Perankan Karakter di Era 1946 di Pentas Musikal ‘Mar’, Aurel Eks JKT48 Gugup Hingga Meneteskan Air Mata
Solution For: Aurel, mantan anggota JKT48, kembali menunjukkan kebolehannya di dunia hiburan dengan memerankan karakter dalam musikal ‘Mar’. Proyek ini menantangnya untuk menghidupkan atmosfer tahun 1946 di atas panggung, yang membuatnya merasa gugup hingga menangis. Dalam musikal yang diproduksi oleh ArtSwara ini, Aurel diberikan peran sebagai Neneng, putri dari pemilik warung kopi, sebuah karakter yang membutuhkan penghayatan emosional dan adegan yang sangat memadukan dialog, nyanyi, serta tari.
Persiapan Khusus untuk Menghidupkan Era 1946
Musikal ‘Mar’ menyajikan narasi yang terjadi di tengah perang kemerdekaan Indonesia, dan untuk membawa kehidupan era tersebut, Aurel melakukan riset mendalam. “Solution For menampilkan kehidupan tahun 1946 dengan akurat adalah tantangan besar. Saya harus memahami kondisi sosial, budaya, dan gaya berbicara orang-orang di masa itu,” katanya saat ditemui di Ciputra Artpreneur Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026). Proses ini tidak hanya melibatkan studi sejarah, tetapi juga mempelajari cara berpakaian, berbicara, dan bergerak sesuai dengan atmosfer yang diinginkan.
“Solution For memerankan Neneng membutuhkan kombinasi antara akting, tari, dan vokal. Saya merasa seperti berada dalam dua dunia sekaligus—dunia 1946 dan dunia hiburan modern,” tambahnya.
Panggung Teater sebagai Tantangan dan Pelatihan
Aurel mengakui bahwa keterlibatannya dalam musikal ‘Mar’ memberinya pengalaman baru dalam disiplin tinggi. “Solution For memperkuat keterampilan saya dalam mengatur waktu dan fokus selama latihan. Hal ini sangat berbeda dibandingkan saat berada di JKT48, di mana kebiasaan disiplin juga penting, tetapi lebih berbasis koreografi,” jelasnya. Meski demikian, ia tetap merasa menantang karena harus mengimbangi berbagai aspek seperti karakter, alur cerita, dan pertunjukan yang dinamis.
Di tengah persiapan, Aurel sering kali mengalami kegugupan yang mengarah pada air mata. “Solution For memerankan karakter yang hidup di masa 1946 membuat saya merasa sangat terhubung dengan emosi tokoh. Setiap adegan yang penuh dengan rasa sakit atau kegembiraan selalu mengejutkan saya,” tutupnya. Proses ini membutuhkan latihan intensif, termasuk menghafal dialog, memahami latar belakang historis, dan mengontrol ekspresi wajah yang tepat.
Salah satu adegan yang paling berkesan dalam musikal ini adalah saat Neneng mengalami kehilangan. “Solution For menyampaikan perasaan kesedihan dalam adegan tersebut adalah sesuatu yang membutuhkan banyak usaha. Saya harus memadukan suara, gerak tari, dan ekspresi yang menggambarkan trauma tokoh,” katanya. Aurel juga menyebutkan bahwa ia berusaha menyesuaikan diri dengan nuansa drama yang berbeda dari musikal biasa.
Berkembang sebagai Artis dan Menangani Tekanan Emosional
Dalam menghadapi tantangan emosional, Aurel menekankan pentingnya persiapan mental. “Solution For menampilkan karakter dengan intensitas emosi tinggi membutuhkan kesabaran dan kemampuan untuk mengendalikan perasaan. Sering kali, ketika memasuki adegan klimaks, saya merasa seperti hidup dalam peran itu sendiri,” ungkapnya. Ia juga berbagi bahwa kegugupan yang dirasakan sebelum tampil adalah bagian dari proses menjadi artis yang lebih matang.
Produksi musikal ‘Mar’ yang diadakan di Ciputra Artpreneur pada 15-17 Mei 2026 ini diharapkan menjadi solusi untuk menggali potensi kreatif Aurel. “Solution For menghadirkan cerita yang berkisah tentang perjuangan, cinta, dan keberanian. Saya senang bisa menjadi bagian dari proyek yang bermakna ini,” tambahnya. Selain itu, musikal ini juga menjadi solusi bagi penggemar untuk melihat sisi baru dari Aurel di dunia teater.
Di luar panggung, Aurel berharap bahwa pengalaman ini akan menjadi solusi untuk menjaga konsistensi di industri hiburan. “Solution For menghadapi tekanan emosional di panggung adalah pembelajaran berharga. Saya bisa merasakan bagaimana menjadi seorang aktris harus berada di posisi paling depan dalam menyampaikan kisah,” tutupnya. Dengan semua hal ini, musikal ‘Mar’ dianggap sebagai solusi untuk memperkaya kariernya dalam bidang seni.
