jelas Quentin. Ia berharap bahwa karakter yang diperankan dalam film ini bisa mencerminkan kepribadian Epy, yang dikenal konsisten dan penuh dedikasi.
Kegiatan workshop dan persiapan syuting menjadi momen yang paling dirasakan rindu oleh Quentin. Ia menyebutkan bahwa kesendirian di lokasi produksi memperdalam perasaannya. “Saya kadang merasa seperti kehilangan sosok yang selama ini mendampingi,” katanya. Meski begitu, ia tetap berusaha menyelesaikan tugas dengan baik, sebagai bentuk penghargaan terhadap Epy yang telah memberikan banyak pengalaman sebelumnya.
