Metropolitan

Fadli Zon Bicara Matraman sebagai Kawasan Bersejarah, Rumah Wahid Hasyim dan Keluarga Kakek Prabowo

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk memugar rumah bersejarah milik pahlawan nasional KH Wahid Hasyim. Dalam

Desk Metropolitan
Published Juli 23, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com

Fadli Zon Bicara Matraman: Kawasan Bersejarah dengan Warisan Tokoh Bangsa

Beritahitam.com – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk memugar rumah bersejarah milik pahlawan nasional KH Wahid Hasyim. Dalam konteks ini, Fadli Zon Bicara Matraman sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Lokasi revitalisasi tersebut berada di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Langkah pemeliharaan warisan sejarah ini dibahas secara komprehensif dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Kebudayaan pada Kamis, 23 Juli 2026. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, serta Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid.

Program revitalisasi ini dirancang sebagai upaya pelestarian cagar budaya yang juga bertujuan mengoptimalkan fungsi ruang sejarah. Tujuannya adalah menjadikan lokasi tersebut sebagai sarana edukasi publik yang representatif bagi masyarakat luas. Rumah bersejarah KH Wahid Hasyim saat ini telah difungsikan sebagai kantor Wahid Foundation. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai cagar budaya. Oleh sebab itu, pengembangan kawasan akan mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan tanpa mengubah keaslian struktur fisiknya.

Kawasan Matraman sebagai Pusat Sejarah Nasional

Selain rumah Wahid Hasyim, pertemuan tersebut juga membahas potensi besar kawasan Matraman sebagai kawasan bersejarah. Kawasan ini memiliki keterkaitan erat dengan berbagai tokoh bangsa yang pernah tinggal atau beraktivitas di sana. Di kawasan tersebut, terdapat rumah keluarga Margono Djojohadikusumo yang tercatat dalam sejarah sebagai lokasi awal pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Margono Djojohadikusumo merupakan kakek dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Kementerian Kebudayaan menilai bahwa keberadaan situs-situs bersejarah dalam satu kawasan ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam satu kesatuan narasi sejarah yang saling terhubung. Hal ini akan memperkuat identitas kawasan Matraman sebagai pusat sejarah nasional. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat memahami keterkaitan antar tokoh dalam satu ruang geografis yang sama.

Komitmen Penguatan Kuratorial dan Narasi Sejarah

Fadli Zon menegaskan bahwa kementeriannya berkomitmen penuh memberikan dukungan teknis mulai dari penyusunan konsep kuratorial, penguatan alur cerita (storyline), penataan ruang pamer, hingga pengembangan narasi sejarah tokoh KH Wahid Hasyim dan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam pernyataannya, Fadli Zon menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek fisik dan konten sejarah.

“Hal yang penting jangan hanya renovasi fisik, isi dan narasinya juga harus kuat. Karena museum itu bukan hanya soal bangunan, tetapi juga bagaimana orang memahami sejarahnya. Kalau narasinya kuat, orang akan datang bukan hanya untuk melihat rumahnya, tetapi juga memahami perjalanan tokoh-tokohnya,” jelas Fadli Zon.

Fadli Zon mengingatkan bahwa nilai esensial dari sebuah museum atau situs sejarah tidak hanya terletak pada keindahan fisik bangunannya, melainkan pada kekuatan pesan sejarah yang disampaikan kepada pengunjung. Pendekatan ini sejalan dengan visi Fadli Zon Bicara Matraman sebagai kawasan yang tidak hanya mempertahankan bangunan, tetapi juga menghidupkan cerita di dalamnya.

Penyempurnaan Narasi Museum Islam Indonesia

Selain cagar budaya Matraman, pertemuan ini juga membahas program penguatan materi kuratorial pada Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari yang berada di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Pemerintah memandang perlu adanya penyempurnaan alur sejarah mengenai perjalanan perjuangan KH Hasyim Asy’ari, sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), Resolusi Jihad, hingga sejarah perkembangan jamiah NU sampai pada masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kedua program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah Indonesia secara holistik. Melalui integrasi antara kawasan Matraman dan Museum Islam Indonesia, diharapkan tercipta jaringan narasi sejarah yang saling melengkapi. Hal ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya bagi pengunjung dan generasi mendatang.

Leave a Comment