Regional

Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa Mahasiswi Asal Nunukan di Makassar – Pelaku Ditembak

Kronologi Rudapaksa Mahasiswi Nunukan di Makassar: Pelaku Ditembak Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa Mahasiswi Asal Nunukan di Makassar telah

Desk Regional
Published Mei 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kronologi Rudapaksa Mahasiswi Nunukan di Makassar: Pelaku Ditembak

Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa Mahasiswi Asal Nunukan di Makassar telah terungkap setelah pelaku, Feri alias DR (29), berhasil ditangkap oleh petugas Satreskrim Polrestabes Makassar. Penangkapan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Sabtu (16/5/2026). DR ditangkap saat baru saja turun dari kapal, setelah sebelumnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Tim polisi sudah bersiap di pintu keluar kapal dan menunggu cukup lama sebelum menindak lanjuti operasi penangkapan. Sejumlah petugas melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Kasus ini terungkap setelah petugas menggerebek tempat penyekapan di Kota Makassar pada Minggu (10/5/2026). Mahasiswi korban, yang berinisial MR, ditemukan dalam kondisi tercekam trauma setelah mengalami rudapaksa oleh DR. Feri melarikan diri ke Surabaya melalui jalur laut, dan pihak kepolisian langsung bergerak untuk mengejar. “Kerja sama antara Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan KPPP Tanjung Perak, dan tim investigasi memungkinkan kita menangkap pelaku saat ia turun dari kapal,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, sebagaimana dikutip dari Tribuntimur.com, Minggu (17/5/2026).

“Karena ada tindakan melawan saat akan dibawa ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini,”

Dalam penyelidikan awal, petugas mengira DR akan melarikan diri ke Pulau Sumatera. Namun, setelah memantau jejaknya, diketahui pelaku menuju Surabaya untuk menghindari penangkapan. Polrestabes Makassar melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menjamin keberhasilan operasi. Saat MR ditemukan di pelabuhan, DR berusaha menolak ditangkap dan akhirnya ditembak di kaki kiri untuk mengendalikannya. Korban kemudian diberi bantuan psikologis oleh pihak setempat.

Detil Kecelakaan dan Skenario Kejadian

Kasus rudapaksa terjadi di sebuah ruang kosong yang disewa pelaku. MR, seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu, terjebak di dalam ruangan setelah dipaksa oleh DR. Polisi menyebutkan bahwa korban mengalami tekanan psikologis yang berat selama beberapa hari sebelum kejadian. “Pelaku mengancam korban dengan senjata tajam dan mencoba menekan psikologinya agar tidak melaporkan kejadian tersebut,” ujar sumber terpercaya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Nunukan.

Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut setelah mengalami tekanan berkepanjangan. Tim investigasi langsung melakukan penyelidikan di lokasi, mengumpulkan bukti, dan memastikan kebenaran laporan. Dalam proses ini, ditemukan bahwa DR telah melakukan penyekapan selama tiga hari sebelum rudapaksa terjadi. Polisi juga menemukan bukti video yang merekam peristiwa tersebut, serta beberapa barang bukti lainnya.

Upaya Pemulihan dan Dukungan untuk Korban

Pemkab Nunukan berkomitmen memberikan dukungan psikologis serta perlindungan bagi korban. Sejumlah tenaga profesional dari pusat kesehatan mental di Kaltara diturunkan untuk membantu MR dalam pemulihan kondisinya. Selain itu, keluarga korban juga mendapatkan bantuan sosial berupa pembiayaan untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi. “Kasus ini menjadi contoh bagaimana dukungan bersama dapat mempercepat proses pemulihan korban,” tambah Kabid Humas Polda Kaltara.

Pelaku, Feri alias DR, kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Makassar. Polisi memastikan bahwa kasus ini akan diproses secara serius hingga mencapai titik penuntutan. Sementara itu, masyarakat Nunukan mengapresiasi upaya kepolisian yang berhasil menangkap pelaku. “Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa ini menunjukkan keberhasilan tim dalam mengungkap kejahatan,” tulis akun media sosial resmi Kabupaten Nunukan.

Kasus ini juga memicu perdebatan tentang perlindungan terhadap wanita di daerah pesisir. Banyak warga mengkritik ketidakecekapan kepolisian dalam mengawasi aktivitas pelaku yang sering bergerak ke luar kota. Dengan penguasaan media sosial, polisi berharap dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi kejahatan serupa. “Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan di wilayah pesisir,” jelas Kapolrestabes Makassar.

Kebutuhan Pemulihan dan Tanggung Jawab Sosial

Pemulihan korban tidak hanya melibatkan aspek psikologis, tetapi juga sosial. MR mengalami gangguan kepercayaan diri setelah kejadian, sehingga diperlukan intervensi dari berbagai lini. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak juga turut memberikan bantuan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan hingga proses hukum selesai. “Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kejadian teror bisa terjadi di tengah masyarakat,” kata salah satu pengamat kriminal.

Sejumlah langkah pencegahan telah diambil oleh pihak setempat, termasuk pemasangan CCTV di daerah rawan kejahatan dan pelatihan kesadaran akan keamanan bagi warga. Polrestabes Makassar berharap upaya ini dapat mencegah terulangnya kasus serupa. “Kronologi Lengkap Kasus Penyekapan dan Rudapaksa ini membuktikan bahwa kejahatan bisa diungkap meski terjadi di luar daerah,” kata Arya Perdana, yang juga menegaskan bahwa pelaku akan diadili secara tegas.

Leave a Comment